Ciri-Ciri Wanita Calon Penghuni Surga


Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

______________________________________________

Muqadimah
______________________________________________

1. Anjuran Menyegerakan Diri Meraih Surga

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni SurgaSurga diperuntkukkan bagi hamba-hamba yang beriman, tunduk dan patuh kepada segala aturan-aturan Allah. Surga adalah tempat segala kenikmatan. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi yang menggambarkan keadaan surga sebagai sumber kenikamatan. Namun belum dapat menggambarkan dengan jelas hakekat keadaannya. Bahkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda:Allah SWT berfirman: “Aku telah sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.”Allah SWT berfirman dalam surat As-Sajdah ayat 17 mengenai sifat dan keadaan surga:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Allah telah mendorong hamba-hamba-Nya untuk menyegerakan diri meraih ampunan Allah dan surga-Nya. Firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 133:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

Yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Dalam surat Al-Baqarah ayat 148 Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan beramal shaleh:

Yang artinya: “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.”


Dalam surat Al-Maidah ayat 2, Allah menyuruh kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan melarang saling menolong dalam keburukan. Karena kebaikan akan mengantarkan ke dalam surga dan keburukan akan mengantar ke dalam neraka:

Yang artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

2. Kewajiban Membentengi Diri dan Keluarga dari Siksa Neraka

Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk membentengi diri dan keluarga dari siksa api neraka. Allah SWT berfirman:

Ciri-ciri Wanita Calon Penghuni Surga

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Di dalam surat lainnya Allah SWT berfirman:Yang artinya: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)


Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.


Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah dalam banyak haditsnya, di antaranya hadits shahih dari Abu Huraiah RA, bahwasanya beliau bersabda:

Yang artinya:
“Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


3. Wanita Penghuni Terbanyak Neraka


Allah SWT telah menyediakan neraka sebagai balasan bagi hamba-hamba-Nya yang kufur dan ingkar kepada-Nya, dan suka berbuat kerusakan di muka bumi. Mengenai kebanyakan penghuni neraka, Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam haditsnya:

Yang artinya: “Aku diperlihatkan neraka ternyata kebanyakan penghuninya wanita yang kufur. Para sahabat bertanya; Apakah ia kufur kepada Allah? Rasulullah menjawab; ‘Tidak’ Mereka hanya kufur pada suaminya, mereka mengingkari kebaikannya. Jika ia berbuat baik terhadap saah seorang di antara mereka, mereka menyanjungnya. Kemudian apabila terhadap sedikit kejelekan, ia berkata; Aku belum pernah melihatmu berbuat baik terhadapku,” (HR. Bukhari)


Dalam hadits yang lainnya, Rasulullah SAW menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda:

Yang artinya: “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakekatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah RA)

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW di atas, dan sabda-sabdanya yang lain, dapat diambil pemahaman mengenai sebab dimasukkannya wanita ke dalam neraka. Bahkan mayoritas penghuni neraka adalah wanita, antara lain:

a. Enggan Berbakti kepada Suami

Berbakti kepada suami wajib dilakukan oleh seorang istri, mengingat besarnya hak suaminya atas dirinya. Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Al-Bazzar dari ‘Aisyah menjelaskan bahwa suami adalah orang yang paling utama ia tunakan haknya. Dalam hadits disebutkan bahwa;

Yang artinya: “Tidak sepantasnya manusia menyembah manusia yang lain. Andaikata manusia pantas bersujud manusia yang lain, niscaya aku akan menyuruh wanita untuk bersujud suaminya, karena besarnya hak suaminya atas dirinya.” (HR. Ahmad dari Anas bin Malik)

Seorang wanita belum bisa dikatakan telah menunaikan segala kewajibannya kepada Allah, bila kewajiban kepada suaminya belum ia tunaikan dengan sebenar-benarnya. Nabi SAW bersabda:

“Seorang istri belum dikatakan menunaikan kewajibannya kepada Allah hingga ia menunaikan kewajiban kepada suaminya seluruhnya.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin Abi Aufa)


b. Kufur Terhadap Kebaikan Suami

Rasulullah SAW menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Seorang istri yang mengingkari kebaikan suami, bukan saja menyulut amarah suaminya, namun menyulut amarah Allah. Allah akan menjadikan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, akibat kufurnya terhadap suami, dan tidak pandai berterima kasih.

Bila merasa bahwa nafkah suaminya kurang bisa mencukupi kebutuhannya, usahakan untuk berhemat, terus dorong suami untuk rajin berusaha, dan bila mungkin mencari sela yang dapat mendatangkan rezeki bagi keluarganya, dengan catatan masih dalam koridor ketaatan kepada aturan-aturan agama. Dalam hadits riwayat Nasa’i dari Abdullah bin ‘Amr disebutkan:

Yang artinya: “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”

Oleh karena itu hendaknya seorang wanita pandai berterima kasih kepada suaminya. Sesedikit apapun nafkah yang ia terima, hendaknya diterima sebagai berkah bagi keluarga. Sekecil apapun kebaikan suami, hendaknya ia hargai. Istri yang pandai berteriam kasih kepada suami, pasti pandai berterima kasih kepada Allah. Dan Allah akan menambah karunia bagi orang yang pandai berterima kasih kepada-Nya.

c. Tabarruj
Tabarruj artinya berlebih-lebihan. Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang yang berbusana dan ber-make up secara berlebih-lebihan di hadapan orang lain, menampakkan perhiasan dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang menarik syahwat lelaki. Seorang wanita ber-tabarruj karena sombong, ingin dihormati dan dipuji orang lain. Termasuk tabarruj adalah berbusana minim, transparan atau ketat sehingga menampakkan keindahan dan lekuk tubuhnya. Tabarruj haram bagi wanita muslimah. Karena akan menimbulkan fitnah dan mengundang maksiat, dan memicu murka Allah. Firman-Nya:

Yang Artinya: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.” (QS. An-Nur: 31)

4. Wanita Penghuni Surga


Terjauh dari siksa neraka dan menjadi penghuni surga adalah dambaan setiap wanita. Tentunya dengan meninggalkan perkara-perkara yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka, terutama tiga perkara tersebut di atas. Amalan yang paling utama adalah berbakti kepada Allah dan kepada suaminya. Sabda Rasulullah SAW:

Yang Artinya: “Bila seorang istri menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, taat kepada suaminya, maka ia akan dipersilakan; “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu suka.”
(HR. Ahmad dan Thabrani dari Abdurrahman bin Auf)

Seorang istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya ridha dan rela kepadanya, karena selama hidupnya ia berbakti dan menaatinya serta tidak menyakiti dan melawannya, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Nabi SAW berabda:

Yang Artinya: “Istri yang meninggal dunia dan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk surga.”(HR. Thirmidzi dan Ibnu Majah dari Ummu Salamah)

Rasulullah pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Yakni, ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendekati kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat, kemudian beliau bersabda:

Yang Artinya: “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, ia pun bertanya: “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Sumber: Judul Buku: Sosok Wanita Calon Penghuni Surga
Penyusun: Mahfan SPd

* * * * * * * * * *

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2014/10/28, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: