23. Nabi Yahya AS
2012/02/24 Leave a comment

NABI Yahya AS adalah putera Nabi Zakaria AS dari perkawinannya dengan Isya. Beliau diutus menjadi Nabi dan Rasul Allah kepada Bani Israil, melanjutkan risalah ayahnya. Sejak kecil, Nabi Yahya AS terpelihara dari perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan) dan maksiat. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menerangkan dengan firman-Nya:

Pada masa itu, ada seorang raja yang akan mengawini puteri tirinya sendiri. Padahal, ketika itu, Allah SWT melarang ummat Israil untuk kawin dengan anak tiri. Tetapi raja itu rupanya telah mendalam cintanya kepada anak tirinya, sehingga ia tidak mau mempedulikan hukum Allah dan seruan Nabi Yahya.
Nabi Yahya AS dan ayahnya, Nabi Zakaria tetap mempertahankan hukum Allah, dan berusaha mencegah perbuatan raja itu. Maka raja yang durhaka itu amat murka karenanya dan akhirnya ia membunuh Nabi Yahya AS.
Mendengar puteranya dibunuh, Nabi Zakaria AS segera mencari perlindungan atas dirinya dari kedzaliman sang raja. Dalam pelariannya, Nabi Zakaria As mendapati sebatang pohon kayu. Dengan izin Allah, batang kayu itu terbelah, dan Nabi Zakaria AS segera masuk ke dalamnya. Lalu, batang kayu itu menutup kembali.
Para petugas kerajaan mencari-cari Nabi Zakaria AS. Mereka menduga, bahwa Nabi Zakaria AS dengan ilmu sihirnya berada di dalam pohon kayu itu. Maka pohon kayu itu digergaji, dan terbunuhlah Nabi Zakaria AS karenanya.
Hikmah dari Kisah Nabi Yahya AS
1. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya adalah hamba Allah yang shaleh, dengan penuh kesabaran mereka menyeru ummatnya untuk beriman dan beribadah kepada Allah.
2. Nabi Yahya adalah hamba Allah yang suci, ia terbebas dari dari perbuatan maksiat dan syirik.
3. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya berani membela kebenaran walau nyawa taruhannya. Ia berani menentang keinginan raja yang hendak mengawini anak tirinya, karena tidaksesuai dengan syariat agama.
Sumber: Judul Buku, Kisah 25 Nabi & Rasul
Penyusun: Masfan S.Pd
Penerbit: Sandro Jaya Jakarta







Recent Comments