Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 7)


Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 7)

Bab VI Cara Menumbuhkan Kecintaan pada Sedekah
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 7) Sedekah merupakan perbuatan yang sangat mulia dan dicintai Allah SWT dan juga Rasul-Nya. Selain itu, sedekah juga dapat menjadi investasi pahala yang sangat berharga untuk kehidupan akhirat kelak. Sebab, pahala sedekah sangatlah besar dan berlipat ganda, sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya. Oleh sebab itu, sebagai seorang yang beriman, tentunya kita harus memotivasi diri kita untuk gemar bersedekah. Karena hal itu akan menjadikan diri kita semakin dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya, serta disayangi oleh sesama manusia. Adapun untuk menumbuhkan kecintaan pada sedekah, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:

1. Memahami dan Meyakini Keutamaan Sedekah
Setiap manusia yang beriman tentu mengharapakan ridha dan cinta Allah SWT. Sebab, hanya dengan ridha-Nya manusia akan memperoleh surga atau neraka di kehidupan akhirat nanti. Oleh sebab itu, selama hidup di dunia ini, tidak ada acara lain selain menambah dan memperbanyak amal shaleh guna menggapai ridha Allah SWT. Dengan begitu, di kehidupan akhirat nanti kita dapat menghuni tempat yang terbaik, yaitu surga.

Salah satu amal shaleh yang dapat menyelamatkan manusia di kehidupan akhirat adalah memperbanyak sedekah. Sebab, sedekah mempunyai keistiimewaan yang yang begitu besar dan memberikan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, sedekah juga dapat menyelamatkan pelakunya dari bala’ (benca atau musibah). Bahkan, dengan sedekah juga, Allah SWT akan memberikan balasan yang berlipat ganda, baik berupa materi atau ganjaran pahala. Dan masih banyak keistimewaan lain, sebagaimana disebutkan dalam bab sebelumnya.

Oleh sebab itu, dengan mengetahui keistimewaan sedekah, diharapkan kita dapat membuka hati untuk selalu berbagi dengan fakir dan miskin serta orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita.

2. Banyak Membaca Kisah-Kisah Kedermawanan Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya
Rasulullah SAW adalah taulaadan utama bagi umatnya. Apa pun yang dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW patut kita tiru dan tauladani. Dengan begitu, kita akan semakin dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Selain itu, kita juga perlu meneladani para sahabat Rasulullah SAW yang selalu gigih dan tiada henti dalam beramal shaleh. Sebab, mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW.

Dalam konteks sedekah, tentu Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah tauladan utama bagi kita. Sebab, mereka adalah orang-orng yang memiliki jiwa kedermawanan yang paling istimewa. Apa pun yang mereka miliki akan mereka perjuangkan di jalan Allah SWT. Tidak ada pamrih dan tidak pula sifat riya’. Mereka menyedekahkan sebagian besar harta yang mereka miliki semata-mata niat ikhlas karena Allah SWT.

Salah satu kisah yang sangat dahsyat dan luar biasa adalah yang dilakukan oleh Abu Dahdah dan istrinya setelah membaca ayat 11 dari Surat Al-Hadid berikut ini:

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 7) QS_Al-Hadid-11_-_IwLmb

Artinya: “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 11)

Ketika itu berkatalah Abu Dahdah, “Ya Raasulullah, benarkah kalau kita berinfak sama dengn meminjami Allah sebagai qardh?”

“Benar wahai Abu Dahdah.” jawab Rasulullah SAW.

“Ya Rasulullah, kemarikan tanganmu.”

Kemudian Rasulullah SAW memberikan tangannya kepada Abu Dahdah. Setelah tangan Rasulullah SAW dipegangnya, berkatalah ia, “Mulai hari ini saya pinjamkan kepada Allah pekaranganku. Di dalamnya ada 600 pohon kurma. Istriku dan semua keluargaku ada di sana sekarang.”

Kemudian, Rasulullah SAW dibwanya ke halaman rumah itu dan dipanggillah istrinya, “Wahai Ummu Dahdah.”

“Labbaik.” jawab istrinya.

“Rumah ini dan segala pekarangannya telah aku pinjamkan kepada Allah. Oleh sebab itu, marilah kita keluarkan seisi rumah dan anak-anak sekaligus.” jelas Abu Dahdah.

Ummu Dahdah segera menyahut dengan ucapan, “Jual beli yang beruntung, wahai Abu Dahdah.”

Lalu, keduanya berkemas mengeluarkan harta miliknya yang perlu dari rumahnya.

Melihat demikian itu, Rasulullah SAW bersabda, “Allah akan menggantikan untukAbu Dahdah sekeluarga sebuah rumah di surga yag bertahtakan intan berlian.”

Dengan mengetahui kisah tersebut, tentu bagi orang-orang yang berpikir akan terpacu untuk lebih meringankan tangan dalam bersedekah. Tentunya, sedekah yang diniatkan ikhlas kearena Allah SWT bukan karena sifat riya’ atau sombong.

Oleh sebab itu, seyogyanya kita sering membaca kisah-kisah kedermawanan Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk menumbuhkan kecintaan pada sedekah. Sebab, merekalah sebaik-baik tauladan bagi kita dalam meniti jalan yang diridhai Allah SWT.

3. Menjauhkan Diri dari Penyakit Hubbud Dunya (Cinta Dunia)
Penyakit Hubbud Dunya (cinta dunia) adalah penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit tersebut dapat membahayakan keimanan seseorang hingga dapat melalaikannya dari mengingat Allah SWT dan beribadah kepadanya. Sebab, ketika penyakit tersebut telah menjangkiti hati seorang manusia, maka orang tersebut akan terus berpacu untuk mengumpulkan kekayaan di dunia hingga lupa segalanya. Bahkan, ia akan merasa berat sekali untuk mengeluarkan sebagian kecil harta yang telah didapatkannya untuk menolong saudaranya yang membutuhkan. Lebhi dari itu, orang-orang yang terjangkit penyakit hubbud dunya juga akan senang menghina orang-orang yang kekurangan. Sebab, bagi mereka orang-orang yang kekurangan itu karena mereka tidak mau berusaha mencari harta benda untuk bekal hidup di dunia.

Oleh sebab itu, untuk memiliki kecintaan pada sedekah, kita harus membuang jauh-jauh penyakit tersebut dari diri kita. Dengan begitu, kita tidak terlena dengan gemerlapnya harta dan kemewahan dunia. Kita pun dapat mengendalikan diri kita untuk tidak mengikuti nafsu setan. Selain itu, kita akan lebih meyakini bahwa apa yang kita miliki adalah pemberian dari Allah SWT. Dengan begitu, tentu kita akan semakin tergerak berbagi dengan sesama yang membutuhkan uluran tangan kita.

4. Jangan Pernah Takut Miskin
Jangan pernah takut miskin untuk berjuang di jalan Allah SWT. Itulah slogan yang harus dimiliki oleh seorang muslim di manapun. Begitu juga dalam hal bersedekah. Jangan takut miskin dan kelaparan karena kita rajin bersedekah. Bahkan dalam kondisi terpuruk pun kita harus selalu lapang untuk memberikan pertolongan kepada orang lain. Sebab, hal itu dapat menjadi sebab diberikannya jalan keluar oleh Allah SWT.

Tentunya, hal itu bukan isapan jempol belaka. Tetapi teah banyak orang yang membuktikan bahwa sedekah ketika dalam kondisi terpuruk dapat membukakan pintu keluar dari permasalahan yang dihadapi. salah satu orang yang telah mengalami hal itu adalah Abdullah, salah seorang kepala ruumah tangga yang bekerja pada sebuah perusahaan dengan gaji 4.000 riyal per bulan. Karena kebutuhan dan tanggungannya banyak, gaji tersebut tidak mencukupinya. Setiap bulan ia harus berutang untuk menutupi kebutuhan harian. Lama-lama, utang itu pun bertambah banyak dan jadilah ia dililit utang.

Ketika mengingat kondisi demikian, Abdullah pernah mengatakan, “Aku pernah meyakini bahwa hdupku akan demikian seterusnya hingga aku mati keadaanku tidak pernah berubah. Perkara yang aku takutkan ialah aku mati dalam keadaan aku menanggung utang-utangku ini yang setiap saat bertambah….”

Istri Abdullah termasuk orang yang penyabar. Ia tetap setia menyertai suaminya, meski keadaan ekonomi keluarga tidak kunjung membaik.

Suatu hari AAbdullah menemui sahabat yang dihormatinya dan diikuti saran-sarannya. Ia mengeluhkan problem keluarga yang dialaminya baik mengenai utang, kekurangan ekonomi yang menderanya setiap bulan, maupun gajinya yang tidak mencukupi kebutuhan.

Sahabat Abdullah menasihatinya agar menyisihkan jumlah tertentu dari gajinya untuk bersedekah. Maka ketika kembali kepada istrinya, ia sampaikan nasihat sahabatnya. “Cobalah, semoga Allah membukakan jalan untuk kita dengannya.” jawab istrinya.

“Kalau begitu, aku akan menyisihkan 300 riyal setiap bulan untuk sedekah.

Setelah Abdullah dan istrinya melaksanakan niat tersebut, Allah SWT pun membuktikan janji-Nya. Dia memberikan balasan yang nampak maupun tidak nampak. Allah membukakan pintu-pintu berkah kepada keluarga tersebut. Mari, kita ikuti penuturan Abdullah seperti dikisahkan oleh Mustafa Syaikh Ibrahim Haqqi.

“Demi Allah, setelah aku menyisihkan gaji untuk sedekah, aku merasakan perubahan dalam jiwaku. Aku begitu optimis, meski punya utang dan tidak suka mengeluh. Setelah berlalu da bulan, kehidupanku mulai teeratur. Aku dapat membagi-bagi gajiku dan menemukan keberkahan di dalamnya yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Karena demikian tertibnya, sampai-sampai aku tahu kapan utang-utangku akan lunas berkat rahmat Allah.”

“Tidak lama setelah itu, seorang kerabatku menjalankan bisnis properti. Aku bekerja mencari investor. Dan setiap gaji yang aku terima dari hasil usaha, maka aku sediakan jatah untuk bersedekah….”

Demikianlah salah satu contoh kekuatan sedekah yang mampu membukakan jalan keluar bagi pelakunya yang sedang dalam kesulitan. Allah SWT akan menolong orang yang suka menolong hamba-Nya ketika dalam kesulitan.

5. Menumbuhkan Tekad untuk Membangun Umat
Kewajiban manusia kepada sesamanya adalah sailng menolong. Sebab, tanpa sikap tersebut, manusia akan menjadi lebih rendah dari binatang. Tanpa sikap tersebut pun, manusia manusia tidak akan mampu bertahan hidup di dunia ini. Karena itu semua telah digariskan oleh Allah SWT bahwa manusia makhluk sosial, yakni makhluk yang membutuhkan pertolongan dari sesamanya.

Sudah sewajarnya kita harus menolong sesama, baik dalam keadaan susah maupun sulit, dalam keadaan lapang maupun sempit. Sebab, dengan sikap saling menolong tersebut, umat akan semakin jaya dan sejahtera. Berbeda halnya ketika manusia hidup sendiri-sendiri dan hanya mementingkan kepentingan pribadi, tentu umat akan terpecah belah dan saling menjatuhkan.

Oleh sebab itu, sebagai orang yang beriman kita harus menanamkan dalam diri kita kecintaan pada sesama. Dengan begitu, ketika saudara kita terkena musibah atau sedang berada dalam kesulitan, kita akan tergerak untuk segera menolong mereka. Selain itu, ketika kita melihat saudara-saudara kita dalam keterpurukan dan kemiskinan, kita juga akan tergerak untuk mengentaskan mereka dari kondisi tersebut.

Jika sikap saling menolong tumbuh dalam diri kita, tentu hati kita juga akan tergerak untuk bersama-sama membangun umta. Sebab, kita tidak lagi mementingkan diri sendiri dan memperturutkan hawa nafsu duniawi. Apa yang dippikirkan telah sejalan dengan konsep membangun umat ala Rasulullah SAW, yakni dengan sedekah. Sebab, sedekah merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun umat menggapai kesejahteraan dan kemakmuran hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Sumber : Judul Buku: Berkah dan Keajaiban Sedekah
Penulis: Abdurrahim Al-Qahthani
Penerbit: Pustaka Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an by:
Lemabang 2008, Digital Qur’an versi 3,1

Semoga Bermanfaat

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2012/12/18, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: