Ciri-Ciri Wanita Calon Penghuni Surga (bag. 1)


Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

______________________________________________

Wanita yang Taat Beragama
______________________________________________

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Seorang wanita memiliki tugas yang sangat berat di banding laki-laki. Wanita adalah sosok multifungsi, ia sanggup melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya. Pekerjaan rutinitas di dalam keluarga yang sangat kompleks mampu diselesaikannya dengan sabar. Setiap wanita mampu mengerjakan pekerjaan laki-laki, tetapi sebaliknya lai-laki belum tentu mampu mengerjakan pekerjaan wanita.

Oleh karena itu, figur seorang wanita muslimah yang shalihah sangat diperlukan. Bahkan, apabila kita melihat serta memperhatikan perjuangan serta pengorbanan yang dilakukan para Nabi, ulama dan orang-orang shaleh terdahulu, mereka mendapatkan kesuksesan tdak terlepas berkat usaha serta motivasi yang diberikan oleh para istri, ibu, atau bahkan anak-anak wanitanya. Sebagai contoh peran penting yang diemban Khadijah RA ketika mendampingi Rasulullah SAW dalam berda’wah.

Ketika itu Khadijah mempunyai harta benda yang sangat banyak, ia rela mengorbankan harta bendanya itu untuk memajukan penyebaran Islam. Khadijah adalah wanita pertama yang membenarkan kerasulan Nabi Muhammad di tengah-tengah terjadnya krisis kepercayaan dari kaum Quraisy. Dan ketika Nabi mendapat wahyu pertama, maka Khadijah yang menghibur dan meyakinkan bahwa Nabi kelak akan mengangkat derajat kaumnya ke tempat yang paling tinggi. Dan masih banyak lagi contoh wanita yang sangat berperan untuk kemajuan dan kesuksesan laki-laki. Sebagai pribadi muslimah yang religius, seoang wanita shalehah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Menjalankan Perintah Allah dengan Penuh Keikhlasan

Setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan diperintahkan untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Hal ini tidaklah mengherankan, karena manusia diciptakan adalah untuk menyembah Allah. Dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan ini tidak ada perbedaan yang siknifikan antara laki-laki dan perempuan, hanya saja ada beberapa masalah yang hanya diperuntukkan kepada kaum wanita, atau sebaliknya. Allah telah menciptakan manusia dengan tujuan agar mereka menyembah-Nya. Sebagaimana firman-Nya:Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyah: 56)

Segala bentuk pengabdian dan tata cara peribadatan telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dengan demikian, segala bentuk peribadatan dan sesembahan yang ditujukan kepada selain Allah, maka batal dan rusak. Tidak akan membawa manfaat atau mudharat bagi pelakunya. Dalam menjalankan peribadatan kepada Allah, harus dengan penuh kesadaran dan keikhlasan karena Allah semata. Allah tegaskan dalam Al-Qur’an:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Jadi tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak beribadat kepada Allah karena situasi yang tidak mendukung. Kehidupan modern saat ini, dengan kemajuan yang demikian pesat memudahkan bagi seorang hamba untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Walau dalam kehidupan yang nyata, banyak sekali contoh wanita muslimah yang selalu mengerjakan perintah Allah padahal ia berada di lingkungan yang tidak kondusif.

Hal ini bisa kita bisa lihat dari keteguhan hati serta keimanan yang mendalam yang dialami oleh istri Fir’aun. Seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an Fir’aun adalah seorang raja yang dzalim. Ia selalu bertindak sewenang-wenang, membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil, bahkan menganggap dirinya tuhan yang paling tinggi.

Namun, istrinya adalah wanita yang shalehah. Ia begitu tertarik untuk mengasuh bayi musa yang ia temukan di tepian Sungai Nil. Ia pun membujuk Fir’aun untuk merawat, mendidik serta membesarkan Musa, padahal Fir’aun sendiri ingin membunuh bayi itu karena ia khawatir bayi itu akan membinasakannya kelak di kemudian hari.

Namun, seiring dengan pertumbuhan Nabi Musa AS dalam pengasuhan istri Fir’aun dan penyusuan ibunya sendiri, terjadilah perubahan yang mendasar pada diri istri Fir’aun. Perubahan itu dipengaruhi oleh perkembangan dakwah Nabi Musa dan kedzaliman yang dilakukan oleh Fir’aun yang semakin meningkat. Ia semakin mantap dengan keimanan yang ia miliki meskipun godaan kekafiran mengelilinginya. Contoh ini selayaknya dijadkan motivasi oleh para wanita yang hidup di zaman sekarang yang serba menjanjikan.

2. Memelihara Shalat Fardhu

Shalat merupakan tiang agama. Orang yang telah mengerjakan shalat dengan baik maka ia telah mendirikan agamanya dengan baik pula. Shalat terbagi ke dalam dua bagian, shalat sunnah dan shalat wajib (shalat fardhu).

Shalat yang diwajibkan bagi tiap-tiap orang yang dewasa dan berakal ialah lima kali sehari semalam. Dan mula-mula turunnya perintah wajib shalat itu ialah pada malam Isra’ Mi’raj, setahun sebelum Hijrah. Mengerjakan shalat fardhu merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan. Allah sangat menghargai orang-orang yang memelihara shalatnya, dengan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 1, 2 dan 9:

Yang artinya: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya …. dan orang-orang yang yang memelihara shalatnya.”

Seorang muslimah tentu mengetahui bahwa shalat merupakan tiang agama, dan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Sedangkan wanita merupakan tiangnya Negara yang harus berdiri dengan kokoh agar Negara tersebut kuat. Jadi kalau kita perhatikan antara shalat fardhu dengan wanita muslimah sama-sama memiliki peran yang sangat besar. Seorang wanita muslimah yang menghabiskan waktunya berada di rumah merupakan panutan bagi anak-anaknya dalam segala hal.

Begitupun dalam melaksanakan ritual ibadah keagamaan, seperti shalat fardhu, puasa, berbuat baik kepada orang lain dan lain-lain. Panutan atau contoh yang baik merupakan pendidikan yang sangat sederhana tetapi banyak pengaruhnya. Seorang anak akan selalu mencontoh apa saja yang dilakukan orang tuanya terutama ibunya yang selalu berada di dekatnya.

Shalat merupakan ibadah yang berhadapan langsung antara Sang Pencipta dengan hamba-Nya. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita sebagai hamba-Nya dalam melaksanakan shalat ini dengan penuh kekhusyuakan. Shalat yang dilakukan dengan dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan mendalam akan menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Utsman bin Affan RA berkata; “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Yang Artinya: “Tidaklah ada di antara orang muslim jika tiba waktunya shalat fardhu, lalu ia membaguskan wudhunya, khusyuknya dan ruku’nya, melainkan shalat itu menjadi penebus dosa-dosa sebelumnya, selagi tidak melakukan dosa-dosa besar, dan yang demikian itu berlaku selama-lamanya.” (HR. Muslim)

Shalat fardhu merupakan amalan pertama yang ditanya Allah di hari kiamat kelak. Oleh karena itu setiap muslim baik lai-laki maupun perempuan di haruskan tidak meninggalkan shalat fardhu. Banyak keringanan-keringanan (rukhsah) yang telah ditetapkan oleh agama, di antaranya apabila seorang muslim itu tidak mampu untuk shalat berdiri, maka shalatnya itu harus dilakukan dengan duduk, dan kalau tidak mampu untuk duduk, maka ia harus shalat dengan berbaring, dan kalau tidak mampu berbaring boleh dilakukan dengan telentang, kalau tidak mampu juga, maka ia harus shalat semampunya sekalipun dengan isyarat. Yang terpenting adalah tidak boleh meninggalkan shalat selama iman melekat di dadanya.

3. Berpuasa Ramadhan

Puasa adalah “menahan diri dari segala sesuatu,” seperti menahan makan, minum, nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebagainya.

Ibadah puasa yang diwajibkan kepada ummat Nabi Muhammad SAW bukanlah sesuatu ketentuan yang baru. Ibadah ini juga dilakukan oeh para Nabi dan ummat sebelumnya, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Isa dan lain-lainnya. Risalah puasa yang dilakukan Nabi Dawud bahkan menjadi salah satu puasa yang dianjurkan untuk mengerjakannya bagi ummat Nabi Muhammad SAW. Mengenai kewajiban puasa Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang ditentukan.” (QS. Al-Baqarah: 183-184)

Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban yang dijalankan oleh setiap umat Islam baik laki-laki maupun perempuan, menurut rukun dan syarat yang telah ditentukan. Bagi setiap muslim laki-laki berpuasa haruslah sebulan penuh jika tidak ada halangan yang membebaninya seperti sakit parah atau berpergian sangat jauh.

Tetapi puasa bagi setiap wanita muslimah tentulah ada batas agar ia tidak berpuasa seperti ketika datangnya haid, nifas, mengandung, menyusui (dikhawatirkan akan mempegaruhi perkembangan anaknya), sakit parah atau berpergian jauh.

Puasa yang dijalankan pada bulan Ramadhan haruslah dijalankan selama satu hari penuh selama sebulan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Akan tetapi jika dalam melaksanakan puasa tersebut ada hal-hal yang dapat meringankan orang tersebut untuk berbuka maka hendaklah ia berbuka. Orang-orang yang diperbolehkan berbuka pada bulan Ramadhan antara lain:

(a) Orang yang sakit yang tidak mampu untuk berpuasa, atau apabila berpuasa maka sakitnya akan bertambah parah. Maka boleh berbuka, dan wajib meng-qadha setelah sembuh.

(b) Orang yang dalam perjalanan jauh, dan harus menggantinya di lain hari selain di bulan Ramadhan.

(c) Orang tua yang sudah lemah , tidak kuat lagi berpuasa karena tuanya, atau karena lemah fisiknya bukan karena tua, tetapi ia harus membayar fidyah (bersedekah) tiap hari ¾ liter beras atau yang sama dengan itu (makanan yang mengenyangkan kepada fakir miskin).

(d) Orang hamil dan orang menyusui anak (dikhawatirkan akan menimbulkan mudharat kepada dirinya atau anaknya) dan wajib menggantinya di lain waktu.

Seorang wanita shalehah menyadari benar bahwa berpuasa di bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, barakah serta ampunan. Barang siapa yang mengerjakan puasa di bulan Ramadhan ikhlas karena Allah SWT dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT, maka akan diampuni segala dosa yang telah lalu. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Yang artinya: “Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan maka Allah akan mengampuni dosa yang terdahulu dan dosa yang akan datang.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Puasa merupakan ibadah yang sarat makna, mengandung banyak keistimewaan dan keutamaan. Hal ini dikarenakan Allah Maha Hikmah, sehingga apa yang diperintahkan-Nya mengandung banyak kemaslahatan dan sama sekali tidak membawa mudharat atau kesengsaraan. Di antara keistimewaan ibadah puasa adalah sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman: “Semua amalan anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa, maka itu adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan ganjaran. Puasa merupakan benteng, maka ketka berpuasa janganlah seseorang berkata keji atau berteriak-teriak atau mencaci-maki. Jika ia dicaci-maki atau diajak berkelahi maka hendaknya ia berkata: “Saya sedang berpuasa” sampai dua kali. Demi Allah yang nyawa Muhammad ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari bau kesturi. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yang menyenangkan hati: Ketika berbuka ia bergembira dengan berbuka dan ketika bertemu dengan Tuhannya, ia akan bergembira karena puasanya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i)

Tujuan dari puasa adalah membentuk manusia-manusia beriman yang takwa kepada Allah. Takwa adalah derajat tertinggi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu ia akan selalu menjauhi segala perbuatan yang akan mempengarhui keagungan bulan suci ini. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pada hakekatnya seorang wanita lebih menyukai hal-hal yang sedikit menyimpang, seperti menceritakan aib orang lain atau biasa yang disebut ngerumpi atau ghibah, atau bahkan sampai lupa waktu akibat ia suka bertetangga, terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga yang tiada habisnya. Hal ini yang dapat mengurangi pahala puasa, dan ia pun tidak bisa memanfaatkan waktu untuk berbuat baik seperti membaca Al-Qur’an (tadarus), serta mengerjakan amal-amal shaleh lainnya.

4. Menunaikan Zakat

Menurut bahasa, Zakat berasal dari kata “zakka, yuzakki, tazkiyah” yang artinya menyucikan. Sedangkan menurut istilah, zakat berarti mengeluarkan sebagian harta yang telah mencapai nisab untuk diberikan kepada mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) menurut ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk menyucikan harta benda yang dimilikinya dari hal-hal yang tidak halal. Sedangkan yang dimaksud dengan nisab yaitu batas minimal dari harta yang harus dikeluarkan zakatnya. Firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 103:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Pada dasarnya zakat terbagi dua bagian, yaitu zakat fitrah dan zakat harta. Zakat fitrah biasanya dikeluarkan setelah masuk waktu Ramadhan sampai hari Idul Fitri. Zakat fitrah ini dapat berupa uang atau bahan makanan yang biasa dijadikan bahan makanan pokok yang berlaku di daerah tersebut.

Sedangkan zakat harta yang wajib dikeluarkan dapat berupa binatang ternak, emas dan perak, bahan makanan yang mengenyangkan, buah-buahan, harta perniagaan. Zakat, mempunyai manfaat yang sangat banyak, bukan hanya untuk orang yang berzakat tetapi juga untuk masyarakat yang berada di lingkungan tersebut. Di antara manfaat zakat itu adalah:

(a) Menolong orang yang lemah dan susah agar dia dapat menunaikan kewajiban terhadap Allah dan terhadap masyarakat lainnya.

(b) Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak yang tercela, serta mendidik diri agar bersifat mulia dan pemurah dengan membiasakan membayarkan amanat kepada orang yang berhak.

(c) Sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas nikmat dan kekayaan yang diberikan kepada-Nya.

(d) Mencegah terjadinya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh si miskin.

(e) Medekatkan hubungan kasih sayang dan cinta mencintai antara si miskin dan si kaya.

Seorang muslmah sejati paham akan hak orang lain ada pada harta yang ia miliki. Maka ia berikan hak tersebut bagi yang pantas menerimanya dalam bentuk zakat. Mengeluarkan zakat sangat dianjurkan oleh agama karena dapat menyucikan harta dan jiwa. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Yang artinya: Dari Abu Hurairah RA: “Seorang lelaki kampung telah datang menghadap Rasulullah SAW lalu berkata: Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang membolehkan aku memasuki surga. Rasulullah SAW bersabda: Engkau hendaklah mengabdikan diri kepada kepada Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dirikan sembahyang sebagaimana yang difardhukan dan keluarkanlah zakat yang diwajibkan serta berpuasalah pada bulan Ramadhan. Lalu orang itu berkata: Demi Allah yang berkuasa atas diriku, aku tidak akan menambah atau menguranginya sama sekali apa yang telah dijelaskan kepadaku. Setelah orang itu keluar, Rasulullah SAW pun bersabda” barang siapa yang ingin melihat ahli surga maka lihatlah kepada lelaki ini.” (HR. Bukhari)

Seorang muslimah sejati memahami benar kewajiban zakat yang diperintahkan kepadanya. Ia akan melaksanakannya dengan penuh kesadaran sesuai syariat yang telah ditentukan.

Sumber: Judul Buku: Sosok Wanita Calon Penghuni Surga
Penyusun: Mahfan SPd

Selanjutnya >>>

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2014/10/29, in Pustaka Islam. and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: