RIYA’ = Syirik Tersembunyi.
2010/04/28 2 Comments

IMAM Ali bin Abi Thalib RA. berkata :
“Ada tiga tanda orang yang menderita penyakit riya’ yaitu malas beribadah jika sendiri, giat beribadah jika berada di tengah-tengah orang banyak, dan giat beramal ketika dipuji serta berkurang ketika dicela.”
Seseorang dianggap riya’ apabila mereka berbuat kebaikan lalu menginginkan agar orang lain melihat/mengakui kebaikanya, supaya memuji dan memuliakannya. Riya’ adalah perbuatan yang amat berbahaya bagi pelakunya, karena didalamnya terdapat unsur syirik (penyekutuan terhadap Allah). Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :“Hati-hatilah kamu terhadap syirik tersembunyi.” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah apakah syirik tersembunyi itu?” Nabi menjawab : “Seseorang yang banyak mengerjakan shalat dan sungguh-sungguh menyempurnakan shalatnya karena dia mengetahui manusia memandangnya, itulah syirik tersembunyi,” (HR. Ibnu Khuzaimah).
Orang yang menderita penyakit riya’ juga dikenal sebagai penjual akhirat dengan dunia. Tidak ada kesembuhan dari penyakit ini, kecuali bagi mereka yang berusaha merenung bahwa sebenarnya segala sesuatu ada dalam genggaman/kuasa Allah. Dialah yang memuliakan dan Dia pulalah yang menghinakan, Dialah yang meninggikan derajat, Dia pula yang menurunkan derajat, Dialah yang memberi dan Dia pulalah yang menahan.
Apabila kita perhatikan penyakit riya’ ini telah mewabah hampir disemua lapisan manusia, mulai dari rakyat kecil sampai kepada penguasa, dari kalangan bawahan sampai kaum pejabat. Apabila fenomena tersebut tidak segera diobati dan disembuhkan maka kita akan sulit menemukan orang-orang yang bekerja dan mengabdi dengan tulus dan ikhlas. Ya Allah lindungi kami dari penyakit riya’ tersebut. Karena kami tidak ingin amal-amal kami terhapus olehnya. (Usaid)







wah, bagus banget, salam kenal, kunjungi juga blogku. dihyamd.wordpress.com
Terima kasih kunjungannya saudaraku. salam kenal juga. (iwan lemabang)