Jalan Menuju Kemuliaan.


Oleh: Drs. H. Ayik Ali Idrus

SETIAP orang mendambakan hidup mulia dan terhormat, sehingga dapat menikmati kehidupan di dunia dan bahagia. Untuk meraihnya banyak jalan yang ditempuh, sebagian kelompok orang melakukannya dengan cara-cara halal dan terpuji, namun ada sebagian lain yang melakukannya dengan jalan curang dan penuh tipu daya.

Perbedaan cara yang dilakukan oleh seseorang untuk meraih kebahagian karena disebabkan oleh perbedaan pula di dalam memaknai arti kebahagian itu sendiri. Sebagian orang mengira bahwa dengan jabatan dan kedudukan serta harta yang melimpah, mereka akan dihormati dan dimuliakan oleh orang lain sehingga merasakan kehidupan yang bahagia.

Namun sebagian yang lain tidak demikian, sebab harta, kedudukan, pangkat dan jabatan bukanlah jaminan seseorang akan dimuliakan orang lain, namun semua itu justru akan menimbulkan fitnah yang akhirnya mendatangkan kesengsaraan. Oleh karana itu, cara-cara untuk memperoleh kehormatan dan kemuliaan yang hanya di dasarkan kepada konsep-konsep berfikir manusia, lebih-lebih karena dorongan hawa nafsu maka hasilnya hanyalah sangat subyektif. Tentu akan sangat berbeda apabila cara-cara yang ditempuh menggunakan tuntunan Allah melalui syari’at agama-Nya maka hasilnya akan menjadi lebih obyektif.

Berkenaan dengan itulah maka dalam tulisan yang bernuansa da’wah bil qalam ini akan memberikan bantuan pemikiran bagi segenap pembacanya tentang bagaimana kiat-kiat untuk meraih kemulian di dunia hingga kelak di sisi Allah. Ada beberapa cara yang ditawarkan oleh syari’at Islam baik dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah SAW tentang bagaimana cara mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun dalam tulisan ini hanya akan dikemukan empat macam saja.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

Pertama, Dengan Keimanan

“Tidak ada orang yang lebih mulia disisi Allah dari seorang mukmin” (HR. Thabrani)

Tidak ada sesuatu yang keluar dari lisan Rasulullah selain perkataan yang dijamin kebenarannya. Orang-orang yang beriman adalah kelompok yang benar-benar memperoleh jaminan kemuliaan dalam hidupnya baik dari sesamanya maupun yang datang dari Allah SWT. Sepanjang mereka mampu menunjukkan dan mempertanggungjawabkan keimanan dan akhlaq yang baik.

Sebab seseorang baru dianggap benar-benar beriman apabila mereka mampu mengejawantahkannya kedalam tindakan-tindakan terpuji secara nyata. Dan siapakah yang akan menyangkalnya bahwa orang yang berakhlaq baik itu tidak akan mulia hidupnya dan ditinggikan kedudukannya. Nabi SAW bersabda : “Kemulian orang adalah karena agamanya, kehormatannya adalah karena akalnya, sedangkan kedudukannya adalah karena akhlaqnya.” (HR. Ahmad & Hakim)

Kedua, Dengan Ilmu

Banyak ayat suci Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa orang yang beriman akan menempati kedudukan yang lebih baik dibanding dengan orang yang tidak berilmu, diantaranya adalah surat Az-Zumar ayat 9 :“Katakanlah adakah sama kedudukan mereka antara orang yang berpengetahuan dengan yang tidak berpengetahuan ?.” Kemudian pada surat Al-Mujadilah ayat 11 lebih dipertegas : “Niscaya Allah akan meninggikan kedudukan beberapa derajat bagi orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan.” Keterangan di dalam Al-Qur’an adalah merupakan fakta yang realistis sebab apabila kita melihat pada dunia kenyataan bahwa banyak negara-negara maju yang kemudian menjadi negara yang dihormati dan disegani oleh negara lain adalah karena mereka memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas sebab di tunjang oleh pengetahuan yang memadai.

Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagaimana sabdanya : “Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Dan sesungguhnya ilmu itu menempatkan orangnya dalam kedudukan yang terhormat dan mulia, dan ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat.” (HR. Ar-Rabi’)

Namun pada kenyataan yang kita lihat banya orang yang terjebak dan salah menilai bahwa seseorang itu disegani dan dihormati adalah karena hartanya, sehingga banyak orang-orang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya sekalipun melalui cara-cara yang tidak terpuji seperti korupsi, menipu, manipulasi dan lain-lain, agar mereka dapat menjadi orang kaya. Pendapat ini adalah tidak benar, karena harta akan akan dapat menyeret pemiliknya kepada fitnah dan kehinaan.

BANYAK contoh yang kita dapat saksikan bagaimana akhir kehidupan pasangan suami istri yang kaya raya Pangeran Charles dengan Lady Diana. Bagaimana nasib Bob Hasan yang dikenal sebagai raja hutan itu kini terhina dalam penjara, dan bagaimana pula nasib Tommy Suharto yang kini hidup dalam kecemasan dan hina dina. Sebaliknya bagaimana yang dialami oleh para ahli ilmu yang telah mengamalkan ilmunya untuk kesejahteraan manusia mereka dihormati, dimuliakan dan dikenang jasa-jasanya, sekalipun yang bersangkutan telah menginggal dunia.

Ketiga, Dengan Bertahajjud (Qiyamul Lail)

Cara ini adalah cara yang dijanjikan Allah SWT sebagaimana yang tertera di dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ aya 79 : “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah engkau sebagai amaliyah sunnah tambahan bagimu, niscaya Allah akan mengangkat kamu ditempat yang terpuji.”

Dikala ummat Islam shalat tahajjud atau yang sering dikenal dengan qiyamul lail nampaknya belum begitu memasyarakat kecuali hanya bulan Ramadhan. Sekiranya kaum muslimin mau melakukannya secara rutin, niscaya mereka akan merasakan sesuatu yang luar biasa di dalam kehidupannya. Dan apabila mereka telah merasakan akibatnya maka mereka akan merasakan kerugian yang besar bila meninggalkannya. Nabi SAW bersabda : “Umatku yang termulia ialah penghafal Al-Qur’an dan selalu shalat tengah malam (tahajjud).” (HR. Thabrani & Baihaqi).

Keempat, Dengan Berjihad di Jalan Allah

Seseorang akan meraih kesuksesan manakala mereka mau bersungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkannya. Karena hakekat makna berjihad adalah bersungguh dalam dalam melakukan suatu perbuatan dalam rangka menegakkan kebenaran dan melawan kebathilan lebih-lebih yang berhubungan dengan kalimat Allah.

Dalam hal ini Allah SWT menjelaskan didalam surat Al-Ankabut ayat 69 : “Dan orang-orang yang berjuang dijalan Kami (Allah), benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Keberhasilan tanpa didahului dengan perjuangan hanyalah merupakan mimpi/hayalan. Karena tidak ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita dapatkan secara gratis. Seseorang layak mendapatkan penghargaan karena memang mereka telah berjuang dan berkorban untuk itu. Dan seseorang patut dihargai, dihormati dan dimulyakan sebab mereka telah bersusah payah membentuk diri dan jiwanya dengan akhlakul karimah.

Nabi SAW bersabda : “Manusia yang paling dekat derajatnya kepada derajat kenabian ialah para Muhajidin (orang yang berjihad) dan ilmuwan (cendikiawan), karena kaum mujahidin melaksanakan ajaran Rasul dan ilmuwan membimbing manusia untuk melaksanakan ajaran Nabi-Nabi.” (HR. Ad-Dailami).

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2009/10/19, in Artikel Islami and tagged , . Bookmark the permalink. Comments Off on Jalan Menuju Kemuliaan..

Comments are closed.

%d bloggers like this: