12. Nabi Ayub AS


http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/09/kisah_25_nabi_dan_rasul.gif?w=604 NABI Ayub As adalah putera Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Ayub adalah seorang yang kaya raya. Istrinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbillang jumlahnya. Ia hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan kepadanya tak sampai melupakannya kepada Allah. Ia gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin.

Cobaan Silih Berganti
Para malaikat di langit terkagum-kagum dan sama membicarakan ketaatan Ayub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah. Iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka.

Pertama iblis mencoba sendiri menggoda Nabi Ayub agar tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah. Namun ia gagal. Nabi Ayub tak tergoyahkan. Iblis kemudian menghadap Allah. Minta izin untuk menggoda Nabi Ayub: “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, senantiasa memuji-Mu, tak lain hanyalah karena takut kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah dan dan kehilangan harta benda, anak-anak dan istrinya belum tentu ia akan taat dan tetap ikhlas menyembah-Mu.

Allah SWT berfirman kepada iblis: “Sesungguhnya Ayub adalah hamba-Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mu’min yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong imann yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan duniawi. Cintanya kepada-ku dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya. Ia yakin bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayubdan keyakinannya pada takdir-Ku. Kuizinkan kau menggoda dan memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah sampai di mana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku, Ayub itu.”

Demikianlah, iblis dan para pembantunya kemudian menyerbu keimanan Ayub. Mula-mula membinasakan hewan ternak peliharaan Nabi Ayub. Satu persatu hewan-hewan ternak itu mati bergelimpangan disusul lumbung-lumbung gandum dan lahan pertanian Nabi Ayub terbakar dan musnah. Iblis mengira Ayub akan berkeluh kesah setelah kehilangan ternak dan lahan pertaniannya itu. Namun Ayub tetap berbaik sangka kepada Allah. Segalanya ia serahkan kepada Allah. Harta adalah titipan Allah sewaktu-waktu dapat saja diambil lagi.

Berikutnya iblis dan para pembantu-pembantunya mendatangi putera-putera Nabi ayub di gedung yang besar dan megah. Mereka goyang-goyangkan tiang-tiang gedung sehingga gedung itu kemudian roboh dan anak-anak Nabi Ayub mati semua. Iblis mengira usahanya berhasil menggoyahkan iman Nabi Ayub yang sangat menyayangi putera-puteranya itu, namun mereka kecele. Nabi Ayub tetap berserah diri kepadda Allah. Nabi Ayub bersedih dan menangis tapi jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah Yang Maha Pemberi menghendaki semua ini maka tak ada seorang pun mampu menghalangi-Nya.

Selanjutnya iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh Nabi Ayub sehingga beliau menderita sakit kulit yang menjijikkan. Famili dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang saja yang setia mendampinginya yaitu Rahmah. Para tetangga Nabi Ayub tidak mau ketularan penyakit, sehingga mereka terutama kaum ibu secara terang-terangan mengusir nabi Ayub dari perkampungan. Maka pergilah Nabi Ayub dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia.

Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus-menerus memang merupakan ujian berat bagi Ayub dan Rahmah. Namun Nabi Ayub bisa bersabar dan tetap berdzikir menyebut Asma Allah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Rahmah terpaksa bekerja pada pabrik roti. Pagi berangkat sorenya kembali ke rumah pengasingan. Namun lama-lama majikannya mengetahui jika Rahmah adalah istri Ayub yang berpenyakitan. Mereka khawatir Rahmah membawa baksil yang dapat menular melalui roti, maka Rahmah diberhentikan dari pekerjaannya. Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. Ia meminta majikannya agar memberikan hutang roti. Majikannya menolak. Majikannya hanya mau memberi roti jika Rahmah rela memotong gelung rambutnya yang panjang. padahal gelung rambut itu sangat disukai suaminya. Rahmah akhirnya setuju. Namun di rumah Nabi Ayub menyangka rahmah telah menyeleweng, padahal tidak.

Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan atau karena apa. Rahmah pamit meninggalkan suaminya. Ia akan bekerja untuk menghidupi suaminya. Nabi Ayub melarang, namun Rahmah tetap pergi sembari berkeluh kesah. “Kiranya kau telah terkena bujukan setan, sehingga berkeluh kesah atas takdir Allah.” Kata Ayub kepada istrinya. “Kelak jika aku sudah sembuh kau akan kupukul seratus kali. Mulai saat ini tinggalkanlah aku seorang diri, aku tak membutuhkan pertolonganmu sampai Allah menentukan takdir-Nya. Setelah ditinggal Rahmah, satu-satunya orang yang masih menyayangi dan merawatnya kini Nabi Ayub hidup seorang diri. Di dalam kamarnya ia bermunajat kepada Allah sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/12_1-qs-shad-41_iwlmb.gif?w=604
Artinya: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya; “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.” (QS. Shad: 41)

Ujian Allah Berakhir
Allah menerima do’a Nabi Ayub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Allah memerintahkan Nabi Ayub supaya ia menghentakkan kakinya ke tanah, maka memancarlah air yang dapat dipakai untuk mandi dan minum. Dengan izin-Nya, Nabi Ayub sembuh dan sehat seperti sedia kala. Allah kisahkan peristiwa ini dalam Al-Qur’an:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/12_2-qs_shad-42-43_iwlmb.gif?w=604
Artinya: “(Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shad: 42-43)

Nabi Ayub Melaksanakan Sumpahnya
Sementara itu Rahmah yang telah pergi meninggalkan Nabi Ayub lama-lama merasa kasihan dan taak tega membiarkan Nabi Ayub seorang diri. Ia datang menjenguk, namun ia tak mengenali suaminya lagi. Karena Nabi Ayub sudah sembuh dan keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Lebih sehat dan lebih tampan. Nabi Ayub gembira melihat istrinya kembali, namun ia ingat sumpahnya yaitu ingin memukul istrinya seratus kali. Ia harus melaksanakan sumpahh itu. Kini ia bimbang, istrinya sudah turut menderita sewaktu bersama-sama dengannya selama tujuh tahun ini, akankah ia memukul seratus kali. Dalam kebimbangan datanglah wahyu Allah yang memberikan jalan keluar. Firman-Nya:

http://karuniaillahi.files.wordpress.com/2011/10/12_3-qs_shad-44_iwlmb.gif?w=604
Artinya: “Dan apabila dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesunguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Demikinanlah Nabi Ayub As akhirnya memukul istrinnya dengan seikat rumput yang berjumlah seratus sebanyak satu kali saja untuk memenuhi sumpahnya. Nabi Ayub kembali hidup dengan keluarganya, dan memperoleh kembali ketentraman hidup, dianugerahi oleh Allah anak-anak yang banyak. Di antara anak-anak Nabi Ayub itu ada yang menjadi Nabi yaitu Nabi Dzulkifli.

Hikmah dari KIsah Nabi Ayub
1. Nabi Ayub As adalah hamba Allah yang sangat sabar dan taat kepada Allah, dalam suka dan duka. Baik ketika senang dan bergelimang harta maupun ketika tertimpa musibah yang sangat luar biasa hingga dia diasingkan.

2. Kekayaan Nabi Ayub tidaklah membuat ia lupa untuk taat dan berbakti kepada Allah. Kesusahan hidup yang ia alami sebagai cobaan dari Allah tidak membuatnya berkeluh kesah dan putus asa.

3. Iblis akan mengerhkan segala upayanya dalam menggoda manusia agar tergelincir ke dalam jurang kesesatan. Mawas diri dengan beriman dan beramal shaleh adalah benteng kokoh yang akan menghalangi dari gangguan iblis.

Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan SPd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Kaligrafi Qur’an : Iwan Lemabang, Sumber: Digital Qur’an Versi 3.1

Kisah 25 Nabi dan Rasul

Pendahuluan
1. Kisah Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail AS
9. Nabi Ishak AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Dzulkifli AS
14. Nabi Syu’aib AS
15 dan 16. Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW

SUMBER: Judul Buku, Kisah 25 Nabi dan Rasul Disertai Dalil-dalil Al-Qur’an
Penyusun: Mahfan, S.Pd
Penyunting: Lia Fitriani, S.Pd
Setting & lay Out: Tim Penerbit
Design Cover: Tim Penerbit
Penerbit: SANDRO JAYA Jakarta

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/18, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: