Hubungan Shalat, Do’a, dan Perilaku.


Oleh: Drs Kailani Musthofa MPdI
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang.

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-03.gif?w=604 Salah satu nikmat yang dapat dirasakan dan patut disyukuri sampai saat ini, adalah nikmatnya iman dan Islam. Nikmat ini adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada kaum muslimin, Sayyidina Umar bin Khattab RA berkata: “Nanhu qoumum a’azzanallahu bil Islam” (kita adalah kaum yang dimuliakan Allah karena Islam)

Kecenderungan hati untuk tunduk dan patuh, kepasrahan jiwa ragamenghambakan diri kepada-Nya, belum tentu dalam dirasakan oleh semua orang, kecuali bagi mereka yang diberi petunjuk. Oleh karenanya, marilah kita syukuri dengan senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Sebagai hamba Allah, kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak memiliki kekuatan kecuali atas anugerah Allah SWT, tidak berdaya di hadapan segala kemahakuasaan-Nya. Bahkan sering saja terjadi kita tidak mampu menghadapi diri kita sendiri; seperti menghadapi persoalan dilematis antara mengikuti fatwa/petunjuk hati nurani dan keinginan hawa nafsu. Karena itu, sepantasnya dan sewajarnya kita menghambbakan diri dan menyembah-Nya, bukan sebaliknya, menjatuhkan diri kita dalam perhambaan duniawiyah, menjadi budak bagi orang lain, dan mengorbankan keimanan. “La tho’ata limakhluqin fi ma’shiyatil khaliq, (tidak ada kepatuhan kepada makhluk, yang di sana menyebabkan kita bermaksiat kepadah Khaliq, Allah SWT)

Di antara bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT adalah melaksanakan shalat. Ibadaha shalat yang diwajibkan kepada kita, tidak hanya sebagai suatu perintah. Tetapi juga merupakan mekanisme yang sistemik, prosedur yang teratur dan continue dalam rangka membimbing seorang muslim untuk menjadi baik atau menjadi lebih baik. Oleh karenanya tidak salah jia kita bertanya kepada diri kita sendiri, “apakah kita memilik niat, tekad untuk menjadi orang baik?” “Apakah upaya, amal dan ikhtiar yang kita lakukan agar kita menjadi orang baik?”

Untuk menjadikan shalat dan do’a yang kita kerjakan, betul-betul berproses membimbing kita. Yaitu menjadi ibarat sebuah setir yang mengendalikan, sebuah rambu yang mengingatkan, dan sebuah speedomotor yang menunjukan jarank yang telah ditempuh. Maka shalat dan do’a harus diberi makna, nilai-nilai spiritual dan moralnya harus dihidupkan, dimunculkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan dan ucapan do’a di dalam shalat, tidak hanya menjadi teks proposal, permohonan dan pernyataan di hadapan Allah SWT semata. Tetapi ia harus timbul menjadi nilai dan moral yang seirama dengan sikap dan perilaku. Mari kita mencoba memahami diantara do’a yang kita baca di dalam shalat, antara lain bacaan do’a antra dua sujud yang kita hafal dan sangat ringan diucapkan. Yaitu: “Rabbighfirly, warhamny, wajburny, warfa’ny, warzuqny, wahdiny, wa’afiny, wa’fuanny.”

Dalam do’a ini terdapat delapan permintaan yang kita mohonkan kepada Allah SWT. Yaitu:

  • Pertama, Ampunilah aku ya Allah, hal ini seyogjanya melahirkan kesadaran bahwa kita merasa telah bersalah dan berdosa di hadapan Allah. Do’a ini bisa menjadi sebuah pernyataan dan ungkapan penyesalan, yang pada gilirannya akan membuat kita malu di hadapan Allah jika kita mengulangi kesalahan yang sama pada masa berikutnya.
  • Kedua, berilah aku rahmat, di antara cara untuk memperoleh rahmat Allah adalah mengasihi sesama. “irhamu man filardhi yarhamkum man fis-sama,” (kasihanilah apa yang ada di bumi niscaya di langit akan menyayangi kamu) dan dalam praktik mu’amalah “rahimallahu abdan izasytaro samhan waizab ba’a samhan waizaqtadho samhan,” (Allah akan merahmati orang yang ketika membeli dengan santun, ketika menjual dengan santun danmemutuskan suatu permasalahan dengan santun).
  • Ketiga, tutupi kekuranganku, di antara cara menutupi kekurangan diri kita adalah dengan cara menutupi kekurangan dan keburukan orang lain. Akan beruntunglah orang-orang yang mengurusi kekurangan dirinya, kemudian memperbaikinya.
  • Keempat, tinggikan derajatku, martabat yang mulia dan derajat yang mulia. Menurut Al-Qur’an akan diperoleh dengan iman dan ilmu pengetahuan. Keduanya tidak boleh dipisahkan. Tidak ada kemuliaan tanpa iman, tidak ada derajat yang tinggi tanpa kesungguhan menuntut ilmu.
  • Kelima, berilah aku rizqi, ikhtiyar memcari rizqi adalah sunnatullah. Para Nabi dan Rasul juga melakukan hal itu. “kana nabiyyallah dawud ya’kulu min ‘amali yadihi” (adalah Nabi Daud AS hidup dalam hasil usahany). Mereka tidak membebankan hidup mereka kepada orang lain. Oleh karena itu berusahalah Allah akan memberi jalan.
  • Keenam, berilah aku petunjuk, caranya dengan belajar, mencari guru yang benar, pembimbing yang tulus. Karena sering terjadi, ada orang-orang yang kelihatan memberi petunjuk tetapi akhirnya menyesatkan. Seperti orang-orang yang mengaku dirinya guru, nabi dan lain-lain.
  • Ketujuh, selamattkanlah/afiatkanlah/hindarkanlah aku, menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat dari hal-hal yang akan merusak dan membawa mudharat adalah ikhtiyar duniawiyah. Kita tidak boleh berpangku tangan. Jika kita menderita sakit maka kita harus berobat, tidak cukup dengan berdo’a. Jika tidak, maka hal itu akan bertentangan dengan sunnatullah dan sunnah nabawiyah.
  • Kedelapan, Maafkanlah aku, sebagai manusia, kita terkadang tidak menyadari melakukan kesalahan, mengulangi kesalahan yang sama, terpaksa atau dipaksakan melakukan kesalahan. Untuk itu, kita pun meminta perlindungan Allah SWT disamping berupaya menjaga diri kita dari berbuat salah. (*)
  • Sumatera Ekspres, Jumat, 22 Juli 2011.

    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-01.gif?w=604

    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif?w=604

    About these ads

    About Iwan Lemabang

    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    Posted on 2011/07/23, in Artikel Islami and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: