Keadaan Malaikat Maut Bagaimana Cara Mencabut Nyawa.


Ketahuilah, bahwa segala macam makhluk yang hidup dipermukaan bumi ini, pasti akan merasakan. Kalamullah dalam Al-Qur’an:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali Imran: 185)

Baik makhluk yang berjiwa itu berupa makhluk kasar seperti manusia dan binatang-binatang maupun makhluk halus seperti setan, jin dan para malaikat. Sebab makhluk yang semacam apapun tak akan kekal. Melainkan hanya Allah sajalah yang Maha Kekal (Baqa’). Adapun kematian yang akan kita rasakan itu adalah dengan nyawa yang akan dilaksanakan oleh seorang malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT yang bernama malaikat maut (Izrail).

Disebutkan dalam kitab As-Suluk dari Muqatil Sulaiman. Bahwasanya malaikat maut ranjang di langit yang ketujuh, dalam riwayat lain langit yang keempat, yang dijadikan oleh Allah dari cahaya. Ia memiliki 70.000 kaki dan 4000 sayap, seluruh tubuhnya penuh dengan mata-mata dan mulut-mulut. Dan tidaklah seorang makhluk dari anak Adam dan burung-burung serta seluruh makhluk yang bernyawa, kecuali baginya barada pada kekuasaan tubuhnya. Wajah, mata, tangan dan telinganya menurut jumlah bilangan para manusia. Maka ia mencabut nyawa dengan tangan dan melihat dengan muka yang searah dengan manusia.Demikianlah dia mencabut nyawa para makhluk disegala tempat.

Jika satu jiwa mati di dunia, maka hilanglah rupa tubuh dari jasadnya. Dikatakan pula bahwa ia berwajah empat. Satu wajah dimuka, yang kedua pada kepalanya, yang ketiga pada punggungnya dan yang keempat di bawah kedua telapak kakinya. Maka ia mencabut nyawa para Nabi dan para malaikat dari wajah kepalanya, mengambil nyawa mukmin dari wajah yang di muka, mengambil nyawa orang-orang kafir dari wajah punggnungnya dan mengambil nyawa jin dari wajah yang berada pada telapak kakinya.

Salah satu dari kedua kakinya berada pada jembatan Jahanam, dan yang lain berada di ranjang dalam surga. ada diterangkan, karena sangat besarnya maka andaikata seluruh lautan dan sungai-sungai dituangkan pada kepalanya maka setetespun tak akan jatuh ke bumi. Adapun Allah SWT menjadikan malaikat maut dengan dunia untuk membalikkannya diibaratkan manusia membalikkan dirhamnya. Disebutkan, bahwa malaikat maut itu tidak turun ke dunia kecuali kepada para Nabi dan para Rasul. Baginya juga mempunyai khalifa untuk mencabut nyawa binatang buas dan binatang ternak.

Disebutkan, bahwa jika Allah SWT merusak para makhluk-Nya dari manusia dan yang lain, maka rusaklah seluruh mata-mata yang berada pada tubuhnya, dan tinggal delapan dari para makhluk , mereka adalah: Israfil, Mikail, Jibril, Izrail dan yang empat adalah dari Hamalatul Arsyi (Penjaga Arasy). Adapun mengetahui habisnya ajal, maka tibalah naskah kematian kepada malaikat maut dan sakit datang kepada seorang hamba.

Malaikat maut: “Wahai Tuhanku, kapankah aku mencabut nyawa seorang hamba? Dan dalam keadaan apa dan bagaimana aku menghilangkannya?”

Allah SWT: “Wahai malaikat maut, ini adalah ilmu yang asing. Siapapun tidak akan mengerti selain Aku. Akan tetapi Aku memberitahukan kepadamu mengenai kedatangan waktunya. Dan Aku buatkan tanda-tanda kepadamu yang berdiri pula.”

Bahwa itulah malaikat yang di serahi kepada seluruh jiwa dan amal-amal mereka yang akan datang kepadamu.

Malaikat: “Habislah jiwa Fulan….”

Malaikat yang menjaga rizki dan amalnya berkata: “Habislah rizki dan amalnya.”

Jika ia termasuk orang yang berbahagia, maka terbuktilah pada namanya yang tertulis pada lembaran disisi malaikat maut, berupa tulisan dari nur yang putih disisi namanya. Jika ia termasuk orang yang celaka, maka tanda bukti itu nampak dengan tulisan hitam.

Maka bagi malaikat tidak dapat sempurna dalam mengetahui hal itu, sehingga gugurlah daun-daun dari pohon yang berada di bawah Arasy. Dan nama orang itu tertulis pada daun, dimana pada saat itulah ia di cabut nyawanya.

Diriwayatkan dari Ka’bil Akhbar, bahwasanya Allah SWT menjadikan pohon dibawah Arasy. Pohon-pohon itu mempunyai daun sejumlah bilangan seluruh makhluk. Jika ajal seorang hamba telah diputuskan, akan tetapi ia umurnya masih ada 40 hari, maka gugurlah daunnya pada tempat Izrail AS. Maka dengan hal itu Izrail tahu, bahwasanya ia di perintahkan mencabut nyawa orang yang mempunyai daun. Dan setelah itu mereka menyebutnya mayat dilangit, padahal ia masih hidup dipermukaan bumi selama 40 hari.

Disebutkan, bahwasanya Mikail turun dengan lembaran kepada malaikat maut dari sisi Allah. Dalam lembaran itu tertulis nama orang yang diperintah untuk mencabut nyawanya, tempat pencabutnya, dan sebab-sebab dia mencabutnya.

Imam Abi Laits RA menerangkan: “bahwasanya ada dua tetesan yang jatuh di bawah Arasy atas nama orang yang mempunyai dua tetesan. Satu tetesan berupa hijau dan yang satunya putih. Jika yang hijau itu jatuh pada nama siapa, maka dapat diketahui bahwa ia adalah celaka. Dan jika yang putih jatuh pada nama siapa, maka dapat diketahui bahwa ia adalah bahagia.

Adapun untuk mengetahui tempat dimana ia mati, maka disebutkan bahwa Allah SWT menjadikan malaikat yang diserahi kelahiran, yang disebut Malaikat Arham. Jika Allah menjadikan kelahiran maka Ia memerintahkan malaikat untuk masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibunya dengan debu bumi yang ia akan mati ditempat itu. Maka berputarlah seorang hamba dimana saja ia berputar. Kemudian ia kembali pada tempat pengembalian debu. Maka ia mati berada ditempat itu. Dari hal ini ditunjukkan dalam firman Allah SWT:

“Ketahuilah: “Sekiranya kamu berada dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ketempat mereka terbunuh.” (QS. Ali Imran: 154)

Dalam hal ini ada satu hikayat, bahwasanya malaikat maut nampak pada zaman dahulu. Ia pada suatu hari datang kepada Nabi Sulaiman, ia melihat seorang pemuda di sisi Sulaiman. Maka pemuda itu gemetar dari malaikat itu. Setelah malaikat maut itu menghilang, maka berkatalah pemuda: “Wahai Nabi Allah, aku menghendaki agar engkau memerintah angin untuk membawa aku ke Negeri China.” Maka Sulaiman memerintahkan angin, dan angin itu membawanya ke Negeri China. Lalu malaikat maut kembali kepada Sulaiman AS. Kemudian ia bertanya kepadanya akan sebabnya ia melihat kepada pemuda.

Malaikat berkata: “Sesungguhnya aku diperintah untuk mencabut nyawa pemuda padahari itu di negeri China. Adapun aku melihatnya bahwa dia berada disisimu. Maka aku kagum dari hal itu.” Oleh karenanya Sulaiman menceritakannya karena ia meminta Sulaiman untuk memerintah angin agar membawa pemuda itu ke Negeri China.

Malaikat maut berkata: “Maka aku mencabut nyawanya pada hari itu di Negeri China.”

Dalam hadits lain, bahwasanya malaikat maut mempunyai pembantu-pembantu. Mereka sama berdiri disisinya untuk mencabut nyawa.

Ketahilah, bahwasanya ada satu riwayat menerangkan:

Adalah seorang lelaki mulutnya mengucapkan; “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kepada malaikat matahari.” Maka malaikat itu meminta izin kepada Tuhannya untuk mendatanginya. Setelah malaikat matahari itu turun kepada seorang lelaki, maka berkatalah malaikat kepadanya:

Malaikat: “Sesungguhnya engkau memperbanyak do’a kepadaku. Maka apakah kebutuhanmu?”

Lelaki: “Kebutuhanku, hendaklah engkau membawa aku ke tempatmu. Kuminta agar engkau memerintahkan malaikat maut untuk mengabarkan kepadaku terhadap dekatnya ajalku.”

Maka malaikat matahari membawa dan mendudukan seorang lelaki tadi ke tempat matahari. kemudian malaikat matahari pergi kepada malaikat maut. Ia menuturkannya, bahwa ada seorang lelaki dari anak turunan Adam mulutnya mengucapkan; “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan malaikat matahari.” Ia menuntutku dengan sungguh-sungguh, maka aku menuntut kepadamu untuk memberitahukan kepadanya, kapankah dekatnya ajalnya. sungguh dia akan berjaga-jaga.

Lalu malaikat maut melihat kitabnya seraya berkata; “Sudah mendekati.” Sesungguhnya dia dalam kesopanan yang agung. Ia tidak akan mati sehingga ia duduk pada tempat dudukku dari matahari.

Malaikat maut; “Ia akan mati disisi Rasul kita, dan dalam hal ini mereka tidak tahu.”

Dalam satu hadits, dari Nabi SAW, bersabda; “Ajal-ajal binatang ternak semuanya dalam keadaan ingat kepada Allah SWT.” Oleh karenanya jika mereka meninggalkan ingat kepada Allah, maka Allah mencabut nyawa mereka. Tetapi disebutkan, bahwa Allah adalah Dzat pencabut nyawa-nyawa, hanya saja hal itu disandarkan kepada pembunuh, adapun mati kepada sakit. Dari hal ini firman Allah SWT menunjukkan:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya.” (QS. Az-Zumar: 42)

SUMBER:
Judul Buku, Berita Ghaib dan Alam Akhirat — digali dari Al-Qur’an.
Penyusun: M. Ali Chasan Umar
Kendal, 20 Ramadhan 1397 H/ 4 September 1977 M

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2008/10/14, in Artikel Islami and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. nice info😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: