Makna Sebuah Kesabaran.


https://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif

BANYAK pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari Ibadah Ramadhan, satu diantaranya adalah melatih kesabaran. Kata-kata sabar, sering dipakai sebagai obat penenang sehingga sabar memiliki dampak psikologis yang luar biasa. Seorang dapat menahan nafsu amarahnya karena keberhasilannya mengontrol dan mengendalikan emosinya. Kemampuan seperti inilah disebut sabar. Kesabaran dapat juga dimaknai keikhlasan menanggung segala masyaqqah (kesusahan) dan segala kesukaran terhadap jiwa dari cobaan tang terjadi atas dirinya. Hikmah dari kesabaran adalah kesuksesan yang berakhir dengan kebahagiaan.

“Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu dengan sesuatu dari rasa takut, lapar, kurang harta, jiwa (kematiannya), dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 155)

Kita diperintahkan untuk bersabar dalam tiga hal:

1. Bersabar dalam menunaikan segala fardlu dan kewajiban. Inilah pendapat Ibnu Abbas Muqatil.

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat. Dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

2. Bersabar dalam meninggalkan segala maksiat. Inilah pendapat Qatadah. Menurut As-Syaukani melalui tafsirnya, Fath Al-Qadir berkata:
“Yang dimaksud sabar, ialah kamu mintalah pertolongan dengan menghalang jiwamu dari pada mengikut nafsu syahwat dan hanya melakukan ketaatan, di samping menghalang dari pada terkena perkara yang menyakitkan.”

3. Bersabar dengan tidak berebut jabatan. Di dalam ibadah puasa misalnya, terdapat tiga macam kesabaran, yakni;

  • Sabar menunaikan kewajiban Allah (puasa fardhu).
  • Sabar dari pada melakukan maksiat kepada-Nya.
  • Ini karena orang yang berpuasa meninggalkan syahwatnya karena Allah, sesuai dengan maksud hadits yang menegaskan;

    “Bahwa tiap-tiap amal anak Adam adalah baginya, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa adalah bagi-Ku dan Akulah pula yang akan membalasnya. Karena dia meninggalkan syahwatnya, makanannya dan minumannya karena Aku.”

    4. Sabar atas segala takdir kesusahan lapar dan dahaga selama puasa. Dan karena ini Rasulullah SAW menamakan bulan puasa sebagai `bulan sabar. As-Sabr kata Rasulullah SAW, adalah dhiya, seperti sinaran yang menyuluh jalan yang akan ditempuh. Bagaimana sulit sekalipun, jalan itu akan dapat dilalui dengan sabar. Sabar dalam menempuh sesuatu yang sukar. Sabar yang terpuji adalah sabar mengerjakan taat kepada Allah, menjauhi segala maksiat yang dilarang-Nya dan sabar atas segala takdir-Nya. Tetapi antara sifat sabar itu, maka sifat sabar karena mengerjakannya dengan taat dan meninggalkan maksiat adalah sabar yang lebih utama.

    Semoga Allah menggolongkan kita semua termasuk di kalangan orang-orang mukmin yang bersifat meminta tolong dengan sabar, menunaikan kewajiban dengan sabar dan termasuk orang yang sabar atas cobaan-Nya. Aamin.***

    Sriwijaya Post

    About Iwan Lemabang

    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    Posted on 2011/08/01, in Artikel Islami and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: