Sabar.

http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif

Sabar adalah kemampuan untuk menahan diri dari perbuatan tercela, mengikat lidah dari mengeluarkan kata-kata keluhan (berkeluh kesah) sampai pada sirnanya kesusahan. Dalam firman Allah SWT menyebutkan kata sabar lebih kurang 90 kali didalam Al-Qur’an. Ada juga ungkapan yang mengatakan sabar adalah separo dari iman, iman adalah dua bagian, satu bagian adalah sabar sedang sebagian yang lain adalah syukur. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang diberi sesuatu pemberian lebih baik dan lebih luas dari sabar.”

Sabar mempunyai tiga tingkatan:

Pertama. Memaksakan diri untuk bersabar, tahan memikul segala beban kesulitan serta tabah didalam menerima berbagai macam cobaan (sabarnya orang-orang awan).

Kedua. Sabar menderita untuk meringankan beban berat yang dipikulnya dan karena memang telah menjadi suatu kebiasaan pada dirinya, maka semua itu akan terasa ringan (sabarnya orang-orang yang mencari keridhaan Allah).

Ketiga. Kelezatan yang dirasakan didalam kesabaran menghadapi segala cobaan. Selalu gembira dengan ujian yang dipilihkan Allah SWT untuk dirinya (sabarnya orang-orang arif terhadap Tuhannya).

Sabar merupakam salah satu akhlaq Al-Qur’an yang paling utama ditekankan didalamnya, sebagaimana firman Allah SWT; “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung,” (QS. Ali Imran: 200).

Firman Allah diatas mengandung makna bahwa kita harus menjadi orang-orang yang bersabar dan terus berusaha memperkuat kesabaran dan selalu bersiap siaga, bahwa kesabaran akan terus menerus diuji dengan berbagai macam ujian.

Orang-orang yang memperhatikan masalah sabar dan mengikuti jejak orang-orang sabar dalam Al-Qur’an, niscaya akan memperoleh kejelasan tanpa keraguan bahwa kedudukan sabar merupakan yang paling tinggi dalam agama. Sabar merupakan akhlaq yang paling agung dari akhlaq orang-orang beriman. Sabar meninggikan para shalihin (orang-orang shaleh), sabar merupakan penguat tonggak Islam dan pilar yang kokoh dari keimanan. Oleh karena itulah Al-Qur’an menjelaskan berbagai kebaikan di dunia dan diakhirat sebagai balasan atas kesabaran. Yaitu meraih sukses didunia dan memperoleh kebahagiaan diakhirat, yakni dimasukkan ke surga dan terhindar dari siksa api neraka serta memperoleh seluruh kebaikan yang didambakan oleh setiap orang, sebagaimana firman Allah SWT: ” Dan Dia memberikan balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra.” (QS. Al-Insan: 12)

Dalam ayat lain Allah SWT menjelaskan: “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan martabat tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (QS. Al-Furqan: 75)

Begitu besar dan tinggi perhatian Allah SWT terhadap orang-orang yang memiliki kesabaran dengan balasan yang bermacam-macam. Hal tersebut membuktikan bahwa Allah sangat menginginkan agar ummat manusia khususnya orang-orang yang beriman menjalani kehidupan ini dihiasi dengan kesabaran tatkala menghadapi kesenangan maupun kesedihan, tatkala memperoleh nikmat maupun diwaktu menerima musibah. Karena begitu pentingnya mewujudkan kesabaran ini, maka Allah SWT secara khusus menyuruh orang-orang beriman agar salin berwasiat kepada kesabaran.

Tinggalkan sebuah Komentar