13. Nabi Dzulkifli AS


NABI Dzulkifli nama aslinya adalah Basyar. Ia putra Nabi Ayub dengan istrinya Rahmah. Seperti ayahnya, Dzulkifli juga mempunyai sifat yang sabar dan teguh pendirian. Ia hidup di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Di dalam Al-Qur’an diterangkan tentang keutamaannya:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/13_1-qs_al-anbiya-85-85.gif
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. Al-Anbiya’: 85-86)

Dzulkifli artinya “sanggup” atau mempunyai kesanggupan. Raja yang memerintahkan ketika itu telah lanjut usianya dan sudah tidak sanggup lagi mengurus pemerintahannya. Maka raja itu kemudian membuat pemberitahuan di hadapan rakyatnya: “Siapa saja di antara kalian yang sanggup berpuasa di siang hari, beribadah pada malam harinya, dan tidak marah-marah, maka kepadanya akan aku serahkan kerajaan ini, karena aku sudah tua.” Tiba-tiba berdirilah pemuda Basyar seraya berkata lantang: “saya sanggup!” Raja mengulangi lagi pertanyaannya, dan semua yang hadir hanya membisu kecuali pemuda Basyar yang lagi-lagi lantang berkata: “saya sanggup!” Itulah sebabnya, pemuda Basyar kemudian di beri gelar “Dzulkifli,” artinya “yang sannggup.”

Nabi Dzulkifli Menjadi Raja
Setelah Nabi Dzulkifli menjadi raja, beliau mengatur waktuya dengan sebaik-baiknya untuk mengurus kerajaan dan ummatnya. Waktu siang dipergunakan untuk berpuasa, malamnya untuk beribadah kepada Allah SWT, dan waktu-waktu lain untuk tidur. Pada suatu hari, ketika Nabi Dzulkifli As akan tidur, datanglah setan yang menyerupai seorang manusia. Orang itu pura-pura mengadukan masalahnya supaya diselesaikan. Karena saat itu adalah waktu tidurnya, maka Nabi Dzulkifli As memerintahkan wakilnya untuk menyelesaikan semua persoalan tamunya itu. Tapi, orang itu ternyata tidak menerima cara demikian. Ia menghendaki agar Nabi Dzulkifli yang menyelesaikannya, bukan wakilnya. Meskipun telah dijelaskan kepadanya bahwa saat itu raja harus tidur, orang itu ngotot dengan permintaannya. Ia tidak mau pergi tetapi menunggu. Akhirnya, terpaksa Nabi Dzulkifli As melayani, dan akibatnya waktu tidurnya habis. Setelah urusan orang itu selesai, dan kemudian ia pergi barulah Nabi Dzulkifli As mengetahui bahwa orang itu adalah setan yang sengaja menggodannya. Meskipun demikian, Nabi Dzulkifli As tidak marah karenanya, beliau tetap sabar.

Pada suatu hari yang lain, terjadilah penentangan oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah terhadap pemerintahan Nabi Dzulkifli. Maka Nabi Dzulkifli As memerintahkan rakyatnya untuk berperang melawan orang-orang itu. Tetapi ummat Nabi Dzulkifli As menolak perintah itu seraya berkata: “Wahai Tuan, kami takut berperang karena kami masih ingin hidup di dunia ini. Jika engkau memintakan kepada Allah untuk menjamin keselamatan kami, maka kami bersedia pergi berperang.” Mendengar itu, Nabi Dzulkifli As tidak marah, tetapi berdo’a kepada Allah SWT: “Ya Allah, aku telah menyampaikan risalah-Mu kepada mereka agar maju berperang, tetapi mereka mempunyai permintaan, dan sesungguhnya Allah mengetahui permintaan mereka. Kemudian turunlah wahyu Allah kepada Nabi Dzulkifli As: “Wahai Dzulkifli, Aku telah mengetahui permintaan mereka dan Aku mendengar do’amu. Semuanya akan Aku kabulkan.”

Begitulah, Nabi Dzulkifli AS senantiasa menjalankan tugasnya dengan penuh kesabaran.

Hikmah Dari Kisah Nabi Dzulkifli AS
1. Nabi Dzulkifli AS sangat sabar dalam kehidupan sehari-hari. Kedudukan sebagai seorang raja tidak membuatnya angkuh dan sombong.

2. Nabi Dzulkifli AS sangat shaleh dan taat kepada Allah SWT sehingga do’anya sangat makbul di sisi Allah. Orang yang shaleh dan taat kepada Allah do’anya sangat makbul.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/18, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. minta dikirimin alamat dan nomor contack penerbit sandro jaya……. makasih sebelumnya….

  2. terima kasih kunjungannya Saudaraku.. mohon maaf, di buku yang saya beli ini tidak tercantum nomor contack, atau pun alamat penerbit.. yang ada hanya nama penerbit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: