4. Nabi Hud AS
2011/10/16 Leave a comment
Nabi Hud AS adalah putera Sam bin Nuh, jadi ia adalah cucu Nabi Nuh AS. Nabi Hud AS diutus ke tengah-tengah kaumnya yang sanga durhaka. Mereka adalah suku ‘Ad yang berbadan kuat dan besar. Suku ‘Ad bertempat tinggal di sebelah utara Hadramaut, Yaman Selatan. Kaum ‘Ad dikaruniai tanah yang subur lengkap dengan sarana irigasi yang baik. Air seolah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia Allah ini, mereka hidup makmur, mereka dapat membangun tempat tinggal yang indah dan megah, bangunan-bangunan dan istana-istana yanng mewah.
Kecenderungan manusia selalu lalai. Bila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai mereka lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang tak kenal puas. Mereka lupa akan pennciptanya, mereka lupa bersyukur. Bukan Allah yang mereka sembah tetapi berhala-berhala yang mereka buat dengan “shamud,” “shada,” dan “al-haba.”
Ajaran Nabi Hud Kepada Kaum ‘Ad
Nabi Hud adalah seorang yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, sabar namun cerds dan tegas. karena kesesatan kaumnya yang semakin menjadi-jadi, Nabi Hud As menyeru mereka menyembah Allah dan meninggalkan sesembahan berhala dan batu. Allah SWT berfirman:

Dengan penuh ikhlas dan sabar Nabi Hud As menyeru ummatnya yang telah sesat. “Wahai kaumku, kalian telah menempuh jalan yang keliru dan sesat. Batu-batu berhala yang kalian sembah tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mampu memberikan kebaikan maupun kemelaratan. Hanya Allah yang pantas kalian sembah. Dialah yang memberikan rizki berlimpah ruah sehingga kalian dapat hidup makmur di muka bumi ini. Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Ingatlah, Allah akan menghidupkan kembali di akhirat guna mempertanggung jawabkan perbuatan kita di muka bumi. Siapa yang beramal baik akan mendapat pahala surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya siapa yang berbuat jahat dan kemaksiatan akan menerima siksa dan penghinaan.”
Ajakan Nabi Hud ini malah dilecehkan oleh kaumnya. mereka berkata: “Mana bisa orang yang mati akan hidup kembali. Itu hanya omong kosong dan bualanmu saja. Orang hidup hanya sekali. Susah senang ya hanya di muka bumi ini. Kalau sudah mati ya sudah, tidak ada urusan lagi.”
Mereka bahkan berani mencerca Nabi Hud. Dan perbuatannya makin keterlaluan. Kemaksiatan merajalela. Mereka tidak mau menerima Nabi Hud sebagai utusan Allah bahkan mengejeknya, sebagai orang bodoh tidak berakal. Kisah tentang perilaku kaum ‘Ad terhadap Nabi Hud As dan ajakannya untuk beriman dan beribadah kepada Allah serta bersyukur kepada-Nya terdapat pada Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara ayat 123-138.
Allah menurunkan adzab atas kedurhakaan mereka. Bangsa ‘Ad kemudian ditimpa musim kemarau panjang selama tiga tahun. Tak ada setetes hujan sama sekali dalam kurun itu. Rusaklah lahan pertanian dan perkebunan yang mereka banggakan selama ini. Bahaya kelaparan mengancam di mana-mana. Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berkenan memberikan peringatan kepada kaumnya agar dan menyeru mereka agar segera bertaubat. Allah SWT berfirman:

Karena hebatnya keingkaran kaum ‘Ad terhadap ajaran Nabi Hud As maka jatuhlah keputusan Allah terhadap mereka. Bagaimana gagah beraninya manusia di muka bumi ini, apabila datang siksaan Allah, maka semuanya pun akan binasa, seketika itu. Tiba-tiba terlihat di langit awan yang hitam terbentang panjang. Semua mata penduduk melihat ke atas. Maka berkatalah mereka yang ingkar. “Lihatlah awan itu. Sebentar lagi hujan akan turun untuk menyiram tanah dan tanaman-tanaman kita, dan memberi minum kepada bintang-binatang ternak kita.” Nabi Hud As berkata kepada mereka: “Itu bukan awan Rahmat, tetai awan yang membawa angin Samun, yang akan membinasakan kamu semuanya, angin yang penuh dengan adzab yang amat pedih.”
Kemudian mulailah angin berhembus dengan dahsyat. Binatang-binatang ternak mereka berhamburan keluar dan terbang dibawa angin. Begitu pula semua benta milik mereka. gunung-gunung pun menjadi hancur. Mulailah kaum ‘Ad merasa takut dan berlarian kesana-kemari untuk mencari perlindungan. Mereka masuk ke rumah masing-masing. Selama delapan hari tujuh malam angin siksaan itu bertiup hebat, sehingga kaum ‘Ad roboh bergelimpangan dan mati seperti pohon-pohon yang tumbang. Allah SWT berfirman:

Sementara itu, Nabi Hud As beserta pengikutnya yang beriman berada di dalam keselamatan. Allah SWT berfirman:

Pelajaran yang Dapat Diambil dari Kisah Nabi Hud As
1. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bila Allah hendak menurunkan bencana kepada suatu kaum, tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi.
2. Allah akan mengadzab orang yang ingkar dan durhaka kepada-Nya, serta akan memberikan pahala dan balasan yang setimpal bagi orang yang taat dan patuh kepada-Nya.
3.Kekayaan dan kekuasaan hendaknnya tidak membuat kita lupa kepada Allah, bahkan memacu kita untuk semakin dekat dengan Allah.
Sumber: Judul Buku : Kisah 25 Nabi dan Rasul
Penyusun : Mahfan S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta








Recent Comments