Keluarnya Ruh Dari Badan.


Didalam Al-Qur’an tidak didapati tentang keluarnya ruh dari badan. Tapi ada disingkapkan dalam hadits Nabi bahwa sakitnya pencabutan ruh (sakaratul maut) itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan dengan pedang. Rasulullah SAW bersabda:

“(Sakitnya sakaratul maut itu) kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan dengan pedang,” (HR. Imam Ibnu Abid Dunya)

Adapun bagi para mukminin (orang-orang mukmin) keluarnya ruh itu amatlah pelannya, tapi bagi orang kafir atau munafik, maka keluarnya ditarik dengan cara yang keras sekali oleh malaikat Izrail. Namun walaupun perlahan, tetap masih terasa juga sakitnya. Disebutkan dalam satu riwayat, jika seorang hamba itu sudah sampai naza’, maka mulutnya terkunci dan empat malaikat masuk kepadanya.

Malaikat pertama mengucapkan salam seraya berkata: “Aku adalah yang diserahi rizkimu yang telah aku usahakan dari bumi timur dan bumi barat. Maka aku tidak mendapatkan sesuap dari rizki jika kamu sudah masuk saat mati.”

Malaikat kedua masuk dengan mengucapkan salam dan berkata: “Aku yang diserahi minumanmu, dari air atau lainnya. Maka tidaklah aku dapatkan bagimu seteguk air ketika dekatnya saat mati.”

Malaikat ketiga masuk mengucapkan salam dan berkata: “Aku yang diserahi nafas-nafasmu. Aku mencari dari bumi timur dan barat. Maka tidaklah aku dapatkan satu nafas dari nafas-nafasmu.”

Kemudian malaikat keempat masuk dengan mengucapkan salam sambil berkata: “Aku yang diserahi dengan ajalmu, aku mencari di bumi timur dan barat. Maka tidak aku temui bagimu dalam satu jam.”

Selanjutnya malaikat Kiramul Katibin masuk kepadanya dari arah kanan dan kiri.

Malaikat sebelah kanan berkata: ” Keselamatan bagimu. Aku adalah yang diserahi amal kebajikanmu.” Maka keluarlah lembaran yang putih dan diberikan kepadanya seraya berkata: “Lihatlah kepada amalmu.” Maka dikala itu ia merasa gembira dan riang.

Malaikat sebelah kiri berkata: “Keselamatan bagimu. Akulah yang diserahi amal kejahatanmu.” Maka keluarlah lembaran yang hitam dan diberikan kepadanya sambil mengatakan: “Lihatlah kepadanya!” Maka dikala itu keringatnya megalir. Kemudian seorang hamba melihat kekanan dan kekiri karena takut untuk membaca lembaran. Maka malaikat memegang lembaran dan melemparkannya ke bantal, lalu ia kembali.

Setelah itu datanglah malaikat maut. Dan disebelah kanannya seorang hamba adalah malaikat Rahmat, disebelah kirinya adalah malaikat Adzab. Sebagian mereka ada oerang yang ditarik nyawanya dengan satu tarikkan, sebagian mereka ada orang yang dilepaskan dengan satu lepasan, dan ada pula yang lolos dengan satu lolosan. Apabila ruh itu sudah sampai pada kerongkongan, maka malaikat maut mencabutnya. Jika ia termasuk orang yang bahagia, maka malaikat rahmat memanggil dan jika ia termasuk golongannya orang celaka, maka ia dipanggil malaikat adzab. Lalu malaikat mengambil ruh dan ia naik dengan membawanya ke Hadirat Tuhan Seru Sekalian Alam. Jika ia termasuk orang yang bahagia, maka Allah SWT mengatakan: “Kembalilah kamu semua kepada ruh kepada badannya, sehingga ia melihat apa yang berada dari tubuhnya.

Kemudian para malaikat itu pergi membawa ruh, mereka meletakkannya ditengah rumah. Maka ruh itu melihat siapa orang yang merasa sedih dan siapa yang tidak. Adapun ruh tidak kuasa berbicara. Selanjutnya jenazah diiringkan kekuburnya. Maka Allah SWT memerintahkan agar ruh itu kembali ketubuhnya sebagaimana sewaktu ia berada di dunia. Dalam beberapa riwayat ada yang berselisih. Sebagian ulama mengatakan, bahwa ruh itu dijadikan sebagaimana keadaan semula. Sebagian ulama berkata, bahwa yang ditanya Munkar dan Nakir adalah kepada ruh bukan badannya. Sebagian ulama mengatakan, bahwa ruh itu masuk ketubuhnya. Dan ulama-ulama yang lain mengatakan, bahwasanya ruh itu berada diantara jasadnya dengan kafannya. Dari semua itu, maka datanglah Atsar yang shahih menurut Ahlul Ilmi mengenai ditetapkannya bagi seorang hamba dengan siksaan kubur, dan ia tidak lepas dengan ikhwal kubur.

Al-Faqih mengataka:

“Barangsiapa menghendaki selamat dari siksa kubur, maka baginya supaya melanggengkan empat perkara dan menjauhi empat perkara pula. Adapun empat perkara untuk dibiasakan (dilanggengkan) adalah: Menjaga shalat, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan membaca tasbih. Maka empat perkara itu dapat menerangi dan memperluas kubur. Adapun yang empat supaya dijauhi ialah: Dusta, khianat, bergumam, dan kencing pada tubuh.

Nabi SAW bersabda:

“Bersihkanlah akan kencing, sebab kebanyakan siksa kubur adalah akibat kencing.”

Kemudian datanglah dua malaikat yang keras-keras yang dapat membakar bumi dengan siungnya. Keduanya adalah Munkar dan Nakir, kedunya mendudukkannya sambil bertanya kepada mayat: “Siapa Tuhanmu…… Sampai akhir….. Maka jika ia termasuk orang yang berbahagia tentu dapat menjawab: “Tuhanku adalah Allah SWT, Nabiku Muhammad SAW, Agamaku Islam……”

Maka keduanya berkata: “Tidurlah kamu seperti tidur pengantin.” Keduanya terus membukakan lubang disisi kepalanya. Dari lubang itu mayat dapat melihat rumahnya dan kedudukannya di syurga, lalu keduanya kembali beserta ruh menuju langit. Ia menjadikannya dan menyimpannya dalam Qandil yang digantungkan dengan Arasy.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA katanya, Nabi SAW bersabda, Allah berfirman:

“Aku tidak akan mengengeluarkan seorang hamba dari para hamba-Ku dari dunia, akan tetapi Aku mengampuninya dan Aku mengurangi karena kejelekan amalnya, dengan penyakit dalam tuubuhnya, atau kesempitan rizkinya, atau dengan musibah yang menimpanya daripada gelisah. Jika suatu kejelekannya masiih tetap padanya, maka Aku beratkan baginya ketika mati, sehingga ia menjumpai Aku dan baginya sudah tidak ada lagi kejelekannya. Dengan Kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak akan mengeluarkan seorang hamba dari hamba-hamba-Ku dan Aku tidak akan mengampuninya kecuali Aku menepati seluruh kebajikan yang dilakukannya dengan kesehatan tubuhnya ia merasa gembira apa yang menimpanya dan lapang rizkinya. Jika kebajikannya masih tetap maka baginya Aku lapangkan ketika mati. Sehingga ia menjumpai Aku dan tidak ada kebijakan baginya.”

Abul Aswad berkata, aku berada disisi ‘Aisyah RA, tiba-tiba gugurlah kemah yang beratap batu kepada manusia. Mereka sama tertawa. Maka ‘Aisyah RA berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang mukmin yang terjerat duri, kecuali baginya ditinggikan kebaikan dan dihapuskan kejelekannya.”

Dan disebutkan, tidak baik dalam tubuh yang tidak terkena penyakit, tidak baik dalam harta yang tidak terkena penyakit-penyakit.

Dalam riwayat, bahwasanya orang mukmin sewaktu terputus dari dunia dan menghadap ke akhirat, maka turunlah malaikat dari langit kepadanya yang putih wajahnya yang wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kafan dari kafan-kafannya surga dan cendana dari cendan-cendana surga. Lalu mereka duduk didekatnya dengan memanjangkan matanya. Kemudian datanglah malaikat maut lalu duduk disekitar kepalanya seraya berkata: “Keluarlah wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Maka keluarlah ruh dan mengalir dari tubuhnya sebagaimana mengalirnya tetesan dari minuman.

Kemudian para malaikat mengambilnya dan meletakkannya pada pada apa yang berada pada kedua tangan mereka dan mereka memasukkannya kedalam kafan-kafan itu. Maka dari ruh itu keluarlah bau-bauan seperti bau kesturi. Tidaklah mereka naik melewati malaikat kecuali mereka mengatakan: “Apakah bau yang harum ini?”

Mereka menjawab: “Ini adalah ruhnya Fulan.”

Mereka menyambut dengan kebaikan namanya, dan ia dipanggil ruh didunia. Setelah mereka sampai dilangit dengan ruh, maka mereka minta supaya dibukakan, maka terbukalah pintu-pintu langit bagi mereka. Setiap langit ada malaikat yang mengiringkannya sehingga mereka sampai pada langit ketujuh. memanggillah Zat pemanggil dari sisi Allah SWT: “Tuliskanlah kitabnya pada tempat yang tinggi (Illiyin) dan kembalikanlah ke bumi, sebab ia dijadikan dari bumi. Sebagaimmana diterangkan dalam firman Allah SWT:

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan dari padanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)

Maka mereka mengembalikan ruhnya kepada tubuhnya. Dan kedua malaikat yang berwibawa datang kepadanya. Maka keduanya berkata: “Siapakah Tuhanmu?……….. Sampai akhirnya.” Kemudian kedua berkata: “Apakah yang kamu katakan kepada lelaki ini yang ia diutus untuk kalian, yakni Muhammad.”

Mayat berkata: “Dia adalah utusan Allah dimana Al-Qur’an diturunkan kepadanya, dan aku mengimaninya (mempercayainya) dan membenarkannya.”

Maka ia dipanggil dari langit: “Benarlah hamba-Ku, maka hendaklah kalian memasang hamparan dari surga , pakaikanlah untuknya pakaian dari surga, bukakanlah pintu-pintu surga baginya.”

Dan datanglah kepadanya bau dan harumnya surga, dan menjadi luaslah kuburnya sepanjang penglihatan mata. Kemudian datanglah seseorang yang bagus rupanya dan berpakaian yang baik dan semerbak baunya. Maka ia mengatakan kepadanya: “Bergembiralah kamu dengan apa yang menyenangkan kamu. Inilah harimu yang menjanjikannya.”

Mayat mengatakan: “Siapa engkau? Allah SWT mengasihi kamu. Aku tak pernah melihat di dunia yang lebih bagus daripada engkau.

Ia mengatakan: “Aku adalah amalmu yang shalih.”

Jika termasuk orang celaka, maka apabila maut datang kepadanya, turunlah malaikat dari langit. Mereka membawa pakaian adzab, mereka duduk menjauh daripadanya, lalu malaikat maut datang dan duduk didekatnya kepalanya seraya berkata: “Wahai nafsu yang jahat, keluarlah kepada kemurkaan Allah.”

maka berpisahlah ruh dari jasadnya, keluarlah ruh dari badannya. Dan segala sesuatu yang dilangit dan dibumi sama melaknatinya, segala sesuat mendenngarnya kecuali jin dan manusia. Kemudian mereka membawa niak ruh kelangit dunia. Jika mereka dengan ruh telah sampai pada langit dunia, maka karena ruh itu ditutuplah pintu-pintu langit. Lalu memanggil-manggil Zat pemanggil dari sisi Allah: “Kembalikanlah ruh itu ke tempat tidurnya.”

Mereka mengembalikannya kekuburnya. Maka datanglah Munkar dan Nakir yang menghebohkan dalam kehebohan, suara keduanya seperti guntur, matanya seperti petir yang menyambar. Maka keduanya membakar bumi dengan siungnya. Kedunya duduk dengannya sambil bertanya: “Siapakah Tuhanmu?” Sahutnya: “Entah tidak tahu.”

Maka ada seruan dari samping kubur: “Wahai Munkar Nakir pukul saja orang itu.” Maka Munkar dan Nakir memukulny dengan palu dari besi. Andaikata para makhluk sama berkumpul seluruhnya, tentu tak dapat mengelakkannya, dari pukulan itu menyalahlah kuburnya menjadi api. Dan kubur menyempit antara dada dan punggungnya. Kemudian datanglah seseorang kepadanya dengan rupanya yang buruk dan hina, baunya bacin, dan berkata: “Allah telah membalas kejahatanmu. Maka demi Allah tidaklah kamu melakukan sesuatu kebajikan? Tapi kamu senantiasa lalai untuk taat dan bersegera melakukan kemaksiatan kepada Allah.

Mayat berkata: “Siapakah kamu? Aku belum pernah melihat sejelek kamu di dunia.

Ia menjawab: “Aku adalah perbuatanmu yang jahat.”

Lalu ia dibukakan pintu keneraka, ia melihat tempat duduknya di neraka terus-menerus. Demikian sampai datangnya hari kiamat. Ada diterangkan, bahwa orang mukmin difitnah dalam kuburnya selama tujuh hari. Adapun oranh kafir sampai 40 hari. Nabi SAW bersabda:

“Siapa yang mati pada hari Jum’at, Allah SWT menyelamatkannya kepada akan fitnah kubur.”

Disebutkan dalam satu hadits dari Abi Umamah Al-Balihi RA. Jika seseorang mati dan diletakkan pada kuburnya, maka datanglah malaikat maut dan duduk didekat kepalanya. Ia menyiksanya dan memukulnya dengan satu pukulan berat dengan palu, maka semua anggota tubuhnya tidak ada yang tetap, melainkan semua hancur terputs-putus dan kuburnya menyala karena api yang membakar.

Malaikat menyeru: “Bangunlah dengan seizin Allah.”

Maka jika ia duduk dengan lurus, maka ada jeritan lelaki dengan satu jeritan dimana seluruh apa yang berada di langit dan dibumi mendengarnya, kecuali jin dan manusia. Lelaki itu berkata: “Kenapa engkau bertindak seperti itu? Dan kenapa engkau menyiksa kepadaku, padahal aku mendirikan shalat, membayar zakat, dan puasa di bulan Ramadhan?

malaikat menjawab: “Aku menyiksa kamu, sebab pada suatu hari kamu lewat dengan orang teraniaya, dia minta pertolongan kepadamu, tapi kamu tidak memberikan pertolongan. Dan pada suatu hari kamu mengerjakan shalat, tapi kamu tidak membersihkan kencingmu.”

Maka jelaslah dengan hadits ini, bahwa menolong orang teraniaya itu wajib. Sebagaimana diriwayatkan:

“Barangsiapa melihat orang teraniaya dan ia memerlukan pertolongan, tapi ia tidak mau menolongnya, maka ia dalam kuburnya di pukul 100 cemati dari nereka.”

Ada diriwayatkan: “Empat kelompok dimana Allah akan mendatangkan mereka kelak dihari kiamat di atas mimbar-mimbar dari nur, dan Dia akan memasukkan dalam rahmat-Nya. Ditanyakan siapa mereka itu ya Rasulullah? Rasulullah SAW bersabda: “Mereka adalah:

1. Orang yang mengenyangkan orang yang lapar.

2. Orang yang menyiapkan diri untuk berperang di jalan Allah.

3. Orang yang memberi pertolongan kepada orang yang lemah.

4. Orang yang memberi pertolongan kepada orang yang teraniaya.”

Diriwayatkan dari Imam Anas bin Malik RA, katanya bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Jika mayat diletakkan dalam kubur, dan tanah ditimbun diatasnya. Maka berkatalah para ahlinya, anak-anaknya, penhulu-penghulunya, dan orang-orang yang mulia. Maka berkatalah malaikat yang diserahi: “Apakah kamu mendengar dari apa yang mereka katakan. Mereka berkata seperti itu, kalau-kalau mereka sama diam.”

Maka kubur merenggang dari mayat, dan bercampurlah iga-iganya, dan mayat itu merintih dalam kubur: “Aduh tulang-tulangku, aduh hinanya tempatku, aduh sadisnya pertanyaan malaikat……. Hingga datang malam Jum’at dari bulan Rajab pada tahun itu.

Akhirnya Allah SWT berkata: “Aku menyaksikan kepada kalian wahai malaikat-Ku, bahwasanya Aku mengampuni kejelekkan baginya dan Aku menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan menghidup-hidupkan malam ini.

,font color=”skyblue”>SUMBER:
Judul buku: Berita Ghaib dan Alam Akhirat – Digali dari Al-Qur’an.
Penyusun: M. Ali Chasan Umar
Kendal, 20 Ramadhan 1397 H/ 4 September 1977 M

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2009/06/07, in Artikel Islami and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: