17. Nabi Daud AS


http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif NABI Daud AS adalah keturunan yang ke-12 dari Nabi Ibrahim AS . Bapak-bapak beliau berlanjut silsilahnya sampai kepada Nabi Ishaq AS putera Nabi Ibrahim AS.

Sesudah Nabi Haru dan Nabi Musa wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Kepemimpinan Yusya’ bin Nun itu mereka dapat menguasai tanah Palestina dan bertempat tinggal di istana. Namun setelah Yusya’ bin Nun meniggal, mereka terpecah belah. Isi kitab Taurat berani mereka rubah dan ditambah-tambah. Mereka suka bersilang pendapat akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka. Tanah Palestina diserbu dan dikuasai bangsa lain. Bani Israil menjadi bangsa jajahan yang tertindas. Mereka merindukan datangnya seorang. Pemimpin yang tegas dan gagah berani untuk berperang melawan penjajah.

Pada suatu hari mereka pergi menemui Nabi Samuel untuk minta petunjuk. “Wahai Samuel,” kata mereka. “Angkatlah salah seorang di antara kami sebagai raja yang akan memimpin kita berperang melawan penjajah.” “Aku khawatir bila sudah dapat pemimpin yang dipilih Allah kalian justru tidak mau berangkat berperang,” kata Nabi Samuel. “kita sudah lama menjadi bangsa yang tertindas,” kata mereka. “Kita tidak mau menderita lebih lama lagi. Kita harus menegakkan agama Allah.” Karena didesak kaumnya Nabi Samuel kemudian berdo’a kepada Allah. Do’anya dikabulkan dan Thalut diangkat sebagai raja yang memimpin mereka.

Begitu nama Thalut diucapkan oleh Nabi Samuel, mereka justru menolak. Karena nama Thalut tidak begitu dikenal. Ia hanya seorang petani biasa. Malah bisa digolongkan orang miskin. Nabi Samuel kemudian menjelaskan bahwa walau pun Thalut itu petani biasa namun ia pandai strategi perang, tubuhnya kekar dan kuat dan pandai ilmu tatanegara. Akhirnya mereka mau menerima Thalut sebagai raja mereka.

Jalut dan Daud
Thalut mengajak orang-orang yang tak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan ke medan perang. Dengan memilih orang-orang terbaik itu ia berharap mereka dapat memusatkan diri pada pertempuran dan tak menghiraukan lagi urusan rumah tangga dan perdagangan. Salah seorang pemuda yang ikut dalam barisan Thalut adalah seorang remaja bernama Daud. Ia diperintah ayahnya untuk menyertai kedua kakaknya yang maju ke medan perang. Daud tidak diperkenankan maju ke garis depan. ia hanya disuruh melayani kedua kakaknya. Tempatnya di garis belakang. Jika kakaknya lapar atau haus dialah yang melayani dan menyiapkannya.

Tentara Thalut sebenarnya tidak seberapa banyak. Jauh lebih besar dan lebih banyak tentara Jalut sang penindas. Jalut sendiri adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa. Setiap orang yang berhadapan dengannya selalu binasa. Tentara Thalut gemetar saat melihat keperkasaan musuh-musuhnya itu. Demi melihat tentaranya ketakutan, Thalut berdo’a kepada Allah: “Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

Maka dengan kekuatan do’a itu mereka menyerbu tentara Jalut. Mereka bertempur dengan gagah berani, tentara Jalut tak mengira lawan yang berjumlah sedikit itu mempunyai keberanian bagaikan singa terluka. Akhirnya Jalut dapat diporak-porandakan dan lari cerai-berai. Tinggallah Jalut sang panglima dengan beberapa pengawalnya yang masih tersisa. Thalut dan pengikutnya tak berani berhadapan dengan raksasa itu. Lalu diumumkannya oleh Thalut bahwa siapa yang dapat membunuh Jalut maka ia akan diambil sebagai menantu.

Tak disangka dan diduga Daud yang masih remaja tampil ke depan. Minta izin kepada Thalut untuk menghadapi Jalut. Mula-mula Thalut ragu, mampukah Daud yang masih muda itu mengalahkan Jalut, namun setelah didesak oleh Daud ia mengizinkan anak muda itu maju ke medan perang. Dari kejauhan Thalut melihat sepak terjang Daud. Jalut dengan sombongnya berteriak menantang orang-orang Israil untuk berperang tanding. Ia juga mengejek bangsa Israil sebagai bangsa pengecut dan hinaan-hinaan lainnya yang menyakitkan hati.

Tiba-tiba Daud mubncul di hadapan Jalut. Jalut tertawa terbahak-bahak melihat melihat anak muda itu menantang duel. Daud tidak membawa senjata tajam. Senjatanya hanya ketepel. Berkali-kali Jalut melayangkan pedangnya untuk membunuh Daud namun Daud dapat menghindari dengan gesitnya. Pada suatu kesempatan Daud berhasil melayangkan peluru batu ketepelnya tepat di antara kedua mata Jalut. Jalut berteriak keras, roboh dengan dahi pecah dan mati.

Dengan demikian menanglah pasukan Thalut melawan Jalut. Daud diangkat sebagai menantu Raja Thalut. Dijodohkan dengan anak Thalut yang bernama Mikyal.

Daud Menjadi Raja
Disamping menjadi menantu raja, Daud juga diangkat sebagai penasehat. Ia dihormati semua orang. Bahkan rakyatnya seolah lebih menghormati Daud daridapa Thalut. Hal ini membuat Thalut iri hati, ia berusaha mencelakakan Daud ke medan perang yang sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh yang jauh lebih kuat dan besar jumlahnya. Namun Daud justru memenangkan pertempuran itu dan kembali ke istana dengan disambut luapan kegembiraan rakyatnya.

Thalut makin merasa iri dan sakit hati atas kepopuleran Daud di mata rakyatnya. Ia terus mencoba membunuh dan menyingkirkan Daud dengan berbagai cara namun selalu menemui kegagalan. Daud dilindungi Allah SWT.

Akhirnya terjadilah perang terbuka. Dalam peperang itu Thalut tewas. Setelah Thalut dan putera mahkotanya juga tewas dalam pertempuran melawan orang-orang yang berpihak kepada Daud maka Daud diangkat sebagai raja Israil.

Keistimewaan Nabi Daud AS
Nabi Daud diistimewakan Allah, yaitu dengan ditundukkannya gunung-gunung supaya bertasbih memuji Allah bersama Daud pada waktu pagi, siang dan malam. Demikian pula burung-burung telah ditundukkan kepada Daud untuk berkumpul memuji Allah bersama Daud.

Cara Nabi Daud mengatur Hari-harinya
Nabi Daud membagi hari-harinya menjadi empat bagian sehari untuk beribadah, sehari menjadi hakim, sehari untuk memberikan pengajaran dan sehari lagi untuk kepentingan pribadi.

Puasa Nabi Daud
Nabi Daud suka berpuasa, beliau puasa sehari dan berbuka sehari. Jadi sehari berpuasa sehari tidak.

Peringatan Allah Kepada Nabi Daud
Para Nabi adalah manusia yang menjadi contoh teladan, jika ia bermasalah maka Allah segera memperingatkannya. Demikian pula halnya dengan Nabi Daud. Ia mempunyai istri sembilan puluh sembilan orang. Memang pada masa itu tidak ada batasan bagi seorang laki-laki untuk memiliki beberapa istri, terlebih bagi seorang raja. Nabi Daud ingin menggenapkan jumlah istrinya menjadi 100 orang.

Pada suatu hari datanglah dua orang laki-laki mengadu kepada Nabi Daud: “Saudarku ini mempunyai kambing sembilan puluh sembilan ekor. Sedangkan aku hanya memiliki seekor, tetapi ia menuntut dan mendesakku agar kambingku yang hanya seekor itu kuserahkan kepadanya supaya kambingnya genap seratus ekor. Ia membawa berbagai alasan yang tak bisa kubantah karena aku tak pandai berdebat.”

“Benarkah ucapan saudaramu?” tanya Nabi Daud kepada pria lainnya.

“Benar.” Jawab pria itu.

“Jika demikian halnya,” kata Daud dengan marah. “Maka saudarmu telah berbuat dzalim. Aku tidak akan membiarkanmu meneruskan perbuatanmu yang semena-mena itu atau engkau akan mendapat hukuman pukulan pada wajah dan hidungmu.”

“Hai Daud!” kata laki-laki itu. “Sebenarnya engkaulah yang pantas mendapatkan hukuman yang kau ancamkan kepadaku itu. Bukankah engkau telah mempunyai sembilan puluh sembilan istri, tetapi kenapa engkau masih menyunting lagi seorang gadis yang sudah bertunangan dengan pemuda yang menjadi anggota tentaramu sendiri. Padahal pemuda itu setia dan berbakti kepadamu.”

Nabi Daud tercengang mendengar ucapan pria yang tegas dan berani itu. Ia berpikir keras siapakah sesungguhnya kedua pria yang beram itu. Mendadak, kedua pria itu hilang lenyap tanpa bekas. Tahulah Nabi Daud bahwa ia telah diperingatkan Allah SWT melalui malaikat-Nya. Ia segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Dan Allah mennerima taubatnya.

Mukjizat Nabi Daud AS
Nabi Daud AS memiliki suara yang merdu tiada taranya. Itulah salah satu rahmat Allah SWT yang diberikan kepadanya. Selain itu, Nabi Daud AS juga dikenal sebagai orang yang pandai melunakkan besi dan membuat bermacam-macam perlengkapan untuk keperluan hidup, seperti pakaian dan sebagainya. Allah SWT dalam hal ini, telah berfirman:

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2011/10/17_1-qs_saba-10-11_iwlmb.gif
Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang shaleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba: 10-11)

Nabi Daud menerima kitab dari Allah dengan nama Zabur yang berisikan pelajaran, peringatan dan nyanyian pujian kepada Allah SWT.

Asal-Usul Baitul Maqdis
Pada suatu hari berjangkitlah penyakit kolera di wilayah kerajaan yang dikuasai Daud. Banyak rakyat yang mati karena penyakit ini. Nabi Daud AS kemudian berdo’a kepada Allah maka hilanglah penyakit itu.

Untuk menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah maka Nabi Daud mengajak puteranya yaitu Sulaiman untuk membangun tempat suci yaitu Baitul Maqdis. Nabi Daud AS meninggal dunia dalam usia 100 tahun lebih enam bulan, di Baitul Maqdis (Yerussalem).

Hikmah Dari Kisah Nabi Daud AS
1. Nabi Daud AS adalah hamba Allah yang pandai bersyukur. Ia dianugerahi berbagai macam keistimewaan, dari suaranya yang merdu hingga kepandaiannya mengolah besi. Itu semua ia pergunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

2. Ibadah puasa Nabi Daud As yakni sehari puasa sehari tidak, dijadikan tuntunan puasa sunnah oleh Nabi Muhammad SAW yang pahalanya sangat besar bagi yang melaksanakannya.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/19, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: