23. Nabi Yahya AS


kisah_25_nabi_dan_rasul
NABI Yahya AS adalah putera Nabi Zakaria AS dari perkawinannya dengan Isya. Beliau diutus menjadi Nabi dan Rasul Allah kepada Bani Israil, melanjutkan risalah ayahnya. Sejak kecil, Nabi Yahya AS terpelihara dari perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan) dan maksiat. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menerangkan dengan firman-Nya:

23_1-QS_Maryam-12-15

“Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam: 12-15)

Pada masa itu, ada seorang raja yang akan mengawini puteri tirinya sendiri. Padahal, ketika itu, Allah SWT melarang ummat Israil untuk kawin dengan anak tiri. Tetapi raja itu rupanya telah mendalam cintanya kepada anak tirinya, sehingga ia tidak mau mempedulikan hukum Allah dan seruan Nabi Yahya.

Nabi Yahya AS dan ayahnya, Nabi Zakaria tetap mempertahankan hukum Allah, dan berusaha mencegah perbuatan raja itu. Maka raja yang durhaka itu amat murka karenanya dan akhirnya ia membunuh Nabi Yahya AS.

Mendengar puteranya dibunuh, Nabi Zakaria AS segera mencari perlindungan atas dirinya dari kedzaliman sang raja. Dalam pelariannya, Nabi Zakaria As mendapati sebatang pohon kayu. Dengan izin Allah, batang kayu itu terbelah, dan Nabi Zakaria AS segera masuk ke dalamnya. Lalu, batang kayu itu menutup kembali.

Para petugas kerajaan mencari-cari Nabi Zakaria AS. Mereka menduga, bahwa Nabi Zakaria AS dengan ilmu sihirnya berada di dalam pohon kayu itu. Maka pohon kayu itu digergaji, dan terbunuhlah Nabi Zakaria AS karenanya.

Hikmah dari Kisah Nabi Yahya AS

1. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya adalah hamba Allah yang shaleh, dengan penuh kesabaran mereka menyeru ummatnya untuk beriman dan beribadah kepada Allah.

2. Nabi Yahya adalah hamba Allah yang suci, ia terbebas dari dari perbuatan maksiat dan syirik.

3. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya berani membela kebenaran walau nyawa taruhannya. Ia berani menentang keinginan raja yang hendak mengawini anak tirinya, karena tidaksesuai dengan syariat agama.

Sumber: Judul Buku, Kisah 25 Nabi & Rasul
Penyusun: Masfan S.Pd
Penerbit: Sandro Jaya Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2012/02/24, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: