Arsip untuk April, 2009
PUTUS ASA
Banyak orang memprediksi/memperkirakan bahwa pasca pemilihan anggota legislatif akan terjadi depresi massal terhadap para caleg yang gagal meraih impiannya. Sementara modal yang telah dikeluarkan cukup banyak untuk berkampanye. Depresi adalah salah satu dari penyakit batin/jiwa yang ditimbulkan oleh kegagalan seseorang untuk mewujudkan impian yang ingin diraihnya. Ketidaksiapan untuk menerima kegagalan itulah akhirnya membuat seseorang mengalami tekanan batin/mental. Ketika depresi tersebut dibiarkan maka dia akan meningkat menjadi stres dan kemudian putus asa.
Oleh sebab itu putus asa, resah sedih dan duka akan menjadi penyakit yang berbahaya apabila dibiarkan berlarut-larut. Tidak sedikit orang menjadi gila bahkan melakukan bunuh diri karena putus asa. Dalam rangka menghindari itulah maka banyak lembaga dan jasa psikolog menawarkan diri untuk membantu mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi.
Karena depresi, stres dan putus asa adalah merupakan penyakit jiwa/rohani dimana Allah yang lebih tahu tentang urusan tersebut, maka obatnya harus pula langsung formulanya dari Allah, yaitu dengan therapi:
Pertama, kembali menghayati iman kepada Allah bahwa semua yang terjadi itu tidak bisa dilepaskan sebagai takdir Allah. Ketetapan dan keputusan Allah adalah yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka jika hamba menerima dengan ikhlas akan keputusan itu maka Allah akan berikan jalan yang lebih baik.
Kedua, bergaul dengan orang-orang shaleh/budiman, sebab tidak akan keluar dari lidah orang-orang shaleh kecuali nasehat yang baik dan melapangkan hati serta do’a yang menjadi spirit dan penghibur.
Ketiga, sibukkan diri dengan kegiatan/pekerjaan yang positif dimulai dengan sabar dan shalat. Jangan berdiam diri dan termenung apalagi menghayal dan meratapi kegagalan karena hal tersebut akan memperdalam luka.
Keempat, hiasi pikiran dan jiwa dengan ilmu, karena kekosongan ilmulah seseorang mudah terperosok kedalam sikap putus asa, rendah diri, murung, sedih dll. Dengan ilmu seseorang menjadi lebih berwawasan luas, sehingga mereka selalu memiliki gairah dan semangat hidup.
Putus asa adalah suatu dosa apalagi berbuat nekad karena putus asa tentu lebih berdosa. Maka janganlah menjadi orang-orang yang mudah menyerah dari meraih rahmat Al lah. Kegagalan hari ini adalah guru dan gerbang keberhasilan masa yang akan datang. Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan dan dibalik kegagalan lahir kesuksesan.
Arti Kemu’jizatan Al-Qur’an.
Mu’jizat adalah sesuatu yang sangatlah spesial. Hanya Allah SWT yang dapat melakukannya melalui Kebesaran yang dimiliki-Nya. I’jaz (kemu’jizatan) dalam bahasa Arab adalah menisbatkan lemah kepada orang lain. Allah SWT berfirman: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak berbuat seperti burung gagak ini, kalau aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini,” (QS. Al-Maidah: 31).
Mu’jizat dinamakan mu’jizat (melemahkan) karena manusia lemah untuk mendatangkan sesamanya, sebab mu’jizat berupa hal yang bertentangan dengan adat, keluar dari faktor yang telah diketahui. I’jazul Qur’an (Kemu’jizatan Al-Qur’an) artinya: “Menetapkan kelemahan manusia baik secara berpisah-pisah maupun berkelompok, untuk bisa mendatangkan sesamanya. Dan yang dimaksud dengan kemu’jizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dengan pengertian melemahkan yang sebenarnya, artinya memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya untuk mendatangkan sesama Al-Qur’an, karena hal itu telah dimaklumi setiap orang yang berakal, tetapi maksudnya adalah untuk menjelaskan bahwa kitab ini hak, dan Rasul yang membawanya adalah Rasul yang benar. Begitulah semua mu’jizat Nabi-Nabi dimana manusia lemah untuk menandingnya.
Tujuannya hanya untuk melahirkan kebenaran mereka, menetapkan bahwa yang mereka bawa adalah semata-mata wahyu dari Dzat Yang Maha Bijaksana, dan diturunkan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka hanyalah menyampaikan risalah Allah dan tiada lain tugasnya hanya memberitahukan dan menyampaikan. Oleh karena itu mu’jizat adalah dalil-dalil dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk membenarkan Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi.
Dengan perantara mu’jizat ini, seolah-olah Allah bersabda; “Benar hamba-Ku dalam hal ini ia sampaikan dari Aku, dan Aku mengutusnya agar ia menyampaikan sesuatu kepadamu.” Sedangkan dalil atas kebenarannya adalah dengan cara menjalankan hal-hal yang bertentangan dengan adat pada tangan Rasul, dimana tak ada seorangpun diantara kamu yang bisa mendatangkan sesamanya, dan sesuatu hal yang diluar kemampuan manusia untuk bisa menjalankanya dalam hal seaneh ini. Itulah arti melemahkan dan itu pula pengertian mu’jizat.
Sumber:
Pustaka Cybermq.com.


















