19. Nabi Ilyas AS


NABI Ilyas AS adalah keturunan Nabi Harun AS ang keempat. Allah SWT mengutus Nabi Ilyas AS kepada kaumnya, Bani Israil, yang menyembah berhala bernama “Ba’al.” Nabi Ilyas AS menyeru kaumnya agar menyembah Allah semata-mata, Tuhanyang menciptakan alam dan seluruh isinya. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menerangkan dengan firman-Nya:

19_1-qs_ash-shafat-123-126_iwlmb
“Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertaqwa? Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.” (QS. Ash-Shafat: 123-126)

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif Ternyata kaum Nabi Ilyas AS mendustakan seruan itu. Bahkan mereka mengejar-ngejar Nabi Ilyas untuk mereka bunuh. Maka larilah Nabi Ilyas AS dari mereka danmencari tempat (rumah-rumah) kosong dan sepi untuk menyembunyikan diri. Ketika bersembunyi di suatu rumah kosong, beliau menemukan seorang laki-laki yang shaleh di sana, namanya Ilyasa’. Nabi Ilyas lalu mengambil Ilyasa’ sebagai anak angkatnya, dan selalu membawanya kemana saja ia pergi.

Setelah Ilyasa’ dewasa, Allah SWT mengangkatnya menjadi Nabi dan Rasul untuk menggantikan Nabi Ilyas AS. Allah SWT telah memberikan karunia karuia yang agung kepada Nabi Ilyas AS. Diriwayatkan, setiap rumah yang didatangi oleh Nabi Ilyas AS secara ajaib menghasilkan berbagai makanan, sehingga beliau tidak tidak perlu lagi mencarinya. Penduduk banyak yang mengetahui tentang hal itu, sehingga apabila mereka mendapati banyak makanan di sebuah rumah, mereka berkata: “Rumah ini tentu sudah didatangi Nabi Ilyas AS.

Kaum Nabi Ilyas Disiksa Allah SWT
Kepada kaum Nabi Ilyas AS yang durhaka dan ingkar itu, Allah SWT akhirnya menurunkan siksaan-Nya dalam bentuk kelaparan dan kehausan. Hujan tidak pernah turun, sehingga ladang mereka kering selama bertahun-tahun. Karena itu mereka sangat menderita dalam kesengsaraan. Setelah kejadian itu, barulah mereka sadar dan insyaf atas segala dosa yang mereka lakukan terhadap Allah SWT. Mereka kemudian datang menghadap Nabi Ilyas AS untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan turun dan mereka dapat terhindar dari bahaya kelaparan. Mereka berjanji akan beriman kepada Allah SWT dan akan menuruti segala perintah Nabi Ilyas AS.

Nabi Ilyas As akhirnya berdo’a kepada Allah, dan dikabulkan. Tak lama setelah itu turunlah hujan. Ladang menjadi subur karenanya, ternak-ternak berkembang biak dengan sangat cepat, dan kehidupan mmereka kembali makmur.

Setelah karunia itu mereka rasakan, kaum Nabi Ilyas kembali melupakan Tuhannya. Mereka kembali durhaka kepada Allah, bahkan semakin parah. Maka pada akhirnya Allah SWT menurunkan adzab kepada mereka dengan amat pedih, sebagai balasannya. Sementara itu, Nabi Ilyas dan Ilyasa’ terlepas dari adzab itu, karena mereka adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa berbakti.

Hikmah dari Kisah Nabi Ilyas AS
1. Nabi Ilyas AS tidak gentar dalam berdakwah menyeru ummatnya menyembah Allah SWT. Karena kegigihannya ia tidak takut terhadap ancaman ummatnnya hingga ia dikejar-kejar untuk dibunuh.

2. Allah akan menolong hambanya yang shaleh. Allah memenuhi kebutuhan makan Nabi Ilyas AS dalam persembunyiannya.

3. Allah akan menurunkan adzab dan siksa bagi hamba-hamba-Nya yang kufur dan melampaui batas.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/12/02, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: