Aplikasi Nilai Ramadhan.


https://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif

DALAM menjalani ibadah selama Ramadhan, setiap mukmin tidak boleh puas dengan apa yang sudah dikerjakannya, apalagi menganggap sudah sempurna. Senantiasa ingin meningkatkan kualitas dan
kuantitas ibadah, memperbaiki kekurangan serta mengejar semua
keutamaan yang Allah SWT janjikan selama Ramadhan hendaklah
menjadi spirit bagi setiap mukmin yang berpuasa. Pelajaran berharga dari Allah SWT dapat dilihat dalam QS Al-Baqarah 187:

“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isterimu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka
bertaqwa.”

Dalam ayat tersebut Allah SWT, ada proses tarbiyah dari Allah SWT kepada kita untuk senantiasa melakukan At-Tanmiyah (pengembangan).

* Meskipun bercampur dengan istri di malam hari diperbolehkan, tapi bagi mereka yang senantiasa ingin melakukan peningkatan kualitas ibadah selama Ramadhan akan memilih untuk itikaf di masjid.

* Pengembangan diri juga terkandung dalam hikmah dianjurkannya puasa 6 hari di bulan Syawal. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun.” (HR. Al-Bazzar).

* Muara yang hendak ingin dicapai dari semua proses tarbiyah tersebut adalah terbentuknya individu yang bertaqwa dan
berkepribadian islami. Terlebih lagi bagi para dai (kader dakwah) yang senantiasa berjuang membela al-haq (kebenaran) berperang
melawan al-bathil (kebatilan), Ramadhan akan benar-benar dimaknai
dan dimanfaatkan guna meningkatkan kualitas Maknawiyahnya.

* Kesabaran adalah salah satu hikmah yang hendak diraih
selepasnya bulan tarbiyah ini.

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” (QS Al-Anfal: 65).

Sriwijaya Post, Rabu, 9 September 2009.

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/07/31, in Artikel Islami and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: