Mengisi Kemerdekaan.


http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif?w=604

Pembaca yang Budiman, marilah kita panjatkan syukur Kehadirat Allah SWT, atas anugerah kemerdekaan bangsa Indonesia yang sebentar lagi akan kita rayakan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kehadirat Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan hidup bagi ummat Islam dimuka bumi.

Tidak terasa Bangsa dan Rakyat Indonesia telah berusia 66 Tahun, Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari yang bersejarah bangsa Indonesia, Kemerdekaan diraih dengan perjuangan bukan merupakan pemberian atau hadiah dari bangsa lain. Kita bersyukur bahwa sekarang negero tercinta ini telah merdeka dan berdaulatt penuh. Seluruh rakyat merasakan kegembiraan dan kebahagian karena telah bebas dari dari cengkeraman kaum penjajah yang terus menginjak-injak martabat dan hak azazi bangsa Indonesia pada waktu itu. Betapa besar rasa nikmat yang dapat kita rasakan bersama-sama saat ini.

Sebagai rakyat dan warga negara Indonesia, tentu sama-sama kita maklum bahwa saat sekarang, bangsa Indonesia Kota Palembang khususnya, sedang giat-giatnya membangun untuk mencapai kesejahteraan rakyatnya, untuk membuat perubahan dalam berbagai bidang, baik pembangunan moril maupun materil. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum atau bangsa apabila bangsa itu tidak mau mengubah keadaan dirinya sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’d ayat 12 yang artinya:

“Bahwasanya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum , sehingga mereka (kaum itu) mengubah dirinya sendiri.”

Pada saat pendahulu/pendiri Bangsa ini berjuang untuk meraih kemerdakaan bukan hanya harta benda yang dikorbankan, bahkan darah dan nyawa sekalipun yang menjadi taruhannya. Bung Karno dan Bung Hatta merupakan Bapak Proklamator yang telah membawa Bangsa dan Negara Indonesia untuk meraih Kemerdekaan dengan mengucapkan Teks Proklamasi mengatasnamakan segenap Bangsa dan Negara Indonesia, bukan atas nama pribadi atau golongan.

Dalam perjuangan untuk meraih Kemerdekaan setiap kesempatan dan setiap gerak senantiasa diisi dengan pekik Merdeka atau Mati. Oleh karena itu mari dalam rangka memperingati Kemerdekaan yang ke-66 tahun ini kita isi kemerdekaan dengan memberikan karya terbaik kita dalam bidang yang kita tekuni. Sebagai pegawai kita berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bukanminta dilayani oleh masyarakat, bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh pembuat kebijakan. Sebagai pedagang, mari kita jujur dalam berniaga. Sebagai petani, mari bekerja dengan ikhlas sehingga hasil usaha pertanian kita dapat memberikan kemakmuran dan kesejahteraan untuk keluarga kita.

Pengabdian kita kepada Negara adalah kewajiban seluruh warga negara sebagai ungkapan syukur Kehadirat Tuhan YME, karena berkat kanunia-Nyalah Bangsa Indonesia mampu merebut kemerdekaan setelah dijajah oleh bangsa kapitalis kurang lebih 3,5 abad, waktu yang cukup lama sebuah negara dalam berjuang merebut kemerdekaan, selama kurun waktu tersebut. Telah banyak pejuang yang gugur demi meraih kemerdekaan, sekalipun semasa beliau berjuang masih bersifat kedaerahan/sukuisme/kelompok (belum secara menyeluruh) dan inilah yang mengakibatkan perjuangan yang dilakukan mudah dipatahkan. Dan sejak tanggal 28 Oktober 1928 saat diucapkan Sumpah Pemuda, para pejuang dan pendahulu bangsa berikrar untuk meraih kemerdekaan dengan pernyataan bahwa: Kami Bangsa Indonesia Bertanah Air satu Tanah Air Indonesia, Berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan Berbahasa satu Bahasa Indonesia.

Maka sejak saat itulah bangsa Indonesia berjuang sudah mengenal istilah satu Komando, oleh karena itu sifat dan pola perjuangan seperti inilah yang harus kita pedomani dalam mengisi kemerdekaan. Perjuangan mengisi kemerdekaan bila kita renungkan sesungguhnya lebih berat daripada perjuangan meraih kemerdekaan, karena mengisi kemerdekaan bukan hanya menghadapi penjajah secara nyata, namun dalam banyak hal kita dijajah, mulai dari segi perekonomian, perbankan, bahkan memalui kebudayaan.

Bila kita perhatikan kebudayaan kita sudah mulai ditinggalkan, dan yang tertinggal adalah budaya barat yang tidak sesuai dengan adat istiadat Bangsa Indonesia yang menjujung tinggi nilai kesopanan, adat istiadat, namun kenyataan yang kita lihat sekarang adalah kebebasan, pergaulan yang tidak kenal batas, hingga bergaualan bebas yang menjadi kebanggaan anak muda sekarang. Sebagai ummat beragama yang hidup dalam naungan ajaran agama mari kita kembali kejalan yang diridhai Allah SWT, sehingga moral bangsa ini dapat kita tata kembali dan kita selamatkan generasi penerus untuk meraih kejayaan dimasa yang akan datang, dan kita menjadi bangsa yang bermartabat.

Moral bangsa akhir-akhir ini dirusak dengan beredarnya narkoba dan isu-isu bom yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, peredaran narkoba yang menyentuh hingga lapisan masyarakat hingga kepelosok-pelosok desa dan lorong-lorong sempit sangat sulit untuk diberantas oleh aparat kepolisian kita. Kepolisian Negara RI telah membentuk satuan khusus untuk menangani kasus narkoba ini, namun tidak semudah yang dibayangkan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, ini menjadi tanggungjawab kita semua, namun yang pasti bangsa ini sedang mengalami kehancuran moral.

Upaya-upaya untuk memerangi bangsa Indonesia dengan cara terbuka/kekerasan akan memicu anak bangsa untuk tampil menghadapinya dengan segenap kekuatan dan bahkan dengan nyawa sekalipun, namun bila dihancurkan melalui budaya, dan bentuk kesenangan akan lebih mudah dan aparat berwenang juga menghadapi persoalan karena dibatasi dengan hukum yang telah dibuat untuk mengantisipasi hal tersebut.

Berapa banyak pengedar narkoba yang telah menjalani proses peradilan karena didapti mengedarkan barang terlarang tersebut, tidak sedikit yang tidak dijamah hukuman mati, serta dijatuhi hukuman seumur hidup? Kenyataan tersebut di atas seringkali terjadi di seantero negara RI yang kita cintai ini akankah kita terus terpuruk dan terbelenggu oleh gencarnya pengaruh budaya asing dan pengaruh obst-obatan terlarang yang secara perlahan marasuk dan merusak moral generasi bangsa ini. Ini menjadi tanggungjawab kita semua, mari kita secara bersama-sama mengantisipasinya sedini mungkin dimulai dari diri kita sendiri dan kelurga terdekat.

Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan positif demi kejayaan Bangsa. Dirgahayu Repubik Indonesia

Wallahu a’lam Bisshowab

Sumber:
Buletin Jumat, EDISI VII. TAHUN I/23 SA’BAN 1430 H/14 AGUSTUS 2009 M

Diterbitkan oleh Pemerintah Kota Palembang Bekerjasama dengan MUI Kota Palembang

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2011/08/12, in Artikel Islami and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: