Jika mayat di bawa dalam keranda, dan mereka melangkahkan kaki tiga langkahan, maka ia memanggil dengan suara yang segala makhluk mendengar kecuali jin dan manusia. Ruh berkata: “Wahai para kekasihku, wahai para saudara-saudaraku, dan wahai para anak-anakku, janganlah kalian diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku. Dan janganlah kalian memperbuat mainan dimasa ini sebagaimana ia mempermainkan aku, hendaklah kalian mengambil ibarat kepadaku. Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang telah aku tinggalkan apa yang yang telah aku kumpulkan untuk para ahli warisku. Dan sedikitpun mereka tidak mau menanggung kesalahanku. Adapun di dunia Allah menghisab aku, padahal kamu sekalian merasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mau mendo’akan aku.
Jika mereka menyembahyangkan jenazah, dimana sebagian ahli-ahli dan temannya telah pulang dari tempat shalat, maka ruh berkata: “Demi Allah wahai saudaraku, sesungguhnya aku lebih mengetahui bahwasanya mayat itu lupa di dalam hidup. Akan tetapi kalian jangan melupakan aku dalam kecepatan ini sebelum kalian menimbun aku, sehingga kalian menyaksikan kepada tempatku. Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya keadaanku lebih mengetahui bahwasanya wajah mayat lebih dingin daripada air yang paling dingin dalam hati yang hidup. Tetapi kalian jangan pulang dengan kecepatan ini.
Jika mereka meletakkan diliang kubur, maka berkatalah ruh: “Demi Allah wahai jemaahku, wahai saudara-saudaraku. Aku mendo’akan kalian, tetapi kalian tidak mendo’akan aku. Demi Allah wahai para ahli warisku, bukankah aku mengumpulkan harta yang banyak dari keduniaan cuma aku tinggalkan untuk kalian. Maka hendaklah kalian mengingat aku dengan memperbanyak kebaikan kalian. Aku telah mengajar kalian akan Al-Qur’an dan adab kesopanan, maka janganlah kalian melupakan aku dari do’a kalian.
Oleh karena itu ada satu hikayat Abu Qalabah RA. Bahwasanya ia melihat dalam mimpinya se olah-olah ada kubur yang pecah. Adapun mayat-mayatnya sama keluar dari kubur-kubur itu, mereka sama duduk ditepi kubur. Adapun setiap orang dari mereka dimukanya terdapat penampan dari nur. Ia melihat apa yang berada di antara mereka adalah seorang laki-laki dari tetangganya. Aku berkata kepada laki-laki itu: “Kenapa aku tidak melihat nur dimukanya.” Mayat menjawab: “Sesungguhnya bagi mereka adalah anak-anak dan teman-teman mereka memberi petunjuk kebaikan dan bersedekah karena mereka. Dan nur ini adalah dari apa yang ia telah beri petunjuk kepadanya. Oleh karenya dalam hal inilah tidak ada nur bagiku. Aku merasa malu terhadap tetangga-tetanggaku.
Setelah Abu Qalabah ingat dan sadar kembali, maka spontan ia memanggil anaknya dan menceritakan apa yang dilihatnya. Anaknya berkata: “Aku bertaubat dihadapanmu, dan aku tak akan mengulangi apa yang ada pada diriku untuk selamanya.” Kemudian anak itu senantiasa berbuat taat, mendo’akan dan bersedekah dari dan untuk ayahnya. Selanjutnya setelah masa berlalu, suatu ketika Abu Qalabah melihat kejadian yang lain dalam tidurnya, pada kubur itu dan keadaannya. Ia melihat nur dimuka lelaki itu, dimana nur itu lebih terang daripada matahari, yaitu dari nur teman-temannya. Ia berkata: “Wahai Abu Qalabah, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Engkau telah aman dari malu terhadap para tetanggamu.”








