10. Nabi Ya’qub AS


karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif Nabi Ya’qub AS adalah anak Nabi Ishaq AS. Beliau diutus oleh Allah SWT untuk menyeru ummatnya agar menyembah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya.

Menurut riwayat, Nabi Ya’qub diutus di desa Nabulis, dinegeri Kan’an. Mata pencahariannya adalah bertani dan beternak. Beliau mempunyai dua orang istri bersaudara yag bernama Layya dan Rahil. Ketika itu belum ada larangan Allah bahwa seorang laki-laki tidak diperkenankan beristrikan dua wanita bersaudara sekaligus, kecuali yang pertama telah meninggal dunia. Di dalam Al-Quur’an, Allah SWT berfirman:


Artinya: “…….(dan diharamkan bagimu mengawini) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 23)

Layya dan Rahil mempunyai dua orang hamba sahaya, masing-masing bernama Zulfah dan Balhah. Kedua sahaya ini dikawini pula oleh Nabi Ya’qub AS. Dari istri-istri tersebut, Nabi Ya”qub As memperoleh dua belas orang anak laki-laki.

Dari istri-istrinya itu ia dikaruniai 12 orang anak. Dua belas orang anak itu adalah:

Dari istrinya Layya: 1. Rawbin, 2. Syam’un, 3. Lawi, 4. Yahuza, 5. Yasakir, 6. Zabulon

Dari Rahil: 1. Bunyamin, 2. Yusuf

DAri Balhah: 1. Dan, 2. Naftali

Dari Zulfah: 1. Jad, 2. Asyir

Perang Melawan Raja Saljam
Di negeri Nabi Ya’qub ketika itu berkuasa seorang raja bernama Saljam, ia amat dzalim terhadap rakyatnya. untuk menghilangkan kedzaliman yang dilakukan sang raja, maka Nabi Ya’qub AS memerintahkan segenap keluarganya untuk ikut serta memeranginya.

Maka terjadilah perang antara keluarga Nabi Ya’qub dengan Raja Saljam. Nabi Ya’qub menyerahkan pimpinan pasukan dari pihak keluarganya kepada puteranya, Syam’un, yang gagah perkasa. Dengan keberaniannya, akhirnya Syam’un berhasil mengalahkan Raja Saljam. Kemudian masuklah Nabi Ya’qub AS beserta putera-puteranya ke dalam benteng pertahanan musuh yang telah hancur dan hartanya dijadikan harta rampasan perang (ghinimah).

Nabi Ya’qub Hijrah ke Palestina
Setelah itu Nabi Ya’qub As berhijrah ke Palestina untuk menemui pamannya yang bernama Laban. Ketika itu, beliau melakukan perjalan pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Karena perbuatannya itulah kaum Nabi Ya’qub kemudian dinamakan Bani Israil yang artinya suka berjalan di malam hari.

Di dalam perjalan hijrahnya ke Palestina, Nabi Ya’qub AS tertidur di atas batu, kemudian bermimpi. Di dalam mimpinya itulah beliau mendapatkan wahyu dari Allah SWT; “Aku adalah Allah, tiada tuhan selain Aku. Akulah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu. Aku telah mewariskan bumi yang suci ini (Baitul Maqdis) untukmu dan keturunanmu. Aku beri engkau kitab dan pelajaran serta hikmah dan Kenabian.

Wasiat Nabi Ya’qub kepada Anak-anaknya
Nabi Ya’qub AS pada masa tuanya, hidup bersama anaknya yan bernama Yusuf di negeri Mesir. Ketika itu, Yusuf menjadi pembesar di negeri itu. Akhirnya, Nabi Ya’qub AS meninggal dunia di Mesir dalam usia 147 tahun. Dan beliaulah keturunan Bani Israil tersebar di Mesir, yang kelak diperbudak oleh Raja Fir’aun, dan dibebaskan kembali oleh Nabi Musa AS. Ketika ajal telah mendekati, Nabi Ya’qub sempat berwasiat kepada anak-anaknya. Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menceritakan hal ini dengan firman-Nya.

https://iwandj.files.wordpress.com/2011/10/10_2-qs_al-baqarah-133_iwlmb.gif
Artinya: “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 133)

Hikmah dari Kisah Nabi Ya’qub AS
1. Nabi Ya’qub AS adalah orang yang shaleh. Berasal dari keturunan yang shaleh dan mempunyai keturunan yang shaleh. Bila kita tetap menjadi orang shaleh, maka Insya Allah keturunan kita juga menjadi anak yang shaleh.

2. Hingga akhir hayatnya Nabi Ya’qub AS terus menasehati anak-anaknya untuk tetap beriman dan beribadah kepada Allah. Sebuah aspek perhatian yang harus diutamakan, bahwa perkara keimanan hendaknya dinomor satukan.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/17, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: