Bersedekah tidak Harus Menunggu Kaya


• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Bersedekah tidak Harus Menunggu Kaya Oleh: Ustazah Syarifah Salma Husin Al-Kaff SPd

Waktu berlalu dengan begitu cepat, tanpa terasa rasanya baru kemarin kita memperingati Tahun Baru Hijriyah. Kita berpuasa 1 Muharam dan membaca doa awal tahun baru, dan sekarang Muharam sudah datang lagi mengunjungi kita, hadir dihadapan kita. Sambutlah bulan yang penuh barokah dan rahmat, karena begitu banyak suka dan dukanya karena hampir sepuluh kejadian lebih. Ia dinamakan bulan Asyura yang berarti sepuluh dalam bahasa Arab.

Namun, sebagaimana sunnatullah yang berlaku, kesenangan dan kesedihan adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Tentu kita merasakannya. Jadi kita harus lebih banyak berbuat kebajikan (kebaikan) seperti yang diajakan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dan juga telah diteruskan oleh salaf kita sampai sekarang yaitu para ulama terdahulu maupun yang sekarang seperti:

Melapangan nafkah buat anak istri dan keluarga. Melebihkan, yang biasanya berlauk tahu tempe dan sayur asam, kita lebihkan menjadi lauk daging, ayam atau kambing, biar barokah, agar Allah SWT akan melapangkan kita pada sepanjang tahun tersebut.

Memuliakan fakir miskin (dhuafa). Dengan mengunjungi panti-panti bagi yang berkemampuan lebih (orang kaya). Bagi kita cukup menitip di celengan mushalla (langgar atau surau). Biar sedikit tapi sedekahnya jalan. Tidak harus menunggu kaya. Agar Allah SWT kelak melapangankan kubur kita di alam barzakh.

Menahan marah (emosi) agar kita selalu diridhai Allah SWT.

Berpuasalah pada bulan Muharam, khususnya hari Asyura (10 Muharam). Fadilahnya kita akan mendapat pahala dari Allah SWT, seperti seribu kali haji dan seribu kali umrah, seribu kali syahid dan diharamkan dari api neraka jahannam. Subhanallah, sungguh kasih Allah SWT kepada kita.

Menjamu orang-orang yang berbuka puasa agar kita diberi pahala sama dengan orang-orang yang berpuasa tersebut. Apalagi yang berpuasa itu orang-orang yang ahli ibadah dan alim. Subhanallah, kita juga pasti banyak mendapatkan pahala dari ibadah-ibadah mereka

Memperbanyak shalat sunnah empat rekaat. Sunah apa saja, misalnya shalat rawatib, dhuha, tahiyatul masjid dan lainnya. Itu semua bertujuan agar dosa-dosa kita dihapuskan oleh Allah SWT, baik yang disengaja maupun tidak sengaja.

Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali agar Allah SWT kelak memandang kita dengan pandangan kasih. Karena nilai dari surah tersebut, satu kali kita baca laksana mengaji 1/3 Al-Qur’an, tiga kali kita baca seperti khatam Al-Qur’an, apalagi seribu kali baca, Subhanallah… tak ternilai pahalanya.

Mandi sunnah, hingga ita tidak diuji dengan penyakit berat di tahun itu.

Mengusap kepala anak yatim atau yatim piatu. Fadilahnyaagar kita dianugerahi Allah SWT kebaikan di surga, setiap helai rambut anak yang diusap.

Menunjukkan kebenaran kepada yang tersesat atau yang belum mengerti, hingga Allah SWT akan menyinari (menerangi) iman dalam hati kita.

Oleh karena itu, sayang sekali bila ladang pahala yang telah disiapkan oleh Allah SWT kita sia-siakan, apalagi bagi yang mampu (berkecukupan). Selagi kita sehat dan kuasa untuk melakukannya, lakukanlah! Jangan tunggu sampai besok atau lusa. Seperti hikayat berikut ini, yang pernah diceritakan almarhum Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, ada orang saleh yang kehidupannya sederhana dan biasa-biasa saja, tapi dia sangat mengutamakan shadaqohnya. Setiap hari dia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, sampai setahun lamanya, sampai niatnya memberikan shadaqoh diam-diam.

Agar tidak dilihat orang, malam-malam keluarlah si ahli shadaqoh, dengan mengenakan tutup muka, dia lemparkan uang tersebut di pangkuan seorang perempuan yang tengah tertidur sembari duduk di pinggiran pasar. Keesokan harinya terdengar kabar seorang pelacur menemukan sejumlah uang yang tidak sedikit, ketika ia sedang tertidur karena kecapekan. Si shaleh tadi kecewa karena yang menerima bukan orang yang dituju. Lalu dia kembali mengumpulkan uang untuk kali kedua.

Denap setahun dia pergi lagi diam-diam. Uang itu dia lemparkan ke arah seorang laki-laki yang tengah melamun dengan badan tak terawat dan dekil bin kumel. Mudah-mudahan kali ini tepat sasarannya. Orang shaleh itu pun kembali ke rumahnya dan langsung tertidur. Keesokan harinya, terdengar berita menggemparkan bahwa ada seorang pencuri menemukan sekantong uang yang tidak sedikit jumlahnya, saat melamun dan memikirkan sasaran rumah yang akan dibongkar atau dirampok. Pencuri tadi ketiban rezeki nomplok. Bukan main kecewanya si shaleh. Ia kecewa karena salah sasaran.

Akhirnya si orang shaleh kembali mengumpulkan uang untuk yang ketiga kalinya. Jika tidak tepat sasaran dia akan stop dan istirahat dulu mengumpulkan uangnya. Setelah satu tahun dia bawa uang tersebut untuk disedekahkan secara diam-diam di malam hari. Dia keluar dan dicarinya seorang nenek-nenek yang tua renta. Lalu dia kasih uang tersebut kepada si nenek, lalu secepat kilat dia pergi. Lalu apa yang terjadi keesokan harinya?

Lebih gempar lagi. Terdengar kabar dari mulut ke mulut (tersiar) bahwa ada seorang nenek tua/renta yang kaya raya di kampung tersebut, terkenal bakhil dan kikir, justru dikasih duit oleh si shaleh. Bukan main kecewanya orang shaleh ini. Sudah tiga kali dia bersusah payah mengumpulkan uang, sudah tiga kali pula melenceng jauh dari sasaran. Akhirnya dia putuskan untuk istirahat bersedekah alias kapok gitu lho.

Twenty five years later. Terdengar kabar ada dua orang ustadz dan orang alim besar yang masih muda belia tapi berilmu tinggi dan mumpuni serta hebat. Hampir semua orang tertuju kepada dua orang alim itu. Mereka meminta barokah, limu dari apalah, untuk didoakan, tak terkecuali orang shaleh yang pernah bersedekah tadi.

“Apa yang membuat kalian sampai menjadi orang alim yang benar-benar hebat?” Tanya si orang shaleh kepada dua orang alim itu kemudian sembari meneteskan air mata (menangis) karena terharu.

Si orang alim tanpa sungkan mengisahkan asal muasal hidup mereka. Yang satu bilang, dulu ibunya adalah seorang wanita pelacur yang miskin. Akhirnya ibuku berjanji pada Allah SWT, kalau dia mendapatkan rezeki yang besar dai akan berhenti jadi pelacur dan akan melakukan taubat nasuha serta akan menyekolahkan aku sampai berhasil. Akhirnya, kata si alim pada si shaleh, Allah SWT memberi rezeki yang tidak disangka-sangka. Ibuku menerima sedekah dari orang secara diam-diam, hingga tercapailah niat ibuku.

Si alim satunya juga sama. Dia adalah anak seorang pencuri yang sudah taubat. Ayahnya taubat karena telah menemukan uang ketika sedang melamun. Kejadian ini berlangsung sudah cukup lama sekali, dua puluh lima tahun yang silam. Mendengar cerita barusan, bukan main terharu, gembira dan bahagia hati orang shaleh tadi. Rupanya uang yang halal dan bersih sangat bermanfaat bila disedekahkan karena suatu masa bisa membersihkan diri seseorang (mengubah nasib) asalkan dilandasi niat tulus dan penuh keikhlasan.

Begitu juga si nenek tua yang kaya raya dan bakhil alias kikir, sejak mendapat uang banyak, dia berubah menjadi nenek yang dermawan dan ahli sedekah. Subhanallah… sungguh besar pengaruhnya bagi kehidupan kita. Apalagi di bulan Muharam yang penuh barokah dan rahmat ini. Ayo marilah kita bersedekah. Jangan tunda-tunda lagi karena besar pahalanya. Selain tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan para fakir miskin. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka. Jika hidup mereka senang, berkecukupan maka kita juga akan senang termasuk negara karena sudah tidak terbebani lagi oleh nasib mayoritas kaum papa.

Sriwijaya Post, Jumat, 29 November 2013

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2013/12/05, in Buletin Dakwah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: