7. Nabi Luth AS


http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif Nabi Luth AS adalah saudara Nabi Ibrahim As. Beliau diutus untuk menyeru kepada penduduk negeri Sadum (Palestina) yang sangat durhaka kepada Allah SWT. Budi pekerti kaum Nabi Luth amat tercela. Mereka memutuskan hubungan perkawinan antara pria dan wanita, yang berarti menghentikan perkembangan keturunan manusia. Sebagai gantinya, mereka lebih cenderung kepada sesama jenisnya. Laki-laki lebih senang mengawini laki-laki daripada wanita. Mereka juga sering melakukan perampokan dan penganiayaan. Setiap kali Nabi Luth AS menasehati dan menakuti mereka dengan siksaan Allah SWT, mereka segera menjawab: “Datangkanlah siksaan Allah itu, hai Luth, jika engkau sekiranya orang yang benar!” Al-Qur’an menerangkan:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/7_1-qs_al-ankabut_-28-29_iwlmb.gif
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yanh belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari ummat-ummat sebelum kamu.” Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami adzab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al-Ankabut: 28-29)

Allah Mengabulkan Do’a Nabi Luth
Setelah berulang kali diperingatkan, dan ternyata usaha tersebut sia-sia belaka, berdo’alah Nabi Luth AS kepada Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan dengan firman-Nya:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/7_2-qs_al-ankabut-30_iwlmb.gif
Artinya: “Luth berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (QS. Al-Ankabut: 30)

Maka do’a Nabi Luth itu diterima. Kemudian Allah SWT mengutus beberapa malaikat untuk menimpakann adzab kepada kaum Nabi Luth, yang sangat durhaka dan ingkar itu. Segera datang berita dari Allah melalui Nabi Ibrahim AS, bahwa negeri Sadum beserta seluruh penduduknya akan dibinasakan. Mendengar berita itu, Nabi Ibrahim AS berkata: “Ya Allah, di negeri itu ada Luth. Bagaimana dengan dia jika negeri Sadum dimusnahkan?” Maka Allah menjawab kekhawatiran Nabi Ibrahim itu dengan firman-Nya sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/7_3-qs_al-ankabut-32_iwlmb.gif
Artinya: “Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya di kota itu ada Luth.” Para malaikat berkata: “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (QS. Al-Ankabut: 32)

Laki-laki Tampan Sebagai Umpan
Sebelum negeri Nabi Luth AS dimusnahkan, datanglah beberapa malaikat yang menyerupai laki-laki tampan ke rumah Nabi Luth AS. Atas kedatangan mereka, Nabi Luth AS amat bersedih hati, karena khawatir kaumnya akan berbuat keji kepada tamu-tamunya itu dengan memaksa mereka berbuat mesum. Apa yang dikhawatirkan Nabi Luth AS ternyata terjadi juga. Tak lama kemudian datanglah berbondong-bondong laki-laki dan kaumnya menuju rumah Nabi Luth AS. Mereka mengancam Nabi Luth untuk menyerahkan tamu-tamunya kepada mereka sebagai pemuas kesenangan mereka yang keji itu. Nabi Luth AS menolak seraya berkata membujuk: “Wahai kaumku, janganlah engkau mengganggu tamuku. Jika engkau berkehendak, akan aku carikan istri (wanita) yang halal untuk engkau kawini, dan mengapakah engkau tidak berpikir?” Kaumnya menjawab: “Hai Luth, bukankah engkau sudah mengetahui, bahwa kami tidak suka kepada wanita?” Allah SWT berfirman:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/7_4-qs_al-ankabut-33_iwlmb.gif
Artinya: “Dan tatkala utasan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindngi mereka dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (QS. Al-Ankabut: 33)

Allah Menurunkan Adzab Kepada Kaum Nabi Luth AS
Demikianlah akhirnya, negeri Sadum dibinasakan beserta seluruh penduduknya. Sebelum itu, Nabi Luth As dan para pengikutnya berpindah ke daerah lain dengan perlindungan Allah SWT. Bagaimana caranya kaum Nabi Luth dibinasakan, di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menerangkan:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/7_5-qs_hud-81-82_iwlmb.gif
Artinya: “Para utasan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 81-82)

Hikmah dari Kisah Nabi Luth AS
1. Allah telah menciptakan perempuan sebagai pasangan pria dan mengikatnya dengan syariat perkawinan. Mendatangi sesama pria atau sesama wanita untuk menyalurkan hasrat sekxual adalah salah dan bertentangan dengan norma agama dan masyarakat.

2. Segala macam bentuk penentangan terhadapa syariat agama hanya akan mendatangkan musibah dan adzab dari Allah SWT.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/09/logo_01.gif

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/16, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: