Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga (bag. 5)


Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

___________________________________________________________________________

Wanita Yang Cantik Jiwa Raga
___________________________________________________________________________

1. Kecantikan Adalah Anugerah Yang Harus Disyukuri

Kecantikan fisik sangat relatif. Dikatakan relatif karena tidak ada batasan yang pasti mengenai kategorinya. Setiap orang punya persepsi tersendiri terhadap kategori cantik tidaknya seorang wanita. Cantik menurut seseorang bisa jadi tidak cantik menurut orang lain. Namun demikian pada umumnya laki-laki memiliki persamaan persepsi mengenai kecantikan itu. Semua laki-laki mungkin menilai wanita cantik itu tidak ada cacat, putih dan mulus kulitnya, tubuhnya ideal, wajahnya mulus tanpa noda, nampak lesung pipinya, hidungnya mancung, bibirnya laksana buah delima, giginya putih, alisnya hitam teratur, matanya berbinar, alisnya lentik. Terpancar darinya aura kecantikan khas yang mempesona setiap mata yang memandang.

Adalah manusiawi jika laki-laki tertarik pada sosok yang cantik. Al-Qur’an pun mensinyalir adalah kecenderungan yang kuat pada diri laki-laki untuk memilih wanita cantik, dan dijadikan wanita itu sebagai salah satu kesenangan dunia. Firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga),” (QS. Ali Imran: 14)

Tidak semua wanita yang dilahirkan dalam kecantikan yang “sempurna.” Wanita cantik dari lahir atau bawaan memiliki aura kecantikan tersendiri. Beruntung laki-laki yang mendapatkan istri dengan kecantikan tersendiri yang khas. Sepertinya halnya Rasulullah tampak lebih bahagia bersama ‘Aisyah RA dibanding istri-istri lainnya. Secara manusiawi memang diakui bahwa ‘Aisyah RA lebih cantik dari istri-istrinya yang lain. Rasulullah pun sering memanggilnya dengan sebutan ya khumaira (wahai yang pipinya kemerah-merahan). Sebuah panggilan yang dengan jelas mengindikasikan perbedaan kecintaan karena sebab kecantikan fisik.

Berhati-hatilah dengan kecantikan fisik. Banyak wanita yang menjadi hina karena kecantikannya. Banyak juga laki-laki yang akhirnya harus merana karena ternyata kecantikan tidak membuat bahagia. Banyak wanita yang karena lemahnya iman menjadi sombong karena sebab kecantikan. Ia merasa bahwa dirinya yang paling cantik, semua orang harus tunduk kepadanya. Bahkan tidak sedikit wanita yang menyalahgunakan kecantikannya itu. Ia eksploitasi kecantikan tubuhnya untuk mendapatkan kesenangan dunia. Ia lacurkan tubuhnya untuk melayani laki-laki hidung belang demi memuaskan dahaga duniawi. Lalu jadilah ia makhluk yang hina, amoral, tidak berguna, sampah masyarakat. Allah pun akan memberikan “kesenangan” lebih baginya berupa komplikasi aneka jenis penyakit.

Bersyukurlah wanita yang dianugerahi oleh Allah kecantikan. Ia berpontensi menjadi perhiasan terindah bagi calon suaminya. Bagi yang bersuami, hendaknya kecantikan itu a jadikan sarana untuk menyenangkan hati suami, sebagai jembatan meraih ridha suami dan ridha Tuhan. Dengan kecantikan yang ada, hendaknya ia tetap rendah hati dan tidak sombong. Ingatlah bahwa sewaktu-waktu Allah dapat mengambl anugerah ini. Dengan pesona kecantikannya, seorang wanita dapat menyeru manusia pada kebaikan, mengajak anak-anak belajar agama, serta melarang manusia dari berbuat kemunkaran. Karena kecenderungan orang lebih respect kepada wanita cantik.

Ada kecantikan lain yang lebih mempesonakan daripada kecantikan fisik, yakni kecantikan hati atau inner beauty. Bila cantik fisik bersifat semu, sementara, dan terkadang menggelincirkan, namun cantik hati lebih absolut, abadi, dan merupakan kunci kebahagiaan. Wanita dengan cantik hati akan lebih mempesonakan orang banyak daripada kecantikan fisiknya. Karena kecantikan hati berdasarkan agama yang terealisir dalam bentuk perilaku hidup sehari-hari. Agama mengajarkan untuk berperilaku santun, ramah, hormat kepada yang tua dan sayang kepada yang muda. Agama menuntun kepada pencarian jati diri yang sebenarnya. Sehingga ia tidak terjebak ke dalam sifat materialistis dan hedonis, yang lebih mengedepankan kecantikan fisik daripada kecantikan hati. Sifat materialistis dan hedonis menyebabkan seseorang menganggap bahwa kecantikan fisik adalah segala-galanya. Dengan kecanitkan fisik, ia dapat menebar pesona demi meraih kesenangan duniawi. Ia rela menempuh segala macam cara untuk mendapatkan atau mempertahankan kecantikan, walau kadang kala diluar nalar sehat dan batas moral.

Oleh karena itu, seorang wanita shalehah hendaknya menghiasi dirinya dengan hati yang mulia. Sebagai menifestasi dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Kecantikan hakiki yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Fisik boleh saja “pas-pasan,” namun tidak dengan hatinya. Hatinya senantiasa memancarkan pesona keindahan. Pesona yang menyejukkan hati ummat. Kapan pun dan dimana pun ia akan menjadi penyejuk hati siapa yang ia temui.

Banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadits Nabi, yang menegaskan bahwa kemuliaan seseorang bukan dikarenakan kecantikan fisik. Namun karena kecantikan hati yang disasarkan pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kecantikan berperilaku mulia dan berbudi pekerti luhur. Bahkan seorang budak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah lebih baik daripada seorang wanita musyrik, walau sangat mempesonakan. Allah SWT berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walau pun dia menarik hati.” (QS. Al-Baqarah: 221)


Firman-Nya lagi:

Yang artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13)

2. Pandai Berhias Namun Tidak Tabarruj

Kecantikan adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Setiap wanita shalehah harus percaya diri dan tidak boleh merasa bahwa dirinya tidak cantik. Karena setiap wanita mempunyai kecantikan dan daya tarik tersendiri. Ia juga harus meyakini bahwa ia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)

Yang terpenting adalah bukan sekedar cantik, namun bagaimana mempertahankan kecantikan itu. Walau pun wajah bisa-biasa saja, namun jika dirawat akan nampak bercahaya dan memancarkan aura kecantikan tersendiri. Ibarat batu permata, kilauan cahayanya nampak setelah dicuci dan digosok.

Seorang istri shalehah harus mampu menampakkan keindahan di hadapan suaminya. Sehingga suaminya bahagia, senang memandangnya, dan semakin sayang serta cinta kepadanya. Hal itu bia terjadi bila seorang istri mampu menjaga dan merawat kecantikan wajah dan tubuhnya. Sangat logis bila seorang suami menginginkan istrinya nampak cantik setiap saat. Kecantikan yang membuat suami betah dan bahagia di samping istrinya. Memiliki istri yang terus tampil cantik bisa akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi suami. Bukankah salah satu tanda istri shalehah adalah bila dipandang menyejukkan hati? Nabi SAW bersabda:

Yang artinya: “Sebaik-baik wanita ialah kalau kamu memandangnya bisa menyenangkan; kalau kamu perintah mematuhimu; dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga hartamu dan kehormatannya.” (HR. Nasa’i dan lain-lain)

Merawat atau berhias (make up) demi menyenangkan hati suami adalah suatu ibadah yang amat besar pahalanya di sisi Allah. Menghias diri atau make up, hendaknya dilakukan di saat suami ada di rumah atau pulang kerja. Sehingga suami betah tinggal di rumah. Rasa lelah dan penat sepulang kerja, akan lenyap dengan sendirinya, karena mendapati bidadari cantik menyambutnya mesra dan melayaninya dengan penuh kasih sayang.

Namun, sedikit sekali istri dengan kesadarannya, menghias dirinya untuk tampil cantik di depan suaminya. Kebanyakan istri tampil apa adanya dan biasa saja ketika di rumah. Ketika hendak bepergian ia baru memilih untuk “tampil beda,” menghiasi wajahnya dengan aneka ragam alat kecantikan, memakai wangi-wangian, dan melengkapinya dengan aksesoris dan perhiasan mahal. Ini adalah kecenderungan banyak istri-istri zaman sekarang. Mereka pamer atau riya’ di hadapan manusia. Mereka berhias bukan dalam rangka ibadah untuk menyenangkan hati suami, namun agar terpandang, dipuji orang banyak, dan semua mata berdecak kagum.

Seoramg wanita muslimah hendaknya tidak mengikuti trend kebanyakan wanita. Yang tampil “over” di muka umum namun menomorduakan penampilan di hadapan suami. Ia harus mengutamakan berhias untuk suaminya. Karena suaminyalah yang berhak atas diri dan jiwanya, bukan orang lain. Ia harus mampu tampil menawan dengan kesederhanaannya. Berhias untuk suami adalah ibadah dan akan mendatangkan ridha suami dan ridha Allah. Berhias untuk selain suami hanya akan membawa kedengkian orang dan buruk sangka, mendatangkan fitnah, serta memancing syahwat orang lain.

Seorang istri shalehah diperbolehkan untuk menghias dirinya agar tetap tampil cantik, baik di hadapan suaminya sendiri ataupun di depan orang banyak. Namun dalam batas kewajaran dan tidak berlebih-lebihan, pamer atau riya’ , menampakkan perhiasan dan kemolekan tubuhnya di muka orang banyak, dengan maksud agar lebih terpandang. Tabarruj didasarkan pada sifat sombong dan membanggakan diri, merasa dirinya lebih dari pada orang lain.

Fenomena tabarruj sungguh amat kentara pada kebanyakan wanita muslimah. Mereka berlomba-lomba tampil seksi, agar terkesan paling cantik. Busana mahal dan perhiasan mewah menjadi prasyarat utama. Bila mendapati temannya memakai busana baru, atau perhiasan mahal, ia tidak mau kalah. Kadang kala ia melakukan berbagai cara agar mendapatkan pakaian baru dan perhiasan yang lebih mahal.

Menjamurnya salon-salon kecantikan, sauna, beauty and spa, amat kontras dengan fenomena tabarruj. Supaya kelihatan tetap cantik dan seksi banyak wanita yang rela mengeluarkan biaya dalam jumlah besar untuk mendapatkan pelayanan kecantikan terbaik. Bila dirasa ada anggota tubuhnya yang kurang OK, ia pilih jalan operasi plastik, sehingga hidung pesek bisa mancung, yang peot bisa kencang kembali, dan lain-lain.

Seorang wanita shalehah, hendaknya ber-make up sewajarnya agar tidak mengundang fitnah dunia. Tidak tabarruj atau berlebih-lebihan dan tidak menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak. Ingatlah firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan hendaknya kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Imam Jalalain menggambarkan bahwa kebiasaan wanita jahiliyah adalah menampakkan kecantikan tubuh dan perhiasan mereka di hadapan laki-laki. Sejalan dengan larangan tabarruj bagi wanita muslimah, Allah SWT berfiman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.”
(QS. An-Nur: 31)

3. Pandai Menjaga Kesehatan Tubuhnya

Sehat adalah anugerah agung dari Allah yang sering terlalaikan. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya: “Dua macam kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang yaitu nikmat sehat dan kesempatan atau waktu luang.” (HR. Bukhari)

Sehat amat berharga dalam hidup. Betapa pentingnya sehat, sampai-sampai orang bilang sehat itu emas. Kita bisa senang, beribadah dengan khusyuk, bisa bekerja secara maksimal karena kita sehat. Sedikit saja ada anggota badan kita yang sakit, maka stabilitas dan stamina tubuh kita akan terganggu secara keseluruhan. Tak jarang kita mengeluh hanya karena sakit flu atau sakit gigi. Kita baru menyadari ternyata betapa indahnya hidup ketika gigi kita sehat. Sakit gigi misalnya, sedikit saja gigi kita sakit, kita merasakan betapa hidup ini tidak mengenakkan. Makan apapun sakit, yang biasanya es teler itu lezat sekali, namun menjadi terasa tidak enak sekali.

Karena gigi sakit, emosi menjadi tidak terkontrol, pekerjaan terganggu, dan ibadah pun menjadi tiak khusyuk. Ketika berobat, betapa kagetnya kita ternyata biayanya tidak sedikit, belum lagi ditambah waktu yang tersita untuk berobat. Selain itu orang lain juga ikut menanggung beban sakit kita. Itu baru sakit gigi, belum sakit kangker, jantung, gagal ginjal, atau penyakit kronis lainnya. Seorang penyair berkata:

“Sehat laksana mahkota yang terletak di atas kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang yang sakit.”

Oleh karena itu, sedapat mungkin kita menjaga kesehatan. Menjaga lebih baik daripada mengobati. Karena bagaimanapun sehat merupakan kekayaan yang tiada ternilai. Akan sangat merugi bila kita tidak mau menjaganya dengan sebaik-baiknya. Bila kita tidak perduli dengan kesehatan, maka itu tandanya kita tidak beryukur, dan siksa Allah amat pedih bagi mereka yang tidak bersyukur.

“Menjaga lebih baik daripada mengobati.”

Seorang wanita shalehah, tentu menyadari betapa berharganya sehat. Terlebih mengingat tanggung jawab wanita yang begitu besar dalam mendidik anaknya, mengatur rumah tangga, dan berkhidmat kepada suami. Ia bisa mengasuh dan mendidik anak, mengatur rumah tangganya, melayani suaminya dengan sebaik-baiknya, bila badannya sehat, kuat dan tidak loyo.

Perduli dengan kesehatan, merupakan wujud syukur kepada Allah. Kalau bukan dirii sendiri, siapa yang akan perduli dengan kesehatan kita. Rasulullah adalah orang yang paling bisa menjaga kesehatan tubuhnya. Tercatat beliau hanya dua kali sakit, sakit kepala dan sakit ketika diguna-guna oleh orang jahat, hingga turun surat al-Mu’awidzatain (An-Naas dan Al-Falaq).

Bagaimana caranya kita menjaga kesehatan tubuh?

Rasulullah sebagai manusia pilihan telah mengajarkan kepada kita bagaimana caranya menjaga badan kita agar tetap sehat, antara lain:

a. Membiasakan diri untuk bangun pagi
Bangun pagi dapat menjadikan badan sehat, karena udara pag masih segar, belum terkena polusi. Selain tu kita dapat merasakan sinar matahari pagi yang terbukti menyehatkan tubuh kita. Yang lebih pentng dari itu, kita bisa memulai aktiivitas dengan tenang dan penuh pertimbangan, tidak terburu-buru karena harus pergi bekerja dan lain-lain. Dmulai dari shalat Subuh, beres-beres rumah, mempersiapkan sarapan pagi buat suami dan anak, menyiapkan bekal kerja suami, dan mandi pagi. Dengan bangun pagi kita juga bisa berolaahraga ringan sebelum mulai beraktivitas.

b. Makan sesudah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang
Cara ini pada hakekatnya selain membuat badan sehat juga upaya untuk dapat mengontrol nafsu makan. Nafsu makan yang berlebihan, selain buruk untuk kesehatan badan juga buruk untuk kesehatan kantong, alias menyita biaya yang pada akhirnya berujung pada pemborosan. Rasulullah hanya mau makan bila beliau merasa sudah sangat lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Menurut Beliau makan hanya untuk menyambung hidup. Sabda Nabi SAW:

Yang artinya: “ Sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga lagi untuk nafas/udara.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Pola makan seperti Rasulullah SAW, dapat menghindarkan diri dari perilaku konsumtif dan kecenderungan memperturutkan hawa nafsu perut, yang pada akhirnya melahirkan berbagai macam penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

c. Menyambung silaturrahmi
menyambung tali silaturrahmi dapat membuat badan kita tetap sehat dan segar. Seperti sepele memang, namun kebiasaan Rasulullah ini benar-benar terbukti empiris membuat tubuhnya senantiasa sehat. Bila kita cermati lebih jauh, silaturrahmi dapa mempererat tali persauadaraan. Tali persaudaraan yang kuat memudahkan bagi kita untuk berbagi solusi untuk mengatasi problem kehidupan. Dengan mudahnya kita memperoleh solusi hidup, akan menghindarkan dari perasaan tertekan, stress, uring-uringan, dan sejenisnya. Allah juga berjanji bahwa orang yang gemar bersilaturrahmi akan diperluas rizkinyadan dipanjangkan umurnya. Nabi SAW bersabda:

Yang artinya: “Barangsiapa yang menginginkan rizkinya dimudahkan, dan usianya dipanjangkan, maka hendaklah dia menyambung silaturrahmi.”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad dari Anas bin Malik)

d. Menghindarkan diri dari mengonsumsi barang yang merusak
Mengonsumsi minum-minuman keras, makanan yang diharamkan, obat-obatan terlarang, jelas-jelas merugikan kesehatan. Bukan hanya kesehatan jasmani, namun kesehatan rohani, jiwa dan pikiran juga ikut terganggu. Mengonsumsi barang-barang tersebut juga merusak masa depan hidup seseorang. Kalau sudah demikian, hal ini juga sangat merugikan orang lain. Allah SWT berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu ke dalam kerusakan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

e. Banyak beroahraga
Berolahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Tidak perlu olahraga yang mahal, cukup berjalan-jalan atau berlari juga sangat singnifikan hasilnya. Olahraga dapat mengendorkan otot-otot yang kaku, memperlancar peredaran darah dan membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan ketahanan tubuh. Rasulullah juga orang yang gemar berolahraga. Tidak tanggung-tanggung, olahraga yang ditekuninya adalah memanah dan berkuda.

f. Banyak berpuasa
Puasa mempunyai peranan yang signifikan dalam menjaga kesehatan tubuh. Bukan hanya tubuh sehat yang kita dapat, pahala juga kita peroleh. Bukan saja fisik yang sehat, jiwa dan rohani kita juga ikut sehat. Puasa telah terbukti empiris dapat menyehatkan badan. Karena dengan puasa, kita memberikan waktu “istirahat” kepada ala pencernaan dari pekerjaan berat mencerna makanan yang tiada henti-hentinya. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya: “Berpuasalah, engkau akan sehat.”

Seorang istri shalehah hendaknya minta izin dahulu bila hendak puasa sunnah. Sabda Nabi SAW:

Yang artinya: “Tidak diperbolehkan bagi seorang istri untuk berpuasa sedangkan suaminya mengetahuinya kecuali ia mengizinkannya.” (HR. Bukhari)

Demikian kiat-kiat Rasulullah dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Semoga wanita-wanita muslimah memperhatikan kesehatan tubuhnya dan menjaganya dengan sebaik-baiknya, sebagai bukti syukur atas karunia Allah, dan untuk membahagiakan suami.

Sumber: Judul Buku: Sosok Wanita Calon Penghuni Surga
Penyusun: Mahfan SPd

Berikutnya >>>>

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2014/10/29, in Pustaka Islam. and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: