Kisah 25 Nabi dan Rasul


Pendahuluan

kisah_25_nabi_dan_rasul

1. Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul adalah hamba-hamba Allah pilihan yang menerima wahyu dan risalah dari Allah SWT. Nabi adalah hamba Allah yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Rasul adalah manusia pilihan yang menerima wahyu dan risalah dari Allah SWT dan bertanggung jawab menyampaikan menyampaikannya kepada ummat manusia. Setiap Rasul adalah Nabi, sedangkan Nabi belum tentu Rasul.

2. Jumlah Nabi dan Rasul

Jumlah Nabi dan Rasul sangat banyak. Namun yang tersebut dalam Al-Qur’an dan wajib kita imani berjumlah 25 orang. Mereka adalah Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf, Suaib, Ayub, Zulkifli, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad SAW.

Banyak Nabi dan Rasul lainnya yang tidak dikisahkan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

Pendahuluan-1-QS_An-Nisa-146

Artinya: “Dan (Kami telah mengutus) Rasul-Rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-Rasul yang Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.” (QS. An-Nisa': 164)

Nabi dan Rasul Allah SWT tidaklah sama keutamaan dan kedudukan mereka, Allah telah melebihkan derajat sebagian Nabi dan Rasul atas sebagian yang lain. Allah SWT berfirman:

“Rasul-Rasul itu Kami sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.” (QS. Al-Baqarah: 253)

Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman, keberadaannya untuk menyempurnakan risalah dan syari’at Illahiyah dari para Nabi dan Rasul sebelumnya. Allah SWT berfirman:

Pendahuluan-3-QS_Al-Ahzab-40

Artinya: “Muhammad sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Pendahuluan-4-QS_Al-Maidah-3

Artinya: “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

3. Setiap Ummat Memiliki Rasul

Setiap ummat di dunia inimemiliki Rasul. Allah SWT mengutus setiap Rasul-Nya untuk tiap ummat sepanjang masa terus-menerus. Tidak ada satu ummat pun yang tidak punya Rasul. Hal ini supaya setiap ummat di muka bumi ini tetap beriman dan berbakti kepada Allah SWT serta menghindarkan kerusakan yang dilakukan oleh ummat tertentu. Karena Rasul diutus dengan tujuan mengingatkan mereka yang lalai dan memmberi kabar baik bagi yang ingat. Jadi setiap ummat memiliki Rasul. Allah berfirman:

Pendahuluan-5-QS_An-Nahl-63

Artinya: “Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu.” (QS. An-Nahl: 63)

Pendahuluan-6-QS_Fatir-24

Artinya: “Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24)

Pendahuluan-7-QS_Yunus-47

Artinya: “Tiap-tiap ummat memiliki Rasul, maka apabila telah datang Rasul mereka, diberilah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.” (QS. Yunus: 47)

4. Rasul Pasti Seorang Laki-Laki

Allah mengutus Rasul-Nya dari golongan manusia, bukan malaikat atau makhluk lain, serta berjenis kelamin laki-laki. Allah SWT berfirman:

Pendahuluan-8-QS_Al-Anbiya-7

Artinya: “Kami tiada mengutus Rasul-Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka.” (QS. Al-Anbiya: 7)

Pendahuluan-9-QS_Al-Isra-95

Artinya: “Katakanlah: “Kalau seandainya ada mailakat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi Rasul.” (QS. Al-Isra': 95)

5. Tujuan Diutusnya Rasul-Rasul

Rasul-Rasul diutus oleh Allah SWT dengan maksud dan tujuan yang sama, yakni mengajak manusia beribadah kepada Allah dan memurnikan keimanan hanya kepada-Nya, serta memberikan peringatan bagi mereka yang lalai. Allah SWT berfirman:

Pendahuluan-10-QS_Al-Anbiya-25

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya': 25)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Pendahuluan-11-QS_An-Nahl-36

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu,” (QS. An-nahl: 36)

Dari ayat di atas, jelaslah bahwa tujuan utama diutusnya para Rasul adalah untuk menyeru manusia untuk beriman kepada Allah.

6. Nabi dan Rasul Terpelihara dari Dosa dan Noda (Ma’shum)

Para nabi dan Rasul Allah adalah manusia-manusia pilihan yang ditunjuk oleh Allah untuk mengemban misi Illahiyah di muka bumi sebagai penyeru kebaikan dan pemberi peringatan bagi yang lalai. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Pendahuluan-QS_Ali_Imran-33

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala ummat.” (QS. Ali Imran: 33)

Para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang benar-benar suci. Mereka telah dibersihkan dari berbagai macam keburukan, dipelihara dari macam-macam maksiat, baik besar maupun kecil. Allah berfirman:

Pendahuluan-12-QS_Ali-Imran-161

Artinya: “Tidak mungkin seorang Nabi berbuat khianat.” (QS. Ali Imran: 161)

Para Nabi dan Rasul juga dibekai keistimewaan-keistimewaan yang telah dimiliki oleh manusia pada umumnya. Mereka dibekali dengan budi pekerti yang luhur dan mulia, seperti sifat benar (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), merasa cukup dengan karunia Allah (qana’ah) serta keberanian yang luar biasa dalam menentang kebathilan dan memerangi kesesatan. perilaku dan sifat yang mulia tersebut adalah suri tauladan yang baik bagi para pengikutnya. Para Nabi dan Rasul juga dibekali mukjizat, yaitu kejadian luar biasa yang hanya terjadi pada diri para Nabi dan Rasul atas izin Allah SWT. Allah memberikan mukjizat sebagai bukti atau hujjah bagi kebenaran risalah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul-Nya.

Rasul-Rasul Ulul Azmi

Di antara para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah, terdapat Rasul-Rasul “Ulul Azmi” artinya yang mempunyai tekad yang kuat dan keteguhan tanpa batas. Mereka mengerahkan segala daya dan upaya dengan penuh kesabaran untuk menegakkan kalimat Allah dan membumikan syari’at Allah di muka bumi. Walaupun godaan dan tantangan serta bahaya datang silih berganti, mereka terus menjalankan misi ke-Nabian yang telah diamanahkan, dengan penuh ikhlas karena Allah semata. Allah menyuruh kepada Nabi Muhammad untuk mengambil suri tauladan dari para Rasul ulul azmi. Firman-Nya:

Pendahuluan-13-QS_Al-Ahqaaf-35

Artinya: “Maka bersabarlah kamu seperti Rasul-Rasul ulul azmi.” (QS. Al-Ahqaf: 35)

Rasul-Rasul ulul azmi adalah:

1. Nuh AS
2.Ibrahim AS
3. Musa AS
4. Isa AS
5. Muhammad SAW

Allah telah menyebutkan nama-nama mereka dalam Al-Qur’an dalam dua buah ayat:

Pendahuluan-14-QS_Al-Ahzab-7

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-Nabi dan dari kamu (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” (QS. Al-Ahzab: 7)

Pendahuluan-15-QS_Asy-Syura-13

Artinya: “Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. Asy-Syura: 13)

8. Nabi Muhammad SAW Penutup Risalah

Tugas utama para Nabi dan Rasul adalah menyeru ummat manusia untuk menyambah Allah dan meninggalkan sesembahan selain Allah. Allah berfirman:

Pendahuluan-16-QS_An-Nahl-36

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah taghut itu.” (QS. An-Nahl: 36)

Kaitannya dengan hal ini para Nabi dan Rasul juga memperingatkan ummat bahwa Allah akan memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Yang durhaka dan melampaui batas Allah akan menimpakan adzab dan siksa, dan memberi ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat bagi mereka yang taat dan berbakti kepada Allah SWT.

Setiap Nabi itu akan datang sesudah Nabi yang lain. Untuk lebih menyempurnakan ajaran yang telah di bawa oleh Nabi sebelumnya. Jadi bagaikan memperbaiki bangunan, maka Nabi yang baru datang seolah-olah sebagai penerus dan penyempurna, sehingga bangunan itu benar-benar sempurna. Namun para Nabi dan Rasul tersebut mengajarkan tata cara beribadah kepada Allah sesuai dengan situasi dan kondisi ummat pada saat itu. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Perumpamaanku dan perumpamaan semua Nabi itu adalah sebagaimana seorang yang mendirikan sebuah banguna (gedung), ia telah menyempurnakannya dan memperindahnya, orang yang mengunjungi dan melihat bangunan tersebut berkata: “Kami belum melihat bangunan sebagus ini kecuali sebuah batu bata ini, maka akulah batu bata itu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Muhammad SAW adalah Nabi terakhir dan sebagai penyempurna risalah yang dibawa Nabi dan Rasul sebelumnya.

Pendahuluan-17-QS_Al-Maaidah-3

Artinya: “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah sempurnakan nikmat-Ku padamu dan Aku rela Islam sebagai agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Dengan kesempurnaan dan kelengkapan agama itu, maka selesailah tugas ke-Nabian dan tidak ada lagi nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

Pendahuluan-18-QS_Al-Ahzab-40

Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi ia adalah utusan Allah dan penutup Nabi-Nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Sumber: Judul Buku, Kisah 25 Nabi & Rasul
Penyusun: Mahfan S.Pd
Penerbit: Sandro Jaya Jakarta

About these ads

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/10/15, in Pustaka Islam. and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: