Category Archives: Buletin Dakwah

Bersedekah tidak Harus Menunggu Kaya


• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Bersedekah tidak Harus Menunggu Kaya Oleh: Ustazah Syarifah Salma Husin Al-Kaff SPd

Waktu berlalu dengan begitu cepat, tanpa terasa rasanya baru kemarin kita memperingati Tahun Baru Hijriyah. Kita berpuasa 1 Muharam dan membaca doa awal tahun baru, dan sekarang Muharam sudah datang lagi mengunjungi kita, hadir dihadapan kita. Sambutlah bulan yang penuh barokah dan rahmat, karena begitu banyak suka dan dukanya karena hampir sepuluh kejadian lebih. Ia dinamakan bulan Asyura yang berarti sepuluh dalam bahasa Arab.

Namun, sebagaimana sunnatullah yang berlaku, kesenangan dan kesedihan adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Tentu kita merasakannya. Jadi kita harus lebih banyak berbuat kebajikan (kebaikan) seperti yang diajakan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dan juga telah diteruskan oleh salaf kita sampai sekarang yaitu para ulama terdahulu maupun yang sekarang seperti: (MORE…)

Memelihara Hati Agar Tetap Sujud Kepada Illahi


Memelihara Hati Agar Tetap Sujud Kepada Illahi

Memelihara Hati Agar Tetap Sujud Kepada IllahiOleh: Raslaini Asmiyati S.Ag

Pada salah satu sabda Rasulullah SAW menyatakan bahwa: “Dalam tubuh kita ada segumpal daging, jika ia baik, maka akan baik pulalah seluruh gerak lahiriyahnya. Sebaliknya jika ia buruk, maka akan buruklah seluruh gerak lahiriyahnya. Hati yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ini sudah tentu bukan hati jasmani tapi hati rohani yang halus yang lathifa yang bersifat Rabbaniyah.

Kata Imam Ghazali dalam bukunya Rahasia Keajaiban Hati bahwa “Hati yang halus itulah hakikat manusia yng dapat menangkap segala rasa, mengetahui dan mengenal segala sesuatu.” Hati yang kita bicarakan ini tidak statis tapi dinamis dalam arti senantiasa berbolak-balik. Dalam hal ini Allah SwT berisyarat dengan firman-Nya: Read the rest of this entry

Mengenali Racun Hati


Mengenali Racun Hati

Mengenali Racun HatiOleh: Syofwatillah

Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalahmerupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati.

Berkata Abdullah Mubarak: “Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya. Maka barang siapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun, kemudian dengan menjaga tatkala ada ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar.

Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam. Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya.Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah. Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah karena akan mengakibatkan kerasnya hati.

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: