TA’ARUF.

Sepeninggal Rasulullah SAW Islam tetap memelihara nilai-nilai kenal mengenal antara satu bangsa dengan bangsa yang lain. Tali ini dipertahankan agar semakin kokoh dan kuat, sehingga Allah SWT mewariskan bumi dan seisinya untuk dipelihara.
Dalam memelihara kesamaan hak dikalangan manusia, Islam secara khusus mensyareatkan shalat berjamaah menghimbau kaum muslimin agar selalu melakukannya, sebab di dalamnya terkandung nilai persatuan dalam beribadah di Baitullah (masjid). Dalam kesempatan itu pula mereka dapat saling kenal mengenal dan bermusyawarah tentang suatu masalah. Selain itu dalam jumlah yang besar dapat berkumpul beribadah kepada Allah dan berdzikir kepada-Nya. Dan mempelajari tujuan-tujuan sebenarnya ajaran agama Islam. Setelah selesai melakukan shalat, mereka saling berjabat tangan dengan penuh keakraban. Sehingga tercermin wajah yang indah, penuh dengan kasih sayang yang murni dan cinta kasih suci.
Dalam setiap tahun Islam memfardhukan (mewajibkan) ibadah haji. Agar kaum muslimin dari segala penjuru dunia bertemu dalam satu tempat, dalam satu aqidah dan satu tujuan. Mereka mengenakan pakaian yang sama, ketika ihram. Bersatu padu dan berbaur tanpa adanya perbedaan bangsa dan suku bangsa. Mereka saling kenal mengenal antara saudara dan tetangga selama berada disana. Dan mereka kembali ke negara masing-masing dengan berhiaskan nilai-nilai persaudaraan, sebagaimana yang dilakukan dalam muktamar Islam yang besar dalam setiap tahun itu. Islam mensyariatkan kenal mengenal ke seluruh penjuru bumi sebagai realisasi kekuasaan Tuhan. Dengan pertemuan antara ummat manusia, mereka akan bertambah pengetahuan dan mengetahui perilaku dan kehidupan mereka. Kenal mengenal sebagai sarana menguatkan tali ikatan dan menambah syiar kasih sayang yang terpuji. Yang hal itu merupakan puncak setiap persaudaraan dan persahabatan.
Posted on 2009/02/25, in Taushiyah and tagged Artikel Islami, Taushiyah. Bookmark the permalink. Leave a Comment.






Leave a Comment
Comments (0)