24. Nabi Isa AS


kisah_25_nabi_dan_rasul

Maryam Ibunda Nabi Isa AS

Setelah Maryam anak Imran dewasa, datanglah Malaikat Jibril AS menyerupai laki-aki menghadapnya seraya memberi kabar dari Allah akan lahirnya seorang anak laki-laki darinya. Di dalam Al-Qur’an, kisah ini disebutkan sebagai berikut:

24_1-QS_Maryam-19-21

“Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzina.” Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (QS. Maryam: 19-21)

Maka Maryam mengandung. Lalu ia menjauh dari kaumnya karena malu. Ketika ia hampir melahirkan, disandarkannya tubuhnya pada sebatang pohon kurma, lalu ia berkeluh-kesah, sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’an:

24_2-QS_Maryam-23-26

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksaia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi suatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (QS. Maryam: 23-26)

Sang Bayi Yang Menjelaskan Semuanya

Tidak lama setelah itu, lahirlah seorang putera dari Maryam,yang diberi nama Isa yang kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah. Meskipun di kampugnya Maryam dicemooh kaumnya dengan tuduhan berzina, namun ia hanya diam membisu sesuai dengan perintah Allah SWT. Jadi, Nabi Isa AS adalah putera Maryam, tanpa seorang bapak. Beliau lahir padda tahun 622 sebelum Hijrah. Peristiwa kelahiran Nabi Isa AS itu sesungguhnya ujian bagi manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan siapa yang ingkar kepada Allah SWT.

Ketika kaumnya bertanya kepada Maryam tentang anak yang digendongnya, Maryam tidak mau berbicara, tetapi memberi isyarat kepada mereka sambil menunjuk bayinya yang baru lahir. Kaumnya menjadi heran seraya bertanya: “Bagaimana kami dapat berbicara dengan seorang anak yang baru lahir?” Dengan izin Allah SWT, tiba-tiba Nabi Isa AS yang masih berada di buaian ibunya itu dapat berbicara untuk menjawab mereka. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah mengisahkan tentang hal ini dengan firman-Nya:

24_3-QS_Maryam-30-33

“Berkata Isa: “SEsungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di manna saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikkan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam: 30-33)

Nabi Isa Diutus kepada Bani Israil

Setelah peristiwa ajaib itu, Maryam hijrah ke negeri Mesir untuk melindungi anaknya, Isa AS dari maksud jahat kaumnya. Beberapa lama hidup di Mesir, mereka kemudian kembali pulang ke negeri Syam. Pada usia 30 tahun, Isa AS diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul-Nya untuk menyerukan agama yang benar kepada kaum Bani Israil. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman:

24_4-QS_Ali_Imran-48-49

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (QS. Ali Imran: 48-49)

Sahabat-sahabat Nabi Isa AS, yang disebut sebagai kaum Hawariyyun, hanya berjumlah 12 orang. Tetapi di antara kedua belas sahabatnya itu ada salah seorang yang murtad dan berkhianat terhadapnya, yakni Yahuzaatau Iskarius. Karena hasutan Yahuza, lama-kelamaan banyak orang yang terpengaruh dan mengikuti ajakannya. Di dalam menyerukan agama Allah, Nabi Isa AS mendapat tantangan yang keras dari orang-oranng Yahudi yang kafir. Mereka bahkan bermusyawarah untuk menangkap dan membunuh Nabi Isa AS. Pemimpin Yahudi kafir itu tak lain adalah Yahuza, sahabat Nabi Isa yang murtad.

Ketika itu, yang berkuasa atas seluruh negeri adalah raja Herodes. Ia adalah penguasa yang dzalim serta amat memusuhi seruan Nabi Isa AS. Raja Herodes kemudian memerintahkan tentaranya untuk menangkap Nabi Isa AS dan membunuhnya. Maka jadilah Nabi Isa AS sebagai orang buruan tentara kerajaan. Suatu ketika, Nabi Isa AS terkepung dalam suatu wilayah. Tetapi tentara kerajaan tidak berhasil menemukan tempat persembunyian Nabi Isa AS beserta beberapa pengikutnya yang bersembunyi pada suatu tempat yang terpencil, sehingga tentara kerajaan tidak berhasil menangkapnya. Akan tetapi, si pengkhianat Yahuza rupanya mencium tempat persembunyian Nabi Isa AS. Ia langsung melaporkan hasil pengintaiannya itu kepada raja Herodes, untuk memperoleh sejumlah besar hadiah. Maka segeralah raja itu memerintahkan balatentaranya mengikuti Yahuza ke tempat persembunyian Nabi Isa AS.

Nabi Isa AS tidak berdaya ketika tentara kerajaan tiba-tiba menyerbu tempat persembunyiannya, yang dipimpin oleh Yahuza. Tetapi Allah SWT berkehendak lain. Dengan Kodrat-Nya, Nabi Isa AS diangkat oleh Allah SWT ke langit untuk diselamatkan dari kejahatan kaum kafir. Sementara itu, Yahuza yang memimpin pasukan kerajaan, dengan serta-merta, di ubah wajahnya oleh Allah SWT menjadi serupa dengan Nabi Isa AS. Maka, ketika tentara kerajaan melihatnya, segera ditangkaplah Yahuza, meskipun ia meronta-ronta dan membela diri. Demikianlah, Yahuza tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bukanlah Nabi Isa, sebab wajahnya amat serupa. Lagipula, satu-satunya orang yang berwajah Nabi Isa AS ketika itu adalah dia sendiri. Maka tidak ada alasan bagi tentara kerajaan untuk tidak menangkapnya dan kemudian membawanya ke hadapan raja Herodes. Oleh sang raja, Nabi Isa palsu itu dijatuhi hukuman mati dengan disalib di atas tiang kayu. Allah SWT menjelaskan peristiwa ini dengan firman-Nya:

24_5-QS_An-Nisa-157

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) meyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang siapa yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS. An-Nisa’: 157)

Ajaran Nabi Isa Adalah Islam

Jika Al-Qur’an mengungkapkan serangkaian ajaran agama Islam, maka begitu pulalah ajaran yang dibawa Nabi Isa AS. Nabi Isa AS sebenarnya mengajarkan pokok-pokok ke-Tuhanan yang sama dengan ajaran Islam kini. Akan tetapi, oleh sebagian orang dari golongan Yahudi, ajaran-ajaran tauhid itu telah diselewengkan. Yahuza yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa, dan kemudian disalib hingga menemui ajal itu, oleh mereka dikatakan sebagai anak Tuhan yang menebus dosa ummat manusia. Padahal Allah SWT dengan tegas telah berfirman di dalam Al-Qur’an:

24_6-QS_Maryam-35

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah,” maka jadilah ia.” (QS. Maryam: 35)

Di lain pihak, Islam memandang Nabi Isa AS sama seperti Nabi-Nabi yang lain. Beliau adalah manusia biasa yang kemudian diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul-Nya. Tentang kejadiannya yang tanpa ayah itu, bagi Allah SWT adalah hal yang mudah, sama seperti kejadian Nabi Adam AS yang tidak berbapak maupun beribu. Allah SWT telah berfirman tentang Nabi Isa AS sebagai berikut:

24_7-QS_Al-Maidah-72

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam,” padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mennyekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong.” (QS. Al-Maidah: 72)

Begitu pula dengan firman Allah yang lain:

24_8-QS_Al-Maidah-75

“Al Masih putera Maaryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami).” (QS. Al-Maidah: 75)

Kesimpulan

1. Dengan Kekuasaan Allah SWT, ruh suci yang ditiupkan Jibrl As kepada Maryam menjadi janin, maka lahirlah Nabi Isa AS.

2. Kejadian Nabi Isa AS yang tampak ganjil itu, bagi Allah, adalah hal yang biasa. Lebih ganjil lagi kejadian Nabi Adam AS yang tidak berayah dan beribu.

3. Ajaran Nabi Isa AS sesungguhnya sama dengan ajaran Islam sekarang. Yaitu, bahwa Allah Esa, tidak bersekutu dan tidak ada yang menyamai-Nya. Kitab yang diturunnkan kepada Nabi Isa AS adalah Injil.

4. Sahabat-sahabat Nabi Isa AS berjumlah dua belas orang, dan mereka disebut Al-Hawariyyan.

5. Nabi Isa AS dikejar-kejar oleh tentara kerajaan Herodes yang kejam. Dengan bantuan Yahuza, sahabat Nabi Isa yang berkhianat, tentara kerajaan berhasil mengepung Nabi Isa untuk ditangkap. Tetapi Allah SWT menyelamatkannya dan mengangkat Nabi Isa AS ke langit. Ketika itu, Nabi Isa AS berusia 33 tahun.

Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Isa AS

1. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maryam mengandung dan melahirkan Nabi Isa adalah Kehendak dan Kuasa Allah.

2. Allah akan menolong hamba-Nya yang berada dalam kkesulitan. Nabi Isa selamat dari ancaman pembunuhan adalah karena pertolongan Allah dengan menyerupakan Yahuza dengan Nabi Isa AS.

3. Adalah kesalahan besar yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah tuhan, padahal ia adalah seorang Nabi dan Rasul yang sudah memperoleh mukjizat dari Allah SWT sejak bayi.

4. Pokok-pokok ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa AS adalah pokok-pokok ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, baik masalah ke-Tuhanan maupun syyari’at, hanya saja sebagian dari golongan Yahudi menyelewengkannnya.

Sumber: Judul Buku, Kisah 25 Nabi & Rasul
Penyusun: Masfan S.Pd
Penerbit: Sandro Jaya Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2012/02/24, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Cerita Nabi Isa setelah diangkat ke langit tuh gimana yak? Ditempatkan di surga kah? Apakah dia masih hidup atau mati?

    Mau menyelamatkan Nabi Isa , kenapa mesti menyerupakan Yudas mjd berwajah Nabi Isa? Dengan banyak nya mukjizat, kenapa Allah gak kasih dia mukjizat kekuatan buat gancurin tuh tentara Herodes?

    Kalo Nabi Isa gak di angkat ke langit, melainkan diberi kekuatan buat ngancurin itu pasukan Herodes, bukankah akan menjadikan orang2 yahudi di waktu itu lebih percaya ke dia????

    Atau semua yang terjadi emang dah direkayasa ama Illahi, Perang, pembunuhan, senang, sedih, tangis air mata, ketawa bahagia, teknologi manusia, semua kehendak Dia…….kalo mungkin begitu, harusnya gak perlu ada neraka. Layaknya film, jalan cerita dah ditulis ma writer/producer. Dan karakter/tokoh dalam film ya penciptanya si produser, bisa dijadikan tokoh jahat, tokoh orang baik, dan berbagai macam karakter dah. Tapi semuanya ya cuman sandiwara. Diluar film ya mrk ketawa ketiwi.

    Uhh sorry, banyak kali pertanyaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: