Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 9) [Selesai]


Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 9) [Selesai]

Bab VIII Kisah-kisah Keajaiban Sedekah
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 9) [Selesai]A. Sembuh dari Kanker karena Sedekah
Kisah berikut ini adalah salah satu kisah yang sangat terkenal dan menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang.

Tokoh dalam kisah ini adalah seorang laki-laki kaya raya, dia adalah pengusaha besar. Suatu ketika dia terkena penyakit kronis yang tidak bisa didiamkan begitu saja. Dia lalu pergi memeriksakakan diri ke rumah sakit terkenal. Menurut diaagnosa dokter, ditemukan penyakit kanker kronis dalam tubuhnya, dan prosentase kesembuhan sangat tipis sekali. Para dokter menyarankan agar dia mau berobat ke luar negeri supaya mendapat perawatan intensif. Seketika itu juga lelaki itu berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan dan hasilnya sama dengan diagnosa dalam negeri. Para dokter rumah sakit itu lalu menyarankan agar dia mau melakukan operasi untuk menghilangkan anggota tubuhnya yang digerogoti kanker.

Akan tetapi lelaki tersebut meminta para dokter agar mau memberikan tenggang waktu untuk pulang ke negara asalnya terlebih dahulu. Dia berkeinginan untuk mengurus segala sesuatunya, dan berwasiat kepada anggota keluarganya, jika ternyata setelah operasi ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Akhirnya lelaki itupun pulang ke negara asalnya lalu mengurus segala sesuatunya. Tidak lupa dia menuliskan wasiat dan menitipkan anggota keluarganya kepada orang yang dipercayanya untuk menjaga kluarganya. Namun, dia sama sekali tidak memberitahukan kepada keluarganya permasalahan yang sedang dia hadapi.

Suatu ketika dipertengahan jalan menuju rumahnya, pandangannya tertuju kepada seorang perempuan tua yang berdiri disamping tempat penyembelihan binatang. Perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer di sebelah tempat penyembelihan. Lelaki itu lalu menghentikan langkahnya dan menemui perempuan tua itu. Dia bertanya kenapa perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer. Perempuan itu lalu bercerita kepadanya, bahwa anak-anaknya menjadi yatim sepeninggal suaminya. Keluarga ini sangat miskin dan tidak punya uang untuk membeli daging. Yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer untuk dimasak sebagai ganti dari daging. Lelaki itu sangat tersentuh mendengar penuturan kondisi yang dihadapi perempuan itu. Dia lalu menyedekahkan uangnya dalam jumlah lumayan banyak kepada perempuan itu.

Selanjutnya dia memberikan uang kepada tukang sembelih dalam jumlah yang lumayan banyak lalu memintanya untuk mengirimkan daging kepada perempuan itu setiap minggunya. Perempuan itu sangat berterima kasih kepada lelaki itu. Tidak lupa dia mendoakan lelaki itu lalu permisi dan meninggalkan tempat itu.

Beberapa hari kemudian, lelaki itu pergi ke luar negeri untuk menjalni operasi. Sebelum operasi dilaksanakan, terlebih dahulu dokter memeriksa lelaki itu kembali. Hasilnya sangat mencengangkan. Berubahlah raut muka dokter itu, dan dengan nada marah dia bertanya kepada lelaki itu, “Apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya untuk menjalani pengobatan atas penyakitmu itu?”

Lelaki itu menjawab, “Tidak.”

Dokter itu berkata, “Bohong! Jujurlah padaku, apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya atau tidak?”

Lelaki itu menjawab, “Aku bersumpah, demi Allah aku sama sekali tidak pergi ke rumah sakit lainnya. Sebenarnya ada apa engkau bertanya seperti ini?”

Dokter itu lalu menjawab, “Pemeriksaan dan diagnosa terbaru menunjukkan tubuhmu sama sekali sudah bersih dari kanker. Keadaanmu sekarang ini sehat-sehat saja.”

Lelaki itu hampir tidak percaya atas apa yang dikatakan oleh dokter itu. Dia tak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena bahagia. Dia lalu bertanya kepada dokter itu apakah benar apa yang barusan dikatakan kepadanya. Dokter itu menjawab dan bersumpah bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.

Setelah menyadari atas apa yang dialaminya ini, lelaki itu lalu bersyukur memanjatkan puji kepada Allah. Kemudian dia pulang ke negara asalnya dalam kkeadaan sehat wal afiat. Dia menceritakan kepada anggota keluarganya, dan mereka semua sangat takjub terhadap peristiwa yang dialami lelaki itu.

Dalam hal ini lelaki itu berkata; “Allah telah menyembuhkan aku berkat doa yang dipanjatkan oleh perempuan tersebut karena aku telah brsedekah kepada anak-anak yatimnya. Dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk memelihara keluara miskin sampai waktu yang dikehendaki Allah.

Subhanallah. Semoga cerita ini bisa jadi renungan buat kita semua bahwa sesungguhnya sedekah mampu memadamkan murka Allah, dan mampu menolak dari kematian yang buruk. Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW; “Obatilah orang-orang sakit kalian dengan (mengeluarkan) sedekah.”

B. Ganjaran Pahala dan Materi yang Berlipat Ganda
Lihatlah surat Al-An’aam ayat 160 yang berbunyi; “Barangsiapa yang membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Dri penjabaran ayat tersebut, Allah telah berjanji melipatgandakan segala benttuk amal perbuatan baik kita. Bahkan sampai sepuluh kali lipatnya. Apakah kita pantas meragukan firman Allah SWT tersebut?

Mengenai hal itu, ada sebuah kisah yang dapat membuka mata dan hati kita akan makna sedekah. Dahulu kala ada seorang Imam yang bernama Hasan Basri. Suatu hari ia kedatangan enam orang tamu. Namun sayangnya ia hanya mempunyai sebuah roti untuk disuguhkan. Tentu saja tak mungkin membagi roti itu untuk keenam tamunya.

Tidak mau pusing, sang Imam lantas memerintahkan pembantunya untuk menyedekahkan roti itu pada tetangganya yang lebih membutuhkan. Tak lama kemudian datanglah seorang tamu lagi sambill membawa dua buah roti untuk Hasan Basri, tapi ditolaknya.

“Roti ini pasti salah alamat, ini bukan untukku.” jawab Imam singkat, membuat tamu yang membawa roti tadi bingung dan pulang. Pembantu sang imam lantas bertanya, mengapa ia yakin sekali roti itu bukan untuknya.

“Karena kalau roti itu memang untukku, jumlahnya pasti sepuluh, bukan dua!” jawabnya lagi dengan tenang. Di tengah keheranan si pembantu, tamu yang membawa roti tadi kembali, kali ini telah menambahkan roti hadiahnya menjadi sepuluh buah. Rupanya sebelum pulang tadi, ia sempat mengetahui kalau sang imam sedang kedatangan tamu.

“Nah, ini baru untukku,” terima imam dengan senang hati. Maka kesepuluh roti tai dibagikan kepada keenam tamunya, pembantunya, seorang anaknya, dan dua sisanya disimpan.

Dari kisah tersebut, Allah telah menunjukkan betapa Maha Kaya-nya Dia. Allah pasti akan memberikan balasan setimpal atas perbuatan baik kita. Bahkan, Ustadz Yusuf yakin benar kalau dalam waktu tujhu hari kita akan merasakan “hasil” dari sedekah kita.

Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah hutang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi.

C. Rezeki tak Terduga Lewat Sedekah
Ada seorang temannya yang bernama Mubalighun. Suatu ketika ia ditimpa masalah berat. Karena selalu berhutang dan dikejar dept collector, istrinya tidak tahan danminta cerai. Nah, pada suatu malam Senin, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokkan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di pengadilan agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran.

“Pokoknya Muubakighun depresi berat dan bahkan berniiat bunuh diri malam itu juga,” paparnya.

Untungnya dia cepat beristighfar akan niat buruknya itu. Semalaman dia merenung dan teringat masih punya simpanan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Mengingat janji Allah di surat Al-An’aam itu, malam itu juga ia bagikan uang itu pada fakir miskin.

Masya Allah, esok paginya tanpa disangka ia kedatangan teman lamanya yang menawarkan pekerjaan, bahkan menyediakan dana awal sampai 25 juta rupiah. Dana tersebut lebih dari cukup untuk melunasi hutang-hutangnya dan menyelamatkan rumahnya dari sitaan. Tak disangka lagi, sepulangnya dari bank untuk menerima uang itu, tiba-tiba istrinya sudah ada di rumah bersama anak bungsunya.

Singkat cerita hari itu masalah Mubalighun selesai. Rumah telah diiliki, istri tidak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah. Padahal hanya 300 ribu rupiah yang disedekahkan Mubalighun, tapi lihatlah hasilnya, malah tak sampai tujuh hari.

D. Hadiah Mobil dari Sedekah
Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? Begitu uang tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapatkan hadiah sebuahmobil Mercy.

Begitu banyak keajaiban yang terjadi gara-gara sedekah. Makanya sekarang jangan ragu sedekah. Jangan mikir uang tinggal sedikit, sedekahin saja. Justru semakin berat kita menyerahkan sejumlah uang untuk sedekah, Insya Allah balasan Allah semakin dahsyat!

Memang patokan tujuh hari itu tidak mutlak. Semua tetap tergantung Allah. Bisa lebih lama, bahkan lebih cepat. Tapi umumnya begitu. Syaratnya buka mata lebar-lebar untuk “merasakan” hasil sedekah itu.

Yang jelas, faedah sedekah ada empat, yaitu dapat menolak bala, mendatangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, dan memanjangkanumur. “Kalau sampai tujuh hari kita merasakan tidak mendapat apa-apa, bisa jadi kita dipanjangkan umur,” tambahnya lagi penuh keyakinan.

E. Utang Milyaran Rupiah Terlunasi dengan Sedekah
Urusan sedekah adalah urusan hati dan keikhlasan setiap umat di dunia ini. Ada yang merasa bahwa setiap harta/uang yang dia terima adalah milik sekaligus hak pribadi dan tidak untuk siapa-siapa apalagi untuk dibagi-bagikan. ‘Audzubillahmindzalik…., namun ada banyak juga berpendapat bahwa setiap harta/uang yang diterima adalah titpan Allah semata dan wajib disedekahkan kepada yang berhak.

Bagi hamba Allah yang merasa bahwa semua harta serta kedudukan adalah titipan, dengan jiwa yang besar dan hati yang tulus ikhlas akan mengeluarkan kewajibannya, walaupun apa yang dicintai dia korbankan, walaupun dalam keadaan tak punya apapun dan terbelit kemiskinan , akan tetap rela memberinya demi mendapat ridha Allah SWT.

Begitulah yang dilakukan oleh sosok Bapak muda, Bpk. Drs. Mulyadi MM. Beluai pernah terlilit hutang bermiilyar-milyar, bahkan semua harta dan rumah yang beliau miliki serta rumah ibunya akan disita oleh pihak bank, belum lagi hutang-hutang dan piutang yang macet.

Jumat sepulang mendengarkan “vonis eksekusi” penentuan tanggal penyitaan rumah dari bank, beliau begitu kalut, mobil BMW nya tersita, beliau praktis naik bus way yang dalam hidupnya belum pernah merasakan naik bus way. Sehingga kalutnya akhirnya beliau memutuskan turun dan mampir ke Masjid Al-Azhar untuk berikhtikaf dan secara kebetulan saat itu sedang ada taushiyah dari Ust. Yusuf Mansyur mengulas tentang Keajaiban Sedekah, tapi beliau penasaran ingin mengetahui taushiyah tersebut. Ketika Ust. Yusuf Mansyur menghimbau jemaah untuk menyedekahkan apa yang dimiliki jemaah saat hadir di masjid tersebut (apa saja untuk disumbangankan dengan hati ikhlas, Insya Allah, Allah akan mengangkat segal kesulitan kita).

Satu-satunya harta yang beliau miliki saat hadir, hanyya jam tangan kesayangannya, jam tangan yang beliau impikan untuk dimiliki sejak kecil. jam Bulgary seharga US$ 300.00 dengan ikhlas dan mata terpejam beliau letakkan disurban yang telah disediakan oleh Ust. Yusuf Mansyur bagi para jemaah yang hadir untuk menyumbangkan apa saja yang dibawa saat itu. “Kriiinggg…” telpon genggam Pak Mulyadi berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan jam tangan idamannya. Beliau masih belum percaya aanya keajaiban sedekah walaupun rekannya yang menelpon mengabarkan bahwa proposal proyeknya telah disetujui. Beliau masih di dalam masjidd dan masih belum yakin akan keajaiban sedekah tersebut. Sabtu, Minggu dilaluinya dan rekannya telah mengabarkan bahwa proposal proyeknya seharga 3 milyar telah disetujui tetap belum yakin. “Hari eksekusi” pun tiba, Senin, petugas bank yang beliau tunggu-tunggu ternyata belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telpon petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena petugas bank mendengar bahwa proyek beliau disetujui. Subhanallah….

“Betapa hati saya sangat terharu, ketika saya ke ATM dan terlihat direkening saya telah masuk uang sebesar Rp 3.000.000.000,-,” begitu ucapan Pak Mulyadi dengan suara agak parau terharu bahagia agak berkaca-kaca membagikan sharing Keajaiban Sedekah dihadapan jemaah di salah satu Masjid Tanah Abang Blok A dan juga dihadapan para permirsa televisi siang itu… Subhanllah… Allahu Akbar… Sekian persen ddari nilai tersebut, telah disumbangkan ke Dewan Masjid Al-Azhar. Saya tertegun, terharu, merinding mendengar sharing beliau yang menurut Pak Ust. Yusuf Mansyur, bahwa beliau adalah Ketua Dewan Masjid DKI (cmiiw), jadi tinggal menungggu jebolnya pipa pahala tersebut untuk terus mengalir. Ada banyak saksi hidup yang mengalami keajaiban sedekah tersebut, salah satunya adalah artis penyanyi Ikang Fauzi yaang kebetulan juga menjadi nara sumbernya. Betapa Bung Ikang Fauzi yang tadiinya merasa bahwa buat apa sedekah sudah capek-capek cari uang, itukan hak saya, sayaa tabung. Namun setelah mendengar salah satu ceramah tentang Sedekah, beliau mulai menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Bung Ikang merasa, walaupun tetap menabung di bank tapi hidupnya tetap tidak berubah tanpa bersedekah. Menabunglah untuk akhirat dan duniamu melalui sedekah.

F. Menjual Semua Harta untuk Sedekah, Malah Kaya Raya
Ini kisah nyata yang dialami teman bekas guru SMA saya beberapa tahun lalu. Kisah ini berhubungan dengan sedekah yang dilakukan dengan keikhlasan luar biasa. Bagi saya terdengar agak ganjil dan mustahil, tapi memang itulah kenyataannya. Sepasang suami istri yang menyedekahkan hampir semua hartanya di jalan Allah, kemudian hidup mereka di pasrahkan pada Allah.

Pertama kali saya mendengar cerita ini, saya kurang percaya, tetapi melihat siapa yang menceritakan saya sangat mempercayai kebenaran cerita ini. Sayang sekali sewaktu saya dan bekas guru SMA saya akan mampir ke rumah pengusaha ini, sang pengusaha sedang keluar rumah.

Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan tidak merasa bahagia walaupun harta berlimaph. BBagi mereka, yang terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil keputusan yang tergolong nekad. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.

Allahu Akbar..!!! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidpu sederhana itu, tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga. Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan malah di ganti dua perusahaan yang lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah. Kini mereka sangat bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan merasa diperhatikan dan disayangi Allah itulah yang tidak bisa digambarkan oleh mereka saat melkukan cara ini.

Sebenarnya langkah yang dilakukan sepasang sumai istri ini adalah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya. Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk Allah semata. Bahkan, balasan atau pahala dari sedekah akan lebih belipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan sedekah. Sedekah seperti bernapas, kita harus mengeluarkan napas kotor banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan napas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita hirup.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Sumber : Judul Buku: Berkah dan Keajaiban Sedekah
Penulis: Abdurrahim Al-Qahthani
Penerbit: Pustaka Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an by:
Lemabang 2008, Digital Qur’an versi 3,1

Semoga Bermanfaat

Daftar Pustaka

Amin Sumawijaya, S. Ag, Paradiqma Qur’ani Rangkaian ayat-ayat suci Al-Qur’an, Bogor; Indi Grafika & Mill, 2007.

Al-Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al’Asqalani, Bulughul Maram, Beurut, Daarul Fikr, 1998.

Asbabul Wurud (terjemah),

Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Bandung; Jabal 2008.

Drs Dyayadi, M.T., 2010, Dahsyatnya Keajaiban Sedekah, Surya Media; Yogyakarta

Dr. Hasyimsyah nasution, Filsafat Islam, Jakarta; Gaya Media Pratama, 2002

Mustafa Syaikh Ibrahim Haqqi, 2007, Sedekah Menolak Bala, Pustaka At-Tazkia; Jakarta

Prof. Dr. Zainudin S. Nainggolan, M.A, Inilah Islam Falsafah dan Hikmah keEsaan Allah, Jakarta; Kalam Mulia 2007

Syaikh Abdullah bin Sholeh Al-Muhsin, Intisari Tafsir Hadits Arba’in, Jakarta; Daarut Tarbiyah, 2006

Abdillah Firmansyah Hasan, 15 Cara Nyata Memperoleh Rezeki Berlimpah, Jakarat; Wahyu Media, 2009

H Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, Bandung; PT Sinar Baru Algesindo 2006

M Syafi’ie El-Bantanie, Cara Nyata Mempercepat Pertolongan Allah, Jakrata; Wahyu Media, 2009

Prof. DR. Hamka, Tafsir Al-Azhar, Jakarta; PT. Pustaka Panjimas, 1983

Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Beirut; Darul Fikr, 1992

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2012/12/19, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: