Mari Kita Pelajari Islam dengan Benar.


Drs Deden Kurnaedi, SAg, SH MM
Pemerhati Masalah Keislaman

KEWAJIBAN menuntut ilmu (tentang ajaran Islam) harus dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah karena pertama, fardhu ‘ain. Yaitu kewajiban menuntut ilmu yang melekat pada diri sendiri sehingga wajib melaksanakannya. Ada ilmu-ilmu dalam ajaran Islam yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari sekaligus mengamalkannya. Setiap muslim harus tahu bagaimana cara berwudhu, tayamum atau mandi wajib, cara melaksanakan shalat dan bacaannya, puasa, halal-haram mengenai makanan dan minuman, pakaian dan lainnya agar mereka dapat mempraktekkannya serta menghindari kesalahan

Setelah belajar dan mengamalkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masalah aqidah/akhlak, ibadah dan akhlak, kemudian bagaimana membentuk pribadi yang Islami, membangun keluarga yang sakinah dan cara berinteraksi dalam bertetangga dan bermasyarakat agak kehidupan itu benar dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, sehingga harus terus belajar supaya mengetahui ilmunya. Baru setelah itu seorang muslim dan muslimah menambah pengetahuaan lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan atau disiplin ilmunya.

Setiap manusia tentu memiliki kekhususan bidang profesi dalam kehidupannya. Maka diwajibkan bagi seorang muslim memperdalam yang berhubungan dengan keahlian atau tugas kesehariannya itu sehingga diharapkan setiap aktivitasnya sesuai dengan ajaran Islam dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. “… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl : 43)

Kedua, fardhu kifayah. Adalah kewajiban yang tidak semua orang harus mempelajarinya, tetapi harus ada yang mewakilinya agar kewajiban kewajiban secara pribadi menjadi gugur, meski secara pribadi dia tetap belajar menekuni spesialisasinya sesuai minat dan kecenderungan pribadinya.

Apakah semua ilmu wajib dipelajari oleh manusia? Jawabnya, yang wajib dipelajari guna diamalkan adalah segala ilmu yang bermanfaat untuk memikul tanggung-jawab, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akherat kelak sesuai dengan maksud dan tujuan penciptaannya baik sebagai khalifah di muka bumi maupun untuk mengabdi kepada Penciptanya.

Ada beberapa ilmu yang dikategorikan fardhu kifayah untuk mempelajarinya. Jika salah seorang atau sejumlah orang sudah mempelajarinya maka kewajiban bagi yang lainnya menjadi gugur. Sebaliknya, jika tidak ada seorang muslim pun yang mempelajarinya semua ikut menanggung dosanya terutama pemerintah. “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah : 122)

Yang dimaksud fardhu kifayah di sini adalah tiap sesuatu yang dibutuhkan oleh jemaah muslimin dalam agamanya atau dunianya dengan jalan mendalami spesialisasi dalam ilmu-ilmu alam seperti pertanian, perdagangan, pendidikan, kedokteran, politik, teknik, olahraga, astronomi, kimia, fisika, biologi, geologi, budaya, kemiliteran dan profesi atau disiplin ilmu lainnya yang dibutuhkan oleh kehidupan masyarakat di abad modern ini.

Dari sini dipahami bahwa ilmu yang dibutuhkan dalam menegakkan segala urusan dunia bernilai fardhu kifayah. Jika semua hal ini tidak ada yang menguasainya maka akan muncullah masalah/kesusahan bagi mereka. Tetapi bila telah ada seseorang yang melakukannya maka gugurlah kewajiban itu.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Dalam Islam, menuntut ilmu itu hukumnya wajib, bahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an memberikan penghormatan dengan meninggikan orang-orang yang berilmu dibandingkan orang-orang awam beberapa derajat. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” (QS. Al-Mujaadilah : 11)

Tetapi ada juga beberapa ilmu yang tercela dipelajari apalagi sampai diperdalam dan diamalkan. Seperti ilmu sihir, klenik, guna-guna dan perdukunan yang akan mengarah pada syirik/musyrik. Ini harus dijauhi.
Jika kita ingin selamat di dunia harus dengan ilmu. Jika kita ingin selamat di akherat haruslah dengan ilmu. Jika kita ingin selamat di dunia dan akherat juga harus dengan ilmu. Untuk itu marilah kita tetap belajar tentang Islam. Belajar Islam secara benar. “… Katakanlah : Adakah sama orang-orang yang tidak mengetahui dengan orang-orang yang mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS. Az-Zumar : 9)

Sriwijaya Post — 23 Januari 2009.

About these ads

About Iwan Lemabang

aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Posted on 2009/07/12, in Taushiyah and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: