Merasakan Lezatnya Iman.
2011/07/31 Leave a comment

ALHAMDULILLAH syukur kepada Rabbul Izzati yang dengan kuasa-Nya kita dapat merasakan dan menjalani Ramadhan kali ini. Kita
berharap semoga Ramadhan tahun ini menjadi bermakna dan mempunyai
ruh karena tanpa kuasa-Nya kita tidak dapat melaksanakan puasa Ramadhan. Dengan puasa orang akan sehat sesuai dengan hadits Rasul SAW “Suumu Tasihu” secara rohani akan memberikan efek yang luar biasa karena dengan berpuasa orang akan merasakan lezatnya iman.
Tetaplah di sini. Di jalan keimanan. Di jalan keislaman ini. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai. Kita semua mungkin telah letih. Karena perjalanan ini memang amat panjang dan amat berliku. Tapi, tetaplah di sini dan jangan menjauh.
Yakinlah, kenikmatan yang kita jalan ini, jauh lebih banyak
ketimbang yang dilakukan orang-orang yang lalai. Keindahan yang
kita alami di sini, sangat lebih indah daripada keindahan yang
kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini. Jangan
berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan,
kebahagiaan semu yang sering kita lihat dari orang-orang yang
jauh dari tuntunan Allah SWT. Tetaplah di sini. Keindahan dan kemanisan seorang mukmin, hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berada di jalan-Nya. Dahulu, para salafushalih banyak
mengurai indahnya hidup dalam keimanan yang mereka rasakan. Ada
salah seorang dari mereka mengatakan, “Aku pernah melewati
beberapa saat dalam hidup. Saat itu aku katakan, Jika penghuni
surga berada dalam kondisi seperti ini, pastilah mereka dalam
kehidupan yang amat baik.
Yang lain ada yang mengatakan, Aku pernah mengalami suasana hati yang sangat indah karena kedekatan pada Allah SWT dan kecintaan pada-Nya. Juga ada yang mengatakan, “Sungguh sengsara sekali orang-orang yang lalai. Mereka meninggalkan dunia (wafat) tapi mereka belum pernah merasakan kenikmatan yang paling indah didunia.” (Ighatsatul Lahafan, 1/197)
Begitulah perasaan seorang muslim yang jujur dalam kebenaran dan
benar dalam kejujurannya. Ia justru memperoleh puncak obsesi dan
keingginannya di saat ia mendapatkan ujian. Keingginannya adalah
apa yang dapat ia berikan untuk Islam dan kaum muslimin. Kegembiraannya adalah pada bagaimana ia melihat hasil perjuangan
dakwahnya kepada umat. Obsesinya adalah bagaimana ia bisa berbuat
lebih banyak untuk masyarakat.
Kewajiban berpuasa dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki iman. Orang yang beriman akan menyambut Ramadhan dengan dengan kegembiraan dan keikhlasan karena ia akan merasakan kelezatan yang luar biasa, baik secara sosial, kesehatan maupun spriritual. Wallahu A’lam.
Sriwijaya Post, Kamis, 10 September 2009.







Recent Comments