Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 4)


Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 4)

Menjauhkan Diri dari Siksa Api Neraka

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 4)Seperti dimaklumi, di akhirat hanya ada dua tempat tinggal yaitu surga atau neraka. Surga adalah tempat berkumpulnya segala macam kenikmatan. Sedangkan neraka merupakan kampung siksa yang sangat mengerikan. Manusia tidak akan dapat tinggal, kecuali di salah satu dan dua tempat tersebut.

Apabila di dalam Al-Qur’an dikisahkan adanya kelompok ketiga yang menempati tempat tinggi (Al-Araf), itu hanya sementara. Sebab, pada akhirnya mereka akan menempati dua alam yang kontras; alam surgai atau alam siksa. Bagi mereka yanng berpayah-payah saat di dunia. Sementara yang waktu hidupnya dipenuhi dosa dan berfoy-foya saat di dunia, maka nereka siap menjadi tempat tinggalnya.

Di antara yang tidak dapat dimakan oleh api nereka adalah kelompok yang banyak bersedekah. Sedekah-sedekah itu akan membentengi dirinya dari api nereka yang meronta-ronta hendak melahap manusia yang berdosa. Semakin banyak sedkeah yang dikeluarkan, maka semakin besar dan tebal dinding yang membentengi dirinya dari api neraka. Rasulullah SAW menjelaskan:

Halangilah api neraka, meski hanya dengan separuh kurma.” (HR. Muttafaq Alaih)

Demikianlah perintah Nabi SAW kepada kita. Kutipan hadits di atas tidak merujuk kepada makna kuantitas bahwa dipandang telah mencukupi bersedekah jika memberikan separuh kurma kepada orang lain. Maknanya lebih menjelaskan kualitas. Sehingga orang yang amat sangat miskin yang tidak mempunyai apa pun untuk disedekahkan dan hanya mempunyai satu biji kurma, lalu ia membaginya: separuh untuk mengganjal perutnya, dan separuh lagi untuk orang lain yang juga sangat kelaparan. Orang seperti ini yang dapat mengambil manfaat dari sedikitnya sedekah yang telah dikeluarkannya.

7. Menjadi Penaung pada Hari Kiamat
Pada hari kiamat, suhu panas begitu menyengat. Jarak antara mataharidan manusia sangatlah dekat. Peluh manusia bercucuran karena panasnya udara. Orang-orang akan sangat menderita dibuatnya.

Pada hari tersebut, ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari A, atau donatur pembangunan panti B, dan seterusnya.

Akan tetapi, hal ini tidak menafikan kebolehan untuk bersedekahsecara terang-terangan. Jika keadaan menuntut untuk dijaharkan, bolehlah seseorang bersedekah dan mengumumkannya kepada khalayak. Allah SWT pun tetap akan menyempurnakan pahala baginya, sebagaimana telah ditegaskan-Nya di dalam firman-Nya:

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 4) 17_QS_Fatir-29-30_-_IwLmb

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkaahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka ari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
(QS. Fatiir: 29-30)

6. Menghapus Dosa dan Kesalahan
manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Karenanya setiap bani Adam pasti mempunyai kesalah, bisa besar atau kecil, banyak atau sedikit, tidak ada seorang pun yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). Apabila ada pengetahuan mengajarkan bahwa para Nabi memiliki sifat ma’shum, maka yang dimaksud adalah ma’sum dalam menyampaikan risalah, tidak dalam keseluruhan aktivitasnya. Sebab, Nabi Adam AS pernah melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi. Nabi Yunus AS pernah bersalah karena lari dari medan dakwah dan meninggalkan umat. Nabi Musa AS pernah menyombongkan diri sehingga Allah menyuruhnya belajar kepada Khaidir, dan seterusnya. Nabi Muhammad SAW juga berkali-kali melakukan kesalahan sehingga Allah berulangkali pula menegur dan memberi petunjuk.

Jika peran para Nabi saja mempunyai salah. Lalu bagaimana dengan umatnya? Tentu lebih banyak lagi berbuat salah dan dosa. Tetapi, Allah Maha Besar akan rahmat dan karunia-Nya. Dia menunjukkan salah satu cara menghapus dosa akibat kesalahan tersebut, yakni dengan bersedekah. Oleh sebab itu, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghapus kesalahan-kesalahan masa lalu dengan bersedekah. Beliau bersabda:

“Sedekah itu menghapus kesalahan, seperti air memadamkan api.”

Lebih dari itu, sedekah juga dapat memadamkan kemarahan Allah SWT . Benar Allah Mah Penyayang dan Pengampun atas hamba-hamba-Nya. Akan tetappi, kita juga mengetahui bahwa Allah Maha Pemaksa dan memiliki siksa yang sungguh dahsyat. Jika Dia sudah marah, berarti telah banyak kemaksiatan yang dilakukan oleh si hamba di muka bumi. Kemarahan Rabb harus segera dihindari, jangan sampai Dia menimpakan siksa-Nya kepada makhluk (manusia). Salah satu caranya adalah dengan bersedekah. Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya sedekah sirr (sembunyi-sembunyi) dapat memadamkan kemurkaan Rabb tabaaraka wa ta’ala.” (HR. At-Tirmizi)

Itulhah pula sebab diutamakannya sedekah secara sembunyi-sembunyi daripada terang-terangan. Ia mempunyai keutamaan lebih dibanding bersedekah secara terang-terangan dan diumumkan kepada publik.

8. Menolak Bala
Dalam kitab “Riyadhush Shalihin”, Imam An-Nawawi mengutip hadits yang mengesahkan tiga orang yang mengalami kekurangan fisik. Mereka adalah si botak, si kusta, dan si buta. Allah mengutus kepada mereka untuk menawrkan kesembuhan dan limpahan harta sebagai ujian. Mereka pun sangat senang dengan tawaran tersebut. Akhirnya, mereka sembuh seperti orang kebanyakan dan mendapat karunia rezeki yang berlimpah.

Selang beberapa tahun kemudian, malaikat tadi datang lagi kepada mereka menyerupai orang miskin yang papa seperti keadaan mereka dahulu. Mantan si botak, dan si kusta menolak permintaan tersebut dan bakan memaki-maki malaikat yang menyamar tersebut. Mereka lupa diri dan melupakan sejarah bahwa dahulu mereka pernah bernasib seperti orang yang ada di hadapannya. Mereka sombong. Akhirnya, Allah mengirimkan bala kepada mereka dengan mengambalikan keadaan mereka seperti semula.

Mantan si buta, ketika dimintai sedekah, ia tidak segan-segan memberiak sebanyak yang disukai oleh si peminta. Allah ridha kepadanya. Allah menahan bala dan bahkan melimpahkan pahala serta rezeki yang berlipat.

Saat ini bala dan bencana banyak melanda anak negeri. Selain disebabkan dosa-dosa penduduknya yang menggunung. Boleh jadi mereka juga menahan sedekah, sehingga kemiskinan tak kunjung dapat ditanggulangi di negeri yang subur dan kaya raya ini. Sementara si penjarah hutan, si koruptor, dansi pengisap darah orang-orang lemah, hidup mewah bergelimang harta. Barang kali telah cukup alasan Allah memerintahkan bumi berguncang, laut meluap, tanah bergerak, dan seluruh alam pun antri menunggu titah Penciptanya, menunjukkan “kesakktiannya kepada umat manusia.

9. Didoakan Oleh para Malaikat
Semua orang, tentu akan senanng jika dikunjunngi dan didoakan kebaikan oleh utusan pejabat di negaranya. Ia akan dianggap orang penting oleh para tetangganya, lalu dihormati dan disegani. Atau barangkali ada yang sengaja bertanya kepadanya, bagaimana cara agar memperoleh penghargaan dari pejabat? Yang jelas, tidaklah orang didoakan oleh pejabat, kecuali karena ia orang penting atau telah berjasa.

Kemudian, bagaimana pendapat orang-orang berakal saat yang mendoakan untuk kebaikan orang itu adalah malaikat makhluk utusan Allah secara langsung? Adakah yang menyangkal akan kebaikan dan keshalehan orang tersubt. Dan adakah doa malaikat tertolak di sisi Allah SWT.

Adaa dua malaikat yang setiap hari mendoakan orang yang bersedekah dan orang yang bakhil. Terhadap orang-orang yang bersedekah, mendoakan kebaikan. Sedangkan terhadap orang yang kikir, malaikat mendoakan keburukan. Nabi SAW menjelaskan:

“Tidaklah berpagi hari hamba-hamba itu keccuali dua orang malaikat turun pada hari itu. Maka berkatalah salah satunya; “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang bersedekah.” Dan yang lain berkata; “Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang enggan bersedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan didoakan malaikat, maka harta yang dimiliki selebihnya akan mendapatkan keberkahan. Meskipun jumlahnya sedikit, tatapi senantiasa mencukupi dan membuatnya bertambah rajin dalam beribadah. Jika banyak, maka sedekahnya semakin bertambah. Ia tidak disibukkan dengan urusan harta. Ia akan menjadikan harta di tangannya dan tidak menjadikannya di hati.

Tidak ada doa makhluk yang seampuh dan semujarab doa para malaikat. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang sama sekali tidak pernah mendurhakai perintah-Nya atau menyalahi larangan-Nya. Para malaikat mendoakan dua kelompok manusia yang bersedekah dan yang bakhil merupakansalah satu di antara tugas mereka. Oleh karena itu, doa itu tidak akan pernah jeda setiap harinya. Kalau begitu, barang siapa ingin untuk mendapatkannya hendaklah ia bersedekah!

10. Sedekah Membuat Hati Gembira
Tidak diragukan lagi bahwa sedekah akan memberikan perasaan gembira, baik pada si penerima sedekah ataupun orang yang bersedekah itu sendiri. Sebab, orang yang diberikan sedekah akan meresa gembira dengan adanya bantuan dari saudaranya untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan orang yang bersedekah akan merasa kegembiraan karena telah dapat membantu saudaranya dengan ikhlas dan telah mendapatkan pahala serta keutamaan lainnya dari Allah SWT.

11. Memberikan Keberkahan pada Harta dan Melapangkan Rezeki
Salah satu keutamaan dan keberkahan sedekah lainnya adalah akan membuat harta kita menjadi diberkahi oleh Allah SWT dan kita akan mendapatkann kelapangan dalam mencari rezeki. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Berkah dan Keajaiban Sedekah (Bag. 4) 18_QS_Saba-39_-_IwLmb

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Berkenaan dengan ganjaran kelapangan rezeki, manfaat tersebut telah diraskan oleh banyak orang yang dengan ikhlas menyedekahkan apa yang dimilikinya. Salah satunya terjadi pada zaman sahabat Rasulullah SAW. Yakni sebuah kisah menakjubkan yang hanya dengan bersedekah tiga potong roti kepada anjing, seorang budak dibebaskan dan dihadiahi kebun oleh seseorang.

Kisah tersebut diceritakan oleh Abdullah bin Ja’far RA saat memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari sangat panas, ia berhenti di sebuah kebun milik orang lain. Di sana ada penjaganya, yaitu seorang budak hitam. Hari itu panas terik matahari sangat membara.

Tiba-tiba, seekor anjing masuk ke pekarangan kebun dimana Abdullah bin Ja’far RA sedang beristirahat sembari lidahnya menjulur-julur karena kehausan dan lapar. Ekornya digoyang-goyang menghadap kepada budak hitam tersebut minta dikasihani.

Kala itu, di tangan budak tersebut ada tiga potong roti. Dilemparkannya satu potong dan anjing itu pun melahapnya. Lalu, dilemparkannya pula roti kedua, yang dengan secepat kilat disantap lagi oleh anjing itu. Anjing itu masih menengadah minta lagi. Roti yang tinggal satu potong di tangan budak tadi, akhirnya dilemparkannya pula kepada binatang kelaparan tersebut yang langsung dilahapnya. Anjing itu pun kenyang dan pergi meninggalkan tempat itu.

Demi melihat apaa yang baru saja terjadi. Abdullah bin Ja’far RA memanggil budak hitam tersebut; “Wahai pemuda, berapa kamu mendapat jatah makanan dari tuanmu setiap hari?”

“Sebanyak yang tuan lihat!” jawabnya.

Abdullah bin Ja’far terheran-heran; “Mengapa lebih kamu pentingkan makanan untuk anjing itu daripada untuk dirimu sendiri?”

Dia menjawab; “Hamba melihat anjing itu bukan anjing sekitar sini. Tentu, dia datang dari tempat yang jauh dan mengembara karena kelaparan. Hamba tidak sampai hati melihatnya pergi dengan lapar dan tidak berdaya lagi.”

“Apa yang akan kamu makan hari ini?”

“Biarlah hamba pererat tali pinggang hamba!”

Abdullah bin Ja’far termenung RA termenung sejenak. Lalu, dimintanya ia menunjukkan rumah pemilik kebun. Setelah ketemu, lantas ditawarnya kebun tersebut dan dibelinya. Kemudian Abdullah bin Ja’far kembali kepada budak hitam yang shaleh tersebut sembari berkata; “Kebun ini telah kubeli dari tuanmu yang lama dan kamu pun telah aku beli pula. Mulai saat ini, kamu saya merdekakan dari perbudakan. Mulai saat ini pula, kebun ini saya hadiahkan kepadamu. Hiduplah kamu bersama nikmat Allah di dalam memelihara kebun ini!”

Budak itu tercengang dan terharu sembari memandang kedermawanan Abdullah bin Ja’far.

Dalam kisah tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW sangat mencintai sedekah. Si miskin tetap bersedekah dengan apa yang dimilikinya, sedangkan si kayabersedekah dengan jumlah yang sangat besar. Hebatnya si miskin dapat menjadi kaya dengan izin Allah SWT, sedangkan si kaya terus mendapatkan harta yang berlimpah.

12. Mengobati Problem Kemiskinan
Sedekah dapat menjadi solusi jitu untuk mengatasi problem kemiskinan. Sebab, sedekah menumbuhkan sikap saling menolong antara si kaya dan si miskin. Dengan sedekah, si kaya dapat memberikan bantuan kepada si miskin untuk mengembangkan kehidupannya yang lebih baik. Tidak hanya untuk makan dan minum, tetapi sedekah dari si kaya dapat berupa modal yang dapat menjadikan si miskin menjadi hidup mandiri.

13. Mempererat Hubungan si Fakir dan si Kaya
Di antara manfaat lain dari sedekah adalah mempererat hubungan antara si kaya dan si miskin dan membuat hubungan tersebut semakin harmonis. Sebab, dengan sedekah, antara si kaya dan si miskin tidak ada lagi jarak pemisah antara keduanya. Apabila si kaya telah membuka hatinya untuk membantu, maka si miskin akan semakin menghargai dan menghormati si kaaya.

Nah, dengan begitu tentu antara si kaya dan si miskin akanberhubungan baik dalam masyarakat. Keduanya tentu akan saling menghargai satu sama lain dan juga akan saling membantu dalam segala hal.

14. Mengurangi Tindakan Kejahatan Kriminal
Tidak diragukan lagi, jika antara si kaya dan si miskin ada “jarak” dalam suatu masyarakat, maka kehidupan dalam bermasyarakat tidak akan harmonis. Jika demikan yang terjadi, maka berbagai tindak kejahatan pun akan semakin marak.

Mengapa demikian? Sebab, jika kebutuhan seseorang sangat mendesak dan kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi, maka seseorang dapat melakukan apa pun untuk memenuhi kebutuhannya. Khususnya, mereka yang imannya masih lemah dan jauh dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Hampir-hampir kemiskinan itu mengarah kepada kekafiran.”

Dari hadits tersebut, dapat kita pahami bahwa kemiskinan merupakan salah satu penyebab maraknya tindak kejahatan yang terjadi di masyarakat. Terlebih, jika si kaya berlaku sombong dan tidak mau berbagi dengan si miskin. Tentu hal itu akan semakin mendorong si miskin untuk mengambil harta si kaya dengan berbagai cara. Bahkan, hal itu dapat dengan membunuh si kaya demi mendapatkan harta untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Indikasi lain, jika seseorang mempunyai kebutuah mendesak dan tidak ada orang yang mau membantunya, maka dia akan melewati jalan pintas demi memenuhi kebutuhannya tersebut. Sekalipun cara tersebut bertentangan dengan syariat Islam, seperti merampok, mencuri, menjarah, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, kesenjangan sosial yang terjadi antara si kaya dan si miskin dapat diatasi dengan sedekah. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa sedekah mampu menumbuhkan sikap saling menolong antara si kaya dan si miskin. Dengan begitu, tentu tidak ada lagi rasa dendam dari si miskin kepada si kaya. Jika demikian yang terjadi, tentu si miskin akan lebih menghormati si kaya yang telah memberikan sedekahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

15. Menjadikan Pribadi yang Mulia
Sedekah merupakan salah satu sarana yang sangat ampuh untuk menumbuhkan pribadi seseorang yang mulia. Baik mulia di hadapan Allah SWT ataupun di hadapan manusia. Sebab, ketika seseorang gemar bersedekah, tentu Allah SWT akan menyayangi dan mencintainya. Demikian itu sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa sedekah mampu membawa pelakunya terhindar dari api nereka, mendapatkan derajat yang mulia, dan berbagai kebahagiaan lain. Itulah indikasi kecintaan Allah SWT kepada orang-orang yang bersedekah.

Selain itu, orang-orang yang gemar bersedekah tentunya akan disayangi dn dihormati oleh orang lain. Karena kedermawanan, orang akan menjadi mulia dihadapan orang lain.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Sumber : Judul Buku: Berkah dan Keajaiban Sedekah
Penulis: Abdurrahim Al-Qahthani
Penerbit: Pustaka Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an by:
Lemabang 2008, Digital Qur’an versi 3,1

Semoga Bermanfaat

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on 2012/12/15, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: