Iman Yang Benar.
2010/05/25 Leave a comment

IMAN adalah pernyataan tauhid dan risalah, jika seseorang telah mengakui keduanya maka secara hukum ia telah menjadi muslim dan masuk dalam kelompok kaum mukminin. Dengan demikian dia telah mempunyai hak untuk dipergauli sesuai aturan Islam. Akan tetapi iman yang sesungguhnya atau yang ideal itu bukan hanya sekedar pernyataan akan tetapi harus diikuti pengakuan dan kesadaran bahwa dirinya dan segala yang dimilikinya adalah sebenarnya milik Allah SWT.
Ia sadar bahwa Allah lah penguasa sah yang sebenarnya terhadap dirinya dan seluruh alam semesta. Dia lah yang disembah, yang dipatuhi, yang memerintah dan melarang, dan tidak ada sumber petunjuk kecuali dari-Nya. Dan di hati mereka ada kesadaran bahwa melakukan penyelewengan dari aturan Allah, keluar dari petunjuk-Nya, mempersekutukan-Nya adalah suatu kesesatan yang nyata.
Iman itu adalah tunduknya ruh/jiwa/bathin kepada kebenaran Allah serta khudlu’ kepada-Nya. Nyatalah bahwa pada awalnya iman adalah amalan bathin, sebelum seseorang melakukan amalan lahir/yang nyata maka harus memperbaiki, mempercantik dan memperindah bathin/hatinya, sebab dari sanalah akan lahir amalan yang benar, yang ikhlas, yang terpuji dan yang bermanfaat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
“Ketahuilah olehmu! Bahwasanya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Apabila yang segumpal itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim).
Iman itu laksana pohon yang baik berbatang kuat dan berdaun rindang serta menghasilkan buah yang lebat dan baik sehingga bermanfaat bagi yang datang menghampirinya. Pohon yang tidak bermanfaat pastilah pemiliknya akan menebangnya. Ketika iman itu menghasilkan amaliyah yang baik tentulah orang-orang akan merasa aman dan nyaman bersamanya. Oleh karena itu Allah tidak suka kepada orang-orang yang mengaku beriman dengan lidah akan tetapi tidak beramal dengan perbuatannya. (Usaid)







Recent Comments