Ciri-Ciri Wanita Calon Penghuni Surga (bag. 2)


Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

_________________________________________________________

Wanita yang Berahklak Mulia
_________________________________________________________

1. Amanah

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni SurgaAmanah merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap umat Islam. Amanah kebalikan dari khianat, di depan orang bersikap lugu, namun di belakang siap “menerkam” seperti serigala.

Sikap amanah adalah perilaku yang mengedepankan tanggung jawab di atas kepentingan diri sendiri. Jika ia sebagai seorang istri, ia diamanati untuk menjaga rumah dan mendidik anak-anaknya ke jalan yang benar. Menjaga rumah dalam arti menjaga harta suaminya. Istri shalehah harus bertindak sebagai “pagar penjaga tanaman bukan pagar makan tanaman.”

Alangkah indahnya hidup dalam suasana penuh amanah. Suami akan merasa tentram meninggalkan rumah. Sebailknya istripun merasa tentram karena tidak ada hal yang perlu dirisaukan dari suaminya. Sikap amanah akan menentramkan jiwa dan membuat rumah tangga penuh sinergi. Istri shalehah tidak akan menggunakan harta suaminya atau membelanjakannya tanpa seizin suaminya. Ia akan menjaganya sebagai suatu amanah yang dititpkan kepadanya.


“Maukah aku beritahu sebaik-baik wanita yang dimiliki seseorang, yakni wanita shalehah yang jika memandangnya menyenangkan hati, jika ia memerintahnya ia menaatinya, dan jika ia pergi, maka wanita itu akan menjaganya.”
(HR. Ahmad dan Abu Daud)

2. Jujur

Jujur adalah perhiasan bagi wanita shalehah. Ia selalu berbuat jujur di manapun dan kapanpun. Setiap orang tidak ada yang mau dibohongi, apalagi suami yang selalu berinteraksi setiap saat. Istri yang berperilaku lain di hati, lain di mulut, seperti buah kedondong yang terlihat mulus dan halus di luar namun di dalamnya penuh duri. Orang yang berbohong menunjukkan bahwa dalam dirinya tidak terdapat iman dan ingkar terhadap ayat-ayat Allah. Firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 105:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.”

Wanita muslimah selalu meyakini bahwa kejujuran dapat membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke jalan yang diridhai Allah yaitu surga. Sedangkan perbuatan dusta akan mengantarkan ke jalan sesat jalan yang dimurkai Allah yaitu neraka. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya: “Sesungguhnya berkata benar itu menyebabkan kebajikan dan kebajikan menyebabkan masuk surga. Dan orang yang suka berkata benar akan di tulis di sisi Allah sebagi orang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka. Dan orang yang berdusta akan di tulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muttafaq Alaih)

Oleh karena itu hendaknya wanita muslimah selalu berusaha untuk menjadi orang yang jujur baik dalam ucapan maupun perbuatan, sehingga mempunyai nilai lebih di banding dengan wanita-wanita lainnya.

Istri yang tidak jujur bisa mengadu domba keluarga. Ia bisa saja mengarang cerita yang dapat meretakkan rumah tanganya. Misalnya dengan mengatakan “ibumu tidak menyukaiku” atau “tadi aku dimarahi ibumu” dengan tujuan agar suaminya membenci ibunya sendiri atau keluarga lainnya. Padahal ibunya tidak pernah mengatakan atau tidak pernah berbuat apapun.

Kejujuran menjadi salah satu tonggak keluarga sakinah. Istri yang jujur adalah aset keluarga yang harus dijaga. Tetapi sebaliknya, jika seorang istri menutupi kebenaran dengan kebohongan yang ia buat-buat, maka keutuhan keluarga akan morat-marit.

3. Sabar

Wanita shalehah tentu memiliki sifat sabar. Hal ini terlihat dari kehidupan yang dijalani bersama orang-orang terdekat atau bahkan dengan masyarakat luas lainnya. Seorang istri sangat dituntut untuk mempunyai sifat penyabar, karena kesibukan yang dialaminya di dalam rumah tangga, mengurus anak-anaknya yang memerlukan ekstra kesabaran. Jika kebiasaan rutinitas yang dilaluinya tidak disertai dengan kesabaran niscaya akan merasa stress dan frustasi. Karena kesabaran akan menguatkan jiwa dan memberikan cahaya ketentraman.

Istri shalehah akan sangat bahagia dengan banyaknya kesibukan yang dialami di rumah, karena dengan demikian semakin banyak pahala yang akan didapat. Semua itu akan dikerjakan dengan penuh semangat tanpa ada keluh-kesah. Ia akan bersikap rileks dan menikmati pekerjaan itu. Jika pekerjaan yang akan dikerjakan itu selesai ia bersyukur dan jika tidak selesai bartawwakal kepada Allah. Itulah buah dari kesabaran.

Sikap sabar bukan hanya diam dan bertopang dagu, melainkan suatu tekad yang disertai usaha keras untuk mendapatkannya serta bertawwakal ketika tidak berhasil. Sabar dalam kehidupan rumah tangga berarti bertekad manjadi istri shalehah, dengan berusaha sekuat tenaga bekerja sesuai dengan kemampuan untuk mencapai cita-cita itu. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 153:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Istri shalehah akan tetap melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil (kalimat thayyibah) saat mencuci, menyapu, memandikan anak, atau mengerjakan pekerjaan lainnya. Membuat hatinya sejuk seolah tidak merasakan beratnya beban pekerjaan yang sedang dikerjakan. Dan sebaliknya istri yang durhaka menjadikan pekerjaan rumah tangganya itu sebagai beban. Hal ini yang mengakibatkan stress selalu menggerutu dalam mengerjakan apapun. Padahal dengan stress dan menggerutu, pekerjaan akan semakin berat.


4. Pemaaf

Seperti halnya keanggunan fisik, keanggunan rohani seorang wanita muslimah pun harus dibina. Keanggunan rohani ini dibina atas dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sehingga jiwanya yang selalu disirami dengan petunjuk Islam tidak akan tersempitkan oleh perasaan dengki dan senantiasa bermurah hati terhadap keluarganya, saudaranya, dan teman-temannya.

Maka apabila jiwanya disulut kemarahan, baik oleh keluarganya sendiri, saudaranya, bahkan teman-temannya, dia akan meredam kemarahan tersebut dan akan memaafkannya dengan mudah tanpa terbebani suatu apapun dan tanpa merasa dihinakan atau dirugikan dengan pemberian maaf tersebut. Bahkan sebaliknya, pemberian maaf yang bersumber dari ketulusan di lubuk hati yang paling dalam terdapat kebaikan yang sangat dicintai Allah SWT serta akan semakin mendekatkan dirinya kepada-Nya. Sebagaiaman firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang -orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Yang demikian itu karena benih-benih kemarahan apabila dibiarkan berkecamuk dan tumbuh di dalam hati manusia tanpa terkendalikan, akan berubah menjadi kedengkian dan iri hati. Keduanya merupakan penyakit hati yang lebih besar mudharatnya dari pada kemarahan itu sendiri. Tetapi jika kemarahan itu diikuti dengan maaf, akan meredam gejolak kemarahan itu dan membersihkan jiwa dari kedengkian, kebencian dan kejengkelan. Maka dengan memberikan maaf itulah sudah termasuk dalam tingkatan iksan. Siapa saja dari kaum muslimin atau muslimat yang dapat mencapainya akan dicintai Allah SWT.

Oleh karena itu seorang wanita muslimah hendaknya mampu mengontrol amarahnya. Karena kemarahan yang bergejolak di dalam dirinya merupakan beban yang sangat berat bagi jiwa pada saat menahan amarah itu. Dan hanya dengan memberikan maaf dan berjabat tangan pada saat kemaraahan itu bergejolaklah yang dapat meringankan beban itu. Bahkan, dia akan merasakan sejuknya ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang menghiasi dan menyelimuti hatinya.

Tidak ada ruginya memberi maaf. Karena Allah akan menambah kemuliaan orang yang memberi maaf dan yang berlapang dada, serta mengangkat derajatnya di hadapan manusia. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya: “Allah tidak akan menambahkan maaf yang diberikan seseorang melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan dia akan ditinggikan derajatnya beberapa derajat.” (HR. Muslim)

5. Gemar Memberi Nasihat

Di antara akhlak mulia bagi wanita muslimah selain memberikan maaf kepada saudaranya yang telah mendzaliminya adalah memberikan nasihat. Dalam artian memberikan nasihat karena Allah, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awam di antara mereka, seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

Yang artinya: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan orang awam di antara mereka.” (HR. Muslim)

Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW telah mendefiniskan agama itu adalah nasihat. Jadi sudah barang tentu memberikan nasihat adalah fondasi dan tiang utama bagi agama. Bahkan memberikan nasihat, baik nasihat untuk selalu berbuat kebajikan atau pun nasihat untuk menghindari perbuatan yang buruk adalah kewajiban bagi kaum muslimin atau muslimat. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Namun ironisnya, pada zaman modern sekarang ini, kebanyakan orang lebih mengedepankan akalnya darpada jiwa dan perasaannya, sehingga menimbulkan sikap individualisme yang tinggi dan seolah tidak membutuhkan bantuan serta nasihat orang lain. Padahal yang demikian itu sangat bertolak belakang dengan apa yang diajarkan Islam kepada umatnya. Karena dalam Islam, selalu mengajarkan persaudaraan dan kebersamaan antara satu dengan lainnya. Bahkan seorang muslim dituntut untuk mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Yang artinya: “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Untuk merealisasikan kecintaan kepada saudara melebihi kecintaan kepada diri sendiri, tidaklah mudah semudah seperti membalikkan telapak tangan. Khususnya bagi orang-orang yang bersifat individualis dan orang-orang yang di dalam hatinya bersarang sifat dengki, iri hati dan kebencian kepada saudaranya. Bukan hanya enggan untuk memberikan nasihat, bahkan bisa jadi dia selalu berusaha untuk membinasakan saudaranya.

Wanita muslimah yang benar-benar taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sudah seyogyanya kecintaan kepada saudaranya yang melebihi kecintaan kepada dirinya sendiri mengakar kuat di dalam perasaannya. Karena kecintaan itu termasuk syarat dan kesempurnaan iman dan agamanya yang harus ia gapai dengan berlandaskan pada nasihat. Bahkan memberikan nasihat adalah nilai luhur yang uda sewajarnya untuk dilakukan kepada saudara dan teman-temannya dalam kehidupan dan tingkah lakunya. Sehingga dia bisa menjadi cermin dan teladan yang selalu diharapkan budi baiknya dalam memberikan nasihat dan meluruskan mereka. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah:

Yang artinya: “Orang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Apabila dia melihat aib pada diri saudaranya dia akan memperbaikinya.”

Oleh karena itu jika hubungan wanita shalehah yang demikian itu mendapatkan tempat dan posisi yang tinggi di tengah-tengah saudara-saudarnya. Seandainya dia ingin turun dari tempat ini, dia tidak akan mampu. Karena orang yang telah terbiasa hidup ditempat yang suci dan penuh aroma cinta tidak bisa turun ke tempat yang lebih rendah yang penuh dengan kedengkian, kebencian, dan pengkhianatan. Sebagaimana minyak kesturi yang hanya menyebarkan wangi-wangian, dan tanah yang subur hanya akan menumbuhkan yang baik-baik.

6. Selalu Menepati Janji

Salah satu cerminan akhlak wanita muslimah yang shalehah adalah senantiasa menepati janji. Karena menepati janji adalah sifat terpuji yang menujukkan keluhuran wanita yang senantiasa menjadikannya sebagai perhiasan yang menghiasai hatinya. Dengan sifat itu pulalah seorang wanita muslimah akan mendapatkan jati dirinya serta mendapatkan simpati dan penghormatan dari orang lain dalam hidup bermasyarakat.

Menepati janji, adalah akhlak mulia seorang wanita muslimah yang bukan merupakan keindahan sosial semata, sehingga dapat dibanggakan di hadapan sahabat dan teman-temannya. Akan tetapi hal itu merupakan akhlak dasar Islam dan menjadi penunjuk paling nyata dalam kebenaran iman dan Islam. Dan di dalam kitab Allah atau dalam hadits-hadits Rasulullah SAW telah banyak dijelaskan tentang perintah untuk menghiasi diri dengan menepati janji. Salah satu di antaranya:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 34)

Menepati janji adalah perintah Sang Khalik kepada hamba-hamba-Nya, khususnya kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan agar selalu menerapkannya dalam amaliyahnya. Dan tidak ada suatu alasan pun untuk mengindar darinya, karena tidak seyogyanya seorang muslim dan muslimah untuk mengingkari janji yang telah disepakati.

Islam sangat membenci orang yang banyak bicara dan selalu mengobral janji. Siapa saja di antara orang-orang muslim, baik laki-laki atau perempuan yang selalu berkata dusta, mengobral janji dengan tidak menepatinya, sungguh dia telah menjerumuskan dirinya sendiri pada kebencian dan kemurkaan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaf: 2-3)

Oleh karena itulah, Islam telah mengategorikan pengingkaran dan pengkhianatan janji sebagai perbuatan yang sangat keji. Bahkan hal ini menjadkan pelakunya sangat hina di dunia dan akan menyebabkan wajahnya hitam kelam di akhirat kelak. Karena Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sabdanya bahwa setiap pengkhianat akan digiring kelak pada hari kiamat dengan membawa bendera pengkhianatannya, kemudian akan dipanggil para saksi yang akan memberikan kesaksiannya itu:

“Setiap pengkhianat akan membawa bendera pengkhianatannya pada hari kiamat kelak, dikatakan, inilah pengkhianat si fulan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Alangkah malunya orang-orang yang selalu mengingkari janji, baik laki-laki ataupun perempuan yang mengira perbuatannya itu tidak akan terungkap. Karena pada hari kiamat kelak mereka akan mengangkat bendera tinggi-tinggi sebagai tanda pengkhianatannya itu. Sedangkan Rasulullah SAW juga mengategorikan orang-orang yang mengingkari janji adalah termasuk golongan orang-orang munafiq. Beliau bersabda:

Yang artinya: “Tanda orang munafiq itu ada tiga: Apabila berbicara selalu bohong, apabila berjanji selalu mengingkari, dan apabila dipercaya dia berkhianat.” (Muttafaq ‘Alaih)

Cap munafiq pada orang-orang yang selalu mengingkari janji sudah barang tentu memperburuk rasa malu mereka, baik rasa malu kepada Allah SWT atau kepada sesamanya. Selain itu, mengingkari janji yang merupakan salah satu dari tiga ciri orang munafiq, akan menjadikan diri mereka sangat hina di hadapan Allah atau di hadapan sesamanya. Bahkan bagi orang-orang munafiq tiada tempat baginya di akhirat kelak, selain di dasar nereka. Sebagaimana firman Allah SWT:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An-Nisa’: 145)

Sesungguhnya amal shaleh wanita shalehah tidaklah hanya terpaku pada aspek ibadah semata, namun ditekankan pula pada interaksinya dengan ajaran Islam dan budi pekerti yang luhur yang mempu menggapai ridha Allah SWT, Rasul-Nya serta rasa kasih sayang dari sesamanya. Namun untuk menggapai semuanya, wanita muslimah hars senantiasa berpegang teguh pada ajaran dan patunjuk agamanya, yang akan menjadi tameng perbuatan-perbuatan yang dapat mencemari akhlak luhurnya.

Sumber: Judul Buku: Sosok Wanita Calon Penghuni Surga
Penyusun: Mahfan SPd

Selanjutnya >>>

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2014/10/29, in Pustaka Islam. and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: