14. Nabi Syu’aib AS


NABI Syu’aib diutus di negeri Madyan. Penduduk negeri Madyan sudah lama melupakan ajaran Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang diutus sebelumnya. Mereka tidak percaya adanya Allah. Mereka menyembah aikah yaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi pohon dan tanaman.

Ajakan Nabi Syu’aib Kepada Kaumnya
Pada masa itu penduduk Madyan sudah sangat sesat. Kemungkaran sudah sangat keterlaluan. Kemaksiatan sudah menjadi hal yang biasa mereka lakukan. Dan kebiasaan buruk mereka yang sangat jahat adalah mengurangi takaran atau timbangan dalam berdagang. Inilah kiranya yang harus dihindari para pedagang jaman ini. Nabi Syu’aib mengajak kaumnya menyembah Allah. Menjauhi kedzaliman, kemungkaran dan segala macam bentuk kemaksiatan. Ia juga mengajak mereka berlaku jujur, menimbang dengan benar tanpa dikurangi seperti kebiasaan mereka. Di dalam Al-Qur’an, disebutkan:


Artinya: “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tudak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf: 85)

Nabi Syu’aib juga memperingatkan mereka agar tidak menghalang-halangi para pengikutnya yang beriman untuk beribadah kepada Allah. Sebab kaum Madyan punya kebiasaan jelek, mereka suka menghalang-halangi para pengikut Nabi Syu’aib yang beriman. Bahkan banyak dari mereka yang dipaksa dengan keras untuk meninggalkan ajaran Nabi Syu’aib. Seruan Nabi Syu’aib As ternyata tidak didengar oleh kaummnya sedikitpun. Mereka bahkan menentang dengan berkata: “Datangkanlah kepada kami siksaan yang kamu ancamkan itu sekarang juga, jika kamu memang benar.” Pernyataan kaum Madyan yang lain, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an, adalah:


Artinya: “Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami telah mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.” Berkata Syu’aib: “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?” (QS. Al-A’raf: 88)

Siksaan Allah Datang
Nabi Syu’aib merencanakan untuk berhijrah bersama pengikutnya dari Madyan karena Allah SWT akan segera mendatangkan siksaan-Nya atas penduduk negeri itu. Sebelum pergi, Nabi Syu’aib berpesan kepada kaumnya:


Artinya: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku pun telah memberi nasehat kepadamu, maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir.” (QS. Al-A’raf: 93)

Tidak lama setelah itu, Allah SWT menurunkan adzab-Nya, sebagaimana difirmankan-Nya:


Artinya: “Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.” (QS. Al-A’raf: 91)

Nabi Syu’aib dan Pengikutnya Berhijrah
Setelah Allah SWT memusnahkan orang-orang yang durhaka di negeri Madyan, Nabi Syu’aib As dan para pengikutnya hijrah ke negeri Aikah, sebuah dusun yang tidak jauh dari negeri Madyan; mereka durhaka kepada Allah SWT. Seruan Nabi Syu’aib pun tidak pernah mereka perhatikan. Meski demikian, Nabi Syu’aib As tetap menyeru mereka agar menyembah Allah SWT dan mencegah mereka berbuat kejahatan terhadap sesama manusia. Seruan itu dijawab oleh mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:


Artinya: “Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir, dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Asy-Syu’ara: 185-187)

Adzab Allah Menimpa Penduduk Aikah
Bagaimana adzab Allah yang ditimpakan kepada penduduk negeri Aikah, Al-Qur’an menerangkannya:


Artinya “Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa adzab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya adzab itu adalah adzab hari yang besar.” (QS. Asy-Syu’ara: 189)

Demikianlah, kaum Aikah dimusnahkan Allah SWT dengan siksaan awan yang sangat hebat terik panasnya. Itulah balasan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Dan bagi orang-orang yang beriman balasannya adalah keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Hikmah dari Kisah Nabi Syu’aib AS
1. Mengurangi ukuran timbangan di dalam perdagangan adalah perbuatan yang amat tercela dan ancaman hukumannya amat berat.

2. Allah SWT Maha Berkehendak, Dia tidak pernah ragu-ragu untuk mendatangkan adzab-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang ingkar, dan melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/19, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: