18. Nabi Sulaiman AS


http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif NABI Sulaiman AS adalah putera Nabi Daud AS. Beliau mewarisi kerajaan ayahnya di kalangan bangsa Israil. Allah SWT telah mengaruniakan beberapa mukjizat dan keistimewaan kepada Nabi Sulaiman AS. Selain sebagai Nabi dan Rasul Allah, dan raja di kalangan ummatnya. Nabi Sulaiman AS memiliki keistimewaan lain:

1. Beliau memiliki kecerdasan akal, adil dan bijaksana di dalam berpikir dan mengambil keputusan.

2. Beliau memahami bahasa binatang seperti burung, semut, dan sebagainya.

3. Beliau berkuasa memerintah bangsa jin.

4. Beliau dapat bepergian kemana saja dengan mengendarai angin.

5. Beliau adalah seorang raja yang kaya-raya dengan istana yang megah dan bertaburan permata.

Allah SWT telah berfirman tentang Nabi Sulaiman AS:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/18_1-qs_an-naml-16-17_iwlmb.gif
Artinya: “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.” Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).” (QS. An-Naml: 16-17)

Nabi Sulaiman dan Sekelompok Semut
Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman beserta tentaranya akan melewati suatu tempat yang dihuni oleh sekelompok bangsa semut. Maka berkatalah raja semut kepada rakyatnya: “Wahai rakyatku, menyingkirlah dan masuklah kalian ke dalam lubang, karena Nabi Sulaiman dan tentaranya sebentar lagi akan melewati bumi ini.” Tentang ini, Allah SWT terlah berfirman di dalam Al-Qur’an:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/18_2-qs_an-naml-18-19_iwlmb.gif
Artinya: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut. “Hai semut-semut, masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” maka dia tersenyum dan tertawa karena(mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml: 18-19)

Rattu Balqis dan Nabi Sulaiman
Ketika Nabi Sulaiman AS sedang mengatur tentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan binatang, beliau mendapati salah satu anggota tentaranya dari bangsa burung tidak ada dalam barisan. Burung itu bernama Hud-hud. Maka bertanyalah Nabi Sulaiman AS: “Kemanakah gerangan Hud-hud?” Tiba-tiba, tak lama setelah itu, datanglah Hud-hud dengan penuh hormat menghadap Nabi Sulaiman AS seraya melaporkan sebab-sebab keterlambatannya. Burung itu memberitakan tentang negeri Saba yang diperintah oleh seorang ratu yang kaya raya, tetapi dia beserta rakyatnya menyembah matahari. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menceritakan hal ini dengan firman-Nya:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/18_3-qs_an-naml-22-24_iwlmb.gif
Artinya: “Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.” (QS. An-Naml: 22-24)

Mendengar kabar itu, Nabi Sulaiman segera menulis sepucuk surat kepada ratu negeri Saba itu, Balqis namanya. Isi surat itu adalah seruan dan ajakan Nabi Sulaiman kepada ratu Balqis agar ia beserta seluruh rakyatnya menyembah hanya kepada Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan alam dan seluruh isinya. Surat itu kemudian dibawa hud-hud ke negeri Saba untuk diserahkan kepada Ratu Balqis. Menerima surat itu, ratu Balqis amat terkejut. Kemudian ia segera membuka dan membaca surat tersebut. Setelah ia memaklumi isinya, maka bermusyawarahlah ia bersama pembesar negeri. Sebagian pembesar negeri menghendaki agar surat ajakan itu ditolak saja dan menghadapi tentara Nabi Sulaiman jika ternyata mereka diperangi. Sedangkan sebagian pembesar negeri yang lain menyarankan agar ratu Balqis menerima saja ajakan Nabi Sulaiman, agar negeri Saba selamat dari kehancuran akibat serangan tentara Sulaiman kelak. Maka terjadilah perdebatan yang cukup sengit di antara kedua pendapat itu. Sehingga ratu Balqis kemudian memutuskan suatu rencana untuk menundukkan Nabi Sulaiman. Ia mengutus beberapa orang untuk menghadap Nabi Sulaiman AS dan menyerahkan sepucuk surat serta berbagai hadiah mewah yang amat besar nilainya. Hadiah-hadiah itu dimaksudkan untuk meluluhkan hati Nabi Sulaiman AS sehingga beliau mengurungkan niatnya untuk memerangi negeri Saba.

Tetapi yang terjadi ternyata di luar dugaan ratu Balqis. Nab Sulaiman AS dengan tegas menolak pemberian itu, bahkan memberikan surat balasan kepada ratu Balqis yang isinya ancaman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:


Artinya: “Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka sungguh kammi akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan kami pasti akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina-dina.” (QS. An-Naml: 36-37)

Maka pulanglah para utusan ratu Balqis itu dengan membawa kembali hadiah-hadiahnya ke negeri Saba . Setelah sampai di negerinya, mereka menceritakan semua yyang mereka lihat dan dengar. Ratu Balqis amat takjub mendengar semua itu. Maka berkatalah ia: “Jika demikian, aku sendiri akan datang ke negeri Sulaiman. Akan aku saksikan sendiri bagaimana kebesaran kerajaannya.”

Rencana keberangkatan Ratu Balqis itu rupanya diketahui terlebih dahulu oleh Nabi Sulaiman As. Maka diperintahkannya semua balatentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan binatang agar memperindah istananya dan melengkapi dengan segala perabot yang indah-indah. Kemudian, sebagai kejutan, Nabi Sulaiman bermaksud memindahkan singgasana ratu Balqis yang megah itu dari negeri Saba ke istananya. Maka bertanyalah Sulaiman kepada kepada tentaranya: “Siapakah di antara kalian yang sanggup membawa singgasana Ratu Balqis kemari dengan cepat sebelum ia sampai di sini?” Salah satu dari bangsa jin, Ifrit namanya, menjawab: “Aku sanggup membawanya sebelum engkau bangkit dari dudukmu.” Tetapi, tiba-tiba seorang alim dari Ahli Kitab berkata: “Aku sanggup membawa sinnggasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Nabi Sulaiman menjawab: “Kalau begitu, lakukanlah!” Maka, ketika Nabi Sulaiman mengedipkan matanya, singgansana Ratu Balqis sudah ada di hadapannya.

Ketika Ratu Balqis tiba di istana Nabi Sulaiman, dengan sikap seolah-olah belum mengetahui, Nabi Sulaiman AS bertanya kepadanya seraya menunjukkan singgasananya: “Seperti inikah rupa singgasana Anda?” Ratu Balqis terkejut dan menjawab: “Ya, memang singgasanaku sama persis dengan ini.” Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke dalam istana dan melihat-lihat keadaannya. Ia benar-benar kagum luar biasa atas kehebatan istana Nabi Sulaiman. Rasanya, belum pernah ia melihat istana seindah dan semegah itu, meskipun istananya sendiri sudah sedemikina hebat. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah mengisahkan pengakuan Ratu Balqis akan kebesaran dan keagungan istana Nabi Sulaiman dengan firman-Nya:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/18_5-qs_an-naml-44_iwlmb.gif
Artinya: “Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapnya kedua betisnya. Berkata Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.” Berkata Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. An-Naml: 44)

Melihat kebesaran istana Nabi Sulaiman, Ratu Balqis menjaddi sadar, bahwa kebesaran istananya di negeri Saba yang dikirannya tiada berbanding ternyata kecil jika dibandingkan dengan milik Nabi Sulaiman. Begitu pula segala sesuatu yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Sulaiman AS jauh melampaui apa-apa yang ia miliki. Tanpa ragu lagi, Ratu Balqis kemudian memeluk Islam. Dan ia akhirnya dikkawini oleh Nabi Sulaiman AS.

Nabi Sulaiman Wafat
Kematian Nabi Sulaiman As berbeda dengan manusia biasa. Allah SWT agaknya menghendaki kematiannya dengan keajaiban. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan sedang duduk di kursi dengan memegang tongkatnya sambil seolah-olah mengawasi kesibukan jin-jin yang sedang bekerja keras. Di dalam Al-Qur’an, kematian Nabi Sulaiman AS itu diterangkan oleh Allah SWT dengan firman-Nya:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/18_6-qs_saba-14_iwlmb.gif
Artinya: “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekirannya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba’: 14)

Nabi Sulaiman As telah wafat sambil duduk di atas kursinya dan bersandar pada tongkatnya. Tiada yang mengetahui kenyataan itu selama waktu yang panjang. Ketika tongkatnya dimakan rayap dan lapuk, maka robohlah jenazah Nabi Sulaiman AS ke tanah. Saat itulah manusia, jin dan yang lainnya mengetahui, bahwa yang mengawasi mereka selama ini adalah jenazah Nabi Sulaiman AS. Ketika itu, pekerjaan membangun Baitul Maqdis telah selesai.

Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman AS
1. Seperti halnya ayahnya Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS adalah hamba Allah pilihan yang dilimpahi berbagai macam anugerah dan keistimewaan. Keistimewaan dan anugerah yang ia terima membuat ia lebih menyadari kekuasaan Allah yang luar biasa.

2. Nabi Sulaiman adalah hamba Allah yang sangat arif dan bijaksan, ia bersikap belas kasih kepada semua makhluk hingga seekor semut sekalipun.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/20, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: