2. Nabi Idris AS


Kisah 25 Nabi dan Rasul Seiring dengan berjalannya sang waktu, keturunan Nabi Adam semakin berkembang biak dan beranak cucu. Mereka menyebar ke berbagai pejuru dunia. Banyak di antara mereka yang berbuat kerusakan dan durhaka kepada allah. Mereka saling berperang dan bermusuhan dan berperang, perbuatan keji dan munkar merajalela. Untuk mengingatkan orang-orang yang sesat dan menghindarkan dari kerusakan yang lebih besar lagi, Allah mengutus Nabi Idris sebagai seorang Nabi dan Rasul untuk mengingatkan dan menyeru mereka agar kembali kepada jalan yang benar dan diridhai oleh Allah.

Nabi Idris addalah keturunan Nabi Syits, anak cucu Nabi Adam. Kepadanya Allah menurunkan tiga puluh shahifah (lembaran) yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya, terutama kepada ketturunan Qabil yang durhaka terhadap Allah. Dengan diturunkannya shahifah itu, maka resmilah Idris diangkat sebagai Nabi dan Rasul Allah.

Pengetahuan Nabi Idris AS

Nabi Idris adalah orang yang mula-mula pandai menulis dengan pena, pandai membaca, mengetahui ilmu falak, ilmu hitung, pandai menjahit, menunggang kuda, dan dialah yang mula-mula berani memerangi orang-orang yang sesat dan durhaka. Nabi Idris AS banyak mempelajari kitab-kitabyang diturunkan kepada Nabi Adam dan Nabi Syits. Beliau pulalah yang pertama-tama pandai mengguntunging dan menjaahit pakaian. Sebelum itu, semua orang memakai pakaian yang terbuat dari kulit binatang.

Nabi Idris AS mempunyai kekuatan yang luar biasa, sehingga beliau mendapat gelar Asad ul-Usud (singa segala singa). Dengan keperkasaannya itulah beliau memerangi kaumnya yang durhaka kepada Allah dan mengingkari syari’at-Nya. Dengan segala kelebihannya itu, Nabi Idris AS justru senantiasa ingat kepada Allah SWT, sehingga beliau memperoleh derajat yang tinggi, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:

2_1 QS Maryam 56-57


Artinya: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 56-57)

Dalam sebagian riwayat diceritakan bahwa Nabi Idris As diberi kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan para malaikat, beliau mengajukan permintaan untuk dapat melihat alam ghaib. Permintaan itu pun dikabulkan. Maka naiklah Nabi Idris AS ke langit yang keempat, sebagian ulama mengatakan, bahkan sampai ke langit keenam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang bersumber dari Anas bin Malik, dinyatakan: “Ketika Nabi Muhammad SAW dan Jibril melalui suatu tempat pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj, beliau sempat bertemu dengan seseorang yang menyambutnya seraya berkata: “Selamat datang wahai Nabi dan saudaraku yang shaleh.” Maka bertanyalah Nabi Muhammad SAW kepada Jibril, “Siapakah dia?” Jibril menjawab,. “Idris.” Di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

2_2 QS Al-Anbiya 85-86

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukan mereka ke dalam rahmat Kami.Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. Al-Anbiya’: 85-86)

Di antara nasehat Nabi Idris AS ialah:

1. Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.

2. Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharapkan syafa’at Allah dengan amalan-amalan shalehnya.

3. Jangan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

4. Jangan mengiri kepada orang yang mujur nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.

5. Barangsiapa melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatupun akan memuaskannya.

6. Kehidupan orang itu hendaknya mengandung hikmah.

Hikmah Kisah Nabi Idris AS

1. Kita harus meniru sifat sabar dan keshalehan Nabi Idris AS bila ingin mendapat derajat yang tinggi dan mulia di sisi Allah SWT.

2. Kepandaian yang dimiliki oleh Nabi Idris As tidak membuat dirinya sombong dan berbesar hati. Hal inilah yang harus ditiru oleh kita.

3. Pengetahuan yang didapat oleh Nabi Idris didapat dari ketekunannya menelaah alam dan mempelajari shahifah Nabi Adam dan Nabi Syits. Sebuah contoh mulia yang dapat ditauladani oleh kita semua, bahwa rajin pangkal pandai.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/16, in Kisah 25 Nabi dan Rasul and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: