Mengenali Racun Hati


Mengenali Racun Hati

Mengenali Racun HatiOleh: Syofwatillah

Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalahmerupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati.

Berkata Abdullah Mubarak: “Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya. Maka barang siapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun, kemudian dengan menjaga tatkala ada ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar.

Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam. Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya.Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah. Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah karena akan mengakibatkan kerasnya hati.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW pernah bicara kepada sahabat Mu’adz: “Apakah engkau mau aku tunjukkan yang menjadi landasan itu semua (ibadah-ibadah)?” “Baik, ya Rasulullah,” jawab Mu’adz. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Cegahlah ini,” sambil mengisyaratkan dengan jari pada mulutnya), lalu Mu’adz berkata: “Ya Rasulullah, apakah kita akan dmintai tanggung jawab dari apa yang kita ucapkan?” Kemudikan Rasulullah SAW bersabda: “Sebrono kamu wahai Mu’adz, tidaklah seseorang akan ditelunkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam neraka melainkan hasil dari lisannya.” (Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi)

“Ada dua lubang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, yaitu mulut dan kemaluan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan di-shahihkanya)

Kemudian dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ada seorang lelaki mengucapkan sepatah kata yanng dianggap tidak apa-apa tetapi ternyata bisa menjerumuskannya ke neraka sampai tujuh puluh tahun.” (Hr. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah). Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, apakah sesuatu yang dapat menyelamatkan?” Lalu Rasulullah SAW menjawab:”Tahanlah olehmu lisanmu.”

Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada dijenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya surga.” (HR. Bukhari)

Maksud dalam hadits di atas, barang siapa yang bisa memelihara apa yang ada di antar kedua bibirnya, yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat, dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah. maka jaminannya surga.

Kemudian dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau agar diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SWA bersabda: “Sabagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yang tidak berguna bagiya.”

Berkata Sahl: “Barang siapa yang masih suka bicara yang tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq.”

Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yang dimilikinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Demi Allah, tidaklah beriman, demi Allah, tidaklah beriman.” Kemudian ditanyakan: “Siapakah gerangan yang engkau maksudkan wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya.”

Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yang tidak berguna seperti; berdusta, suka mengadu domba, ucapan yang keji, ghibah, namimah, suka mencela, menyakiti orang lain, dan sebagainya.

Itu semua merupakan racun-racun yang sehingga apabila seseorang banyak melakukan hal seperti ini, maka hatinya akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun, cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati. Semakin banyak racunya akan semakin parah penyakit dalam hati, dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan matinya hati.

Macam Macam Hati
Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukan kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan danhati semuanya itu akan dimintai pertanggangg jawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainya ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaannya dan perintahnya,dan bekerja sesuai dengan apa yang dekehendaki.

“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semua. Dan apabila segumal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hati yang Sehat
Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah SWT: “(Yaitu) dihari yang harta dan anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat.” (QS. Asy-Syura: 88-89)

Hati yang Mati

Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal Rabbnya. Tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya. Bahkan selalu memperturutkan hawa nafsunya walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenci-Nya.

Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu dirdhai-Nya atau dimurkai-Nya, dan ia menghambakan dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai, maka cintanya itu hanya karena nafsu. Apabila ia membenci, maka bencinya itu hanya karena nafsu. Dan lain sebagainya.

Hati yang Sakit
Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat kepada terhadap Allah, tetapi kadang kala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.

Hatijenis ini, mencintai Allah, iman kepada-Nya, beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan tawakkal kepada-Nya, itu semua selalu dilakukanya. Tetapi itu juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2013/02/05, in Buletin Dakwah and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: