Ciri-Ciri Wanita Calon Penghuni Surga (bag. 4)


Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

______________________________________________________________

Wanita Yang Berbakti Kepada Orangtua
______________________________________________________________

1. Wajibnya Berbakti dan Haramnya Durhaka kepada Orangtua

Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an agar berbakti kepada orangtua. Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orangtua, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 23:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam memeliharamu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kedunya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Isra’: 23)

Dalam surat An-Nisa’ ayat 36 Allah SWT juga berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orangtua.” (QS. An-Nisa’: 36)

Allah menjelaskan alasan mengapa Allah memerintahkan seorang anak berbakti kepada kedua orantuanya. Ibunya telah mengandungnya selama sembilan bulan dalam keadaan lemah dan bertambah lemah. Ketika tiba waktu melahirkan, maka taruhannya adalah nyawa. Banyak ibu-ibu yang meninggal dunia ketika melahirkan seorang anak. Maka Rasulullah mengatakan bahwa seorang ibu yang meninggal dunia ketika melahirkan, adalah syahid, dan dijamin masuk surga jika beriman kepada Allah.

Setelah melahirkan, sang ibu menyusuinya selama dua tahun. Sang ibu merawat bayinya dengan penuh kasih sayang, dipenuhinya segala kebutuhan, bahkan sudah disiapkan sebelum kelahiran. Sang ibu rela kurang tidur karena menjaga anaknya jangan sampai digigit nyamuk atau harus menganti popok yang basah. Pendek kata segala upaya dilakukan oleh seorang ibu untuk membesarkan anaknya. Anaknya adalah segala-galanya baginya. Ia rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan sang bayi.

Setelah beranjak besar, selain memenuhi kebutuhan jasmaninya, — diberinya makanan yang bergizi, dan sandang yang sewajarnya – orangtua juga membekalinya dengan pendidikan yang terbaik, — ditanamkannya doktrin ketuhanan bahwa tiada tuhan selain Allah, diajarinya akhlak yang terpuji, dicarikannya lembaga pendidikan yang bermutu. Semua itu orangtua lakukan dengan harapan nantinya ia menjadi anak yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada orangtua, dan berguna bagi nusa dan bangsa. Allah SWT berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa; “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai, berikanlah kebikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.”
(QS. Al-Ahqaaf: 15)

Allah SWT juga berfirman dalam surat Luqman ayat 14:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan Kami telah memerintahkan manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Allah memerintahkan seorang anak untuk tetap berbakti dan berbuat baik kepada orangtua, meskipun mereka memaksa untuk mempersekutukan Allah. Firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. Luqman: 15)

Sejalan dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan wajibnya seorang anak untuk berbakti kepada orangtuanya. Banyak pula ayat-ayat yang menegaskan haramnya durhaka kepada orangtua. Bahwa durhka kepada orangtua merupakan dosa besar. Firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Katakanlah; “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).” (QS. Al-An’am: 151)

Dalam surat Al-Ahqaaf Allah SWT juga berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: “ah” bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar.” Lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanya dongengan orang-orang yang dahulu belaka.” (QS. Al-Ahqaaf: 17)

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orangtua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan wajibnya seorang anak berbakti dan berterima kasih kepada kedua orangtua. Jika orangtua mengajak kepada kemungkaran, seorang anak tidak boleh mengikutinya, namun tetap berbakti dan menggaulinya di dunia dengan baik.
Dalam kitab Mukasyafatul Qulub dijelaskan bahwa sedemikian pentingnya berbakti kepada orangtua hingga Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa AS:

“Hai Musa, sungguh siapa saja yang berbakti kepada kedua orangtuanya sekalipun durhaka kepada-Ku, dia tetap Aku catat sebagai orang yang berbakti. Dan siapa yang berbakti kepada-Ku, namun dia durhaka kepada kedua orangtuanya, maka dia akan Aku tulis sebagai orang yang durhaka.”

Sejalan dengan sangat dianjurkannya berbakti kepda orangtua, Allah pun melarang keras seorang anak untuk durhaka kepada orangtuanya. Dan menjadikannya dosa yang amart besar. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya: “Dari Abu Bakrah RA ia berkata; “Ketika kami bersama Rasulullah SAW, baginda bersabda: “Maukah aku ceritakan kepada kamu sebesar-besarnya dosa besar? Yaitu tiga perkara, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua, dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu. Saat itu baginda sedang bersandar lalu duduk. Baginda terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata: “Semoga baginda berhenti dari menyebutnya.”(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Oleh karena itu seorang wanita shalehah hendaknya memahami dengan sebenar-benarnya hakekat wajibnya berbakti kepada orangtua dan haramnya durhaka kepadanya. Untuk selanjutnya, memacu dirinya untuk berusaha berbakti kepada Allah yang telah menciptakannya dengan sebenar-benarnya, dan tidak lupa berbakti kepada orangtua yang telah membesarkannya dengan sebaik-baiknya.

2. Berbakti Kepada Orangtua Merupakan Sifat Barizah Para Nabi dan Rasul

Para Nabi dan Rasul adalah hamba-hamba pilihan yang diberi amanat untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mereka adalah sosok suri tauladan bagi ummat. Oleh karena itu semua tindak tanduk mereka merupakan contoh yang harus diteladani oleh setiap hamba-hamba yang beriman. Demikian halnya dengan sikap mereka terhadap para orangtuanya. Mereka para Nabi dan Rasul adalah sosok-sosok yang amat berbakti dan berkhidmat kepada orangtua mereka. Berbakti kepada orangtua merupakan sifat barizah (menonjol) bagi mereka para Nabi dan Rasul, walaupun orangtua jelas-jelas musyrik kepada Allah.

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan betapa para Nabi dan Rasul sangat berbakti kepada orangtua. Dalam surat Maryam ayat 32 Allah SWT menjelaskan bahwa Isa bin Maryam adalah anak yang berbakti kepada ibunya:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “(Demi Allah memerintahkan aku) berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”


Dalam surat Ibrahim ayat 41 Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim memohon ampun untuk orangtuanya, sebagai tanda bakti kepadanya. Padahal orangtuanya nyata-nyata musyrik dan menolak kebenaran:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: ”Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

Demikian juga Nabi Nuh ‘Alaihi Salam mengatakan hal yang sama dalam surat Nuh ayat 28:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)

Kemudian Nabi Yahya AS dalam surat Maryam ayat 14:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan banyak berbaktilah kepada kedua orangtuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)


Kemudian dalam surat An-Naml ayat 19 tentang Nabi Sulaiman AS Allah menjelaskan betapa mulia akhlak Nabi Sulaiman, menyakiti semut pun ia tidak mau. Walau diangerahi kerajaan manusia dan jin, Nabi Sulaiman tidak sombong, tetap tawaddhu serta berbakti kepada orang tuanya.

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa. “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai dan masukanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml: 19)

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada orangtua merupakan sifat yang menonjol bagi para Nabi dan Rasul. Semua Nabi berbakti kepada kedua orangtua mereka. Dan ini menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orangtua adalah syariat yang berlaku universal. Setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi selain diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada Allah, melaksanakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang munkar, juga diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada kedua orangtuanya.


Banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa berbakti kepada orangtua adalah sifat barizah atau sifat yang amat menonjol bagi para Nabi dan Rasul.
3. Hikmah Disariatkannya Birrul Walidain Setelah Bakti kepada Allah


Bila diperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an yang perintah berbakti kepada orangtua
(birrul walidain) adalah perkara kedua setelah mentauhidkan Allah. Bahwa perintah berbakti kepada orangtua berada pada posisi kedua setelah berbakti kapada Allah. Oleh karena itu bila selama ini seorang muslim mengkaji permasalahan tauhid kepada Allah, aqidah Ahlus sunnah wal jama’ah, maka selanjutnya wajib pula baginya untuk mengkaji masalah berbakti kepada kedua orangtua. Tidak boleh terjadi bagi seorang yang bertauhid kepada Allah namun ia durhaka kedua orangtuanya.

Dalam kitab Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadush Shalehin karangan Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaly disebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an ketika disebutkan tentang perintah bertauhid kepada Allah selalu diiringi dengan berbakti kepada kedua orangtua. Para ulama telah menjelaskan hikmah dari permasalahan ini, yaitu:


1. Allah SWT yang menciptakan dan Allah yang memberikan rizki, maka Allah SWT sajalah yang berhak untuk diibadahi. Sedangkan kedua orangtua adalah sebab adanya anak, maka kewajiban seorang anak untuk beribadah kepada Allah SWT harus diiringi dengan berbakti kepada kepada kedua orangtuanya.

2. Allah yang telah memberikan nikmat hamba-hamba-Nya, maka hanya Allah SWT saja yang wajib disyukuri. Kemudian kedua orangtua yang telah memberikan segala yang kita butuhkan seperti makan, minum, pakaian dan yang lainnya sehingga wajib bagi kita untuk berterima kasih kepada keduanya. Maka, kewajiban seorang anak atas nikmat yang diterimanya adalah bersyukur kepada Allah SWT dan bersyukur kepada kedua orangtuanya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Luqman ayat 14.

3. Allah adalah Tuhan manusia yang membina dan mendidik manusia dengan syariat Islam yang sempurna, maka Allah-lah yang berhak untuk dipuja, diagungkan dan dicintai. Demikian juga kedua orangtua yang telah mendidik anak sejak kecil dengan penuh kasih sayang, maka seorang anak harus bersikap tawadhu’ (merendahkan diri), dan berkhidmat kepada orangtua, serta berusaha untuk menyenangkan hati orangtua dan tidak menyakitinya.

Demikian beberapa hikmah yang dapat dipetik dan disyariatkannya birrul walidain setelah bertauhid dan berbakti kepada Allah. Sebuah syariat yang penuh hikmah dari Allah Yang Maha Hikmah dan Maha Bijaksana. Hikmah-hikmah yang harus diketahui oleh seorang wanita yang shalehah, betapa mulia dan utamanya berbakti kepada Allah dan kepada kedua orangtuanya.

Sumber: Judul Buku: Sosok Wanita Calon Penghuni Surga
Penyusun: Mahfan SPd

Selanjutnya >>>>

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2014/10/29, in Pustaka Islam. and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: