21. Nabi Yunus AS


http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif NABI Yunus AS adalah anak yang shaleh. Ayahnya bernama Matta. Beliau diangkat menjadi Rasul Allah pada usia 30 tahun. Nabi Yunus AS selalu bertaqwa kepada Allah SWT, sedangkan kaumnya durhaka dan menyembah berhala. Ketika Nabi Yunus AS menyeru kaumnya supaya menyembah Allah SWT, mereka menolak seruan itu. Selama 30 tahun Nabi Yunus AS menyeru, hanya dua orang saja yang mau mengikutinya, yaitu Rabil dan Tanukh. Nabi Yunus AS akhirnya berdo’a kepada Allah SWT agar kaumnya itu diberi petunjuk sehingga mereka mau mendengar seruannya. Maka datanglah wahyu Allah yang memerinthkan Nabi Yunus AS agar terus melanjutkan seruannya selama 40 hari. Jika setelah itu ummatnya belum juga mau beriman, maka akan datang siksaan Allah SWT atas mereka.

Setelah 37 hari, belum ada tanda-tanda ummatnya mau beriman. Akan tetapi, ketika sampai pada malam ke-40, terlihatlah awan hitam bergumpal di tepi langit. Melihat itu, Nabi Yunus AS memaklumi adanya. Beliau segera meninggalkan kaumnya untuk menghindari adzab Allah yang sebentar lagi akan turun. Melihat gumpalan awan di langit, ummat Nabi Yunus AS keluar dari rumah masing-masing dengan rasa ketakutan. Mereka pergi ke suatu tempat yang dianggap aman, dan di sana mereka memohon ampunan kepada Allah SWT. Mereka mencari Nabi Yunus AS untuk memohon perlindungan, tetapi mereka tidak menjumpainya. Allah SWT adalah Pengasih, Penyayang, dan Maha Penerima taubat terhadap hamba-hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an, Allah telah berfirman:

21_1-qs_yunus-98_iwlmb
“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)

Beberapa lama kemudian, awan hitam di langit pun menghilang. Permohonan taubat ummat Nabi Yunus AS dikabulkan Allah SWT, sehingga mereka kembali hidup aman dan tentram. Namun, Nabi Yunus AS yang pergi belum juga mereka jumpai.

Nabi Yunus Ditelan Ikan
Keluar dari negerinya, dengan berat hati Nabi Yunus AS meneruskan perjalanannya dengan menumpang sebuah kapal laut. Di dalam pelayaran itu, tiba-tiba datang angin topan yang membahayakan keselamatan kapal itu. Maka nakhoda kapal memutuskan untuk mengurangi salah seorang dari sekian banyak penumpang yang ada. Tapi, siapakah yang harus keluar? Maka, diadakanlah undian di antara mereka. Dengan Kehendak Allah SWT, Nabi Yunus AS ternyata menjadi korban undian itu. Beliau harus terjun ke dalam gelombang laut.

Di dalam laut, Nabi Yunus AS rupanya telah dinanti oleh seekor ikan Hiu besar yang siap menyantapnya. Dan sesaat setelah tubuhhnya masuk ke air, Nabi Yunus AS ditelan ikan hiu itu. Namun, karena Kehendak Allah jua-lah beliau tidak mati di dalam perut ikan itu. Allah SWT telah berfirman:

21_2-qs_al-anbiya-87-88_iwlmb
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyngka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya’: 87-88)

Nabi Yunus Keluar dari Perut Ikan
Do’a Nabi Yunus AS diterima Allah SWT. Ikan Hiu itu menepi ke pantai dan memuntahkan tubuh beliau dari dalam perutnya. Tubuh beliau terbawa arus ketepi, dan Nabi Yunus AS naik ke darat dalam keadaan lemah. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menerangkan:

21_3-qs_ash-shafat-143-146_iwlmb
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. Ash-Shafat: 143-146)

Kembali ke Negerinya
Setelah pulih keadaannya, Nabi Yunus AS kemudian berjalan menuju negerinya yang telah lama dia tinggalkan. Di tenga perjalanan, beliau bertemu dengan seorang penggembala. Maka bertanyalah Nabi Yunus As kepada penggembala itu tentang kaum negerinya. Sang penggembala menjawab: “Mereka dalam keaddaan aman dan tentram, karena Allah SWT telah menerima permohonan ampun dan taubat mereka, ketika adzab-Nya nyaris menimpa. Kini, sedang menunggu-nunggu kedatangan Nabinya yang telah lama meninggalkan mereka.” Mendengar itu, Nabi Yunus AS berkata: “Aku inilah Yunus, Nabi dan Rasul Allah yang diutus kepada mereka.”

Penggembala itu kemudian berlari-lari seraya memanggil-manggil kaumnya dan memberitakan kedatangan Nabi Yunus AS. Kaum Nabi Yunus AS menyambut kedatangan orang yang mereka nanti-nanti itu dengan penuh kegembiraan. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menerangkan hal ini dengan firman-Nya:

21_4-qs_ash-shafat-147-148_iwlmb
“Dan Kami utus kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. Ash-Shafat: 147-148)

Hikmah dari Kisah Nabi Yunus AS
1. Nabi Yunus adalah hamba Allah yang taat beribadah kepada Allah lama sebelum ia diangkat menjadi Nabi.

2. Allah Maha Berkehendak, dengan izin-Nya, Nabi Yunus selamat dari perut ikan.

3. Allah Maha Penerima taubat, Allah menerima taubat ummat Nabi Yunus dan terhindar dari adzab yang dahsyat karena Sifat “Rahman” dan “rahim”-Nya.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/12/02, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: