Arsip untuk Juli, 2008

KEJADIAN ADAM

Beliau adalah manusia yang pertama kali diciptakan Allah SWT, beliau dijadikan dari tanah dengan bentuk dan rupa manusia, lalu ditiupkan ruh kedalamnya. Kalamullah didalam Al-Qur’an: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 26).

Oleh karena itu, Adam adalah asal mula bapak seluruh manusia. Sebelum Allah SWT menciptakan Adam, terlebih
dahulu Allah menjadikan bangsa jin dari api yang sangat panas. Firman Allah SWT: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27).

Setelah Allah SWT menjadikan Adam dengan sebaik-baik bentuk dan rupanya, maka isi surga (malaikat) sama bersujud kepadanya kecuali iblis, mereka semua bersujud kepada Adam atas perintah Allah dan menghormatinya, hanya iblis sajalah yang tetap membangkang. Kalamullah dalam Al-Qur’an: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada malaikat; “sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis.” (QS. Al-Baqarah: 34).

Setelah Adam dijadikan Allah SWT, lantas beliau ditempatkan Allah didalam surga dikala itu, kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai jodohnya.

Diterangkan pula bahwa sewaktu Allah SWT akan meniupkan ruhnya Adam, Allah memerintahkan ruh masuk kedalam tubuh Adam. Disebutkan pula bahwa masuknya ruh adalah dari otaknya, lalu ruh itu berputar-putar selama dua ratus tahun. Kemudian ruh itu turun pada kedua matanya, lantas ia melihat pada dirinya, selanjutnya ia melihat lempung yang kering. Dan setelah sampai pada kedua telinganya, lalu ia mendengar tasbihnya malaikat. Kemudian turun pada hidungnya sehingga ia bersin, setelah bersin lalu ruh itu turun kemulut dan kedua telinganya, maka Allah mengajarkan kepada Adam supaya mengucapkan: “ALHAMDULILLAH,” maka Allah menjawabnya dengan ucapan: “YARHAMUKA RABBUKA YA ADAM.” Lalu ruh turun kedadanya dan Adam tergesa-gesa ingin berdiri tapi tidak kuasa. Dan itulah sebagaimana Allah SWT berfirman: “Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11).

Setelah ruh itu sampai pada perutnya, lalu Adam menginginkan makanan. Kemudian ruh menjadi rata dalam seluruh tubuh Adam, dan menjadilah daging, darah, kulit dan otot. Lalu Allah SWT memakaikan kuku, dimana setiap hari bertambah dengan kebaikan dan keindahan. Maka apabila berbuat dosa, Allah menggantikan kuku itu dengan kulit, dan tetaplah kuku itu pada jari-jari agar ia ingat tentang hal itu dari asal mula terjadinya.

Kemudian Allah SWT menyempurnakan kejadian Adam, dan memberi pakaian dari pakaian surga dan cahaya Muhammad yang menerangi wajahnya bagaikan bulan di malam purnama. Lalu diangkat diatas ranjang dan dipikul pada leher para malaikat, dan Allah SWT menyerukan kepada mereka: “Bertawaflah kamu semua dengan Adam keseluruh langit dengan ranjangnya agar ia menyaksikan keajaiban dan apa saja yang berada didalamnya.” Maka bertambah keyakinan Adam, dan berkatalah para malaikat: “RABBANA SAMI’NAA WA ATHA’NA= Wahai Tuhan kami, kami memperhatikan dan mentaati.” Para malaikat terus membawa Adam pada leher-leher mereka, mereka sama mengelilingi langit-langit kurang lebih seratus tahun.

Kemudian Allah membuatkan kuda untuk Adam dari misik yang putih yang baunya semerbak mewangi, kuda itu disebut kuda Maimun, ia mempunyai dua sayap dari intan dan marjan. Lalu Adam menaikinya dan Jibril yang memegang kendalinya, Mikail di sebelah kanannya dan Israfil di sebelah kirinya. Mereka beserta Adam terus mengelilingi seluruh langit dan ia memberikan salam kepada para malaikat dengan ucapan: “ASSALAMU’ALAIKUM,” mereka menjawab: “WA’ALAIKUM SALAM.” Kemudian Allah SWT berkata: “Wahai Adam, inilah penghormatanmu dan penghormatan para mu’minin dari anak turunanmu dari antara mereka semua dihari kiamat kelak.”

Tinggalkan sebuah Komentar

TERJADINYA ALAM SEMESTA

Berjuta-juta tahun yang telah silam, semuanya itu tidak ada. Tidak ada langit, tidak ada bumi, gunung-gunung, sungai, lautan, tumbuh-tumbuhan, hewan, benda-benda diangkasa (bulan, bintang, matahari) dan manusiapun belum ada. Begitu juga para malaikat, jin dan iblispun belum ada, lantas apa dan siapa yang ada dikala itu?. Yang ada, hanyalah Allah SWT. Kalamullah didalam Al-Qur’an menyebutkan: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadiid: 3).

Jelas menurut kalamullah diatas, bahwa Allah-lah yang mula pertama telah ada sebelum segala sesuatu ada, dan yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah. Yang nyata adanya karena banyak bukti-buktinya dan yang tak dapat digambarkan hikmah Dzat-Nya oleh akal. Kemudian dengan Kodrat dan Iradat-Nya, Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam periode (masa). Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) diatas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalannya.” (QS. Hud: 7).

Dalam menciptakan alam semesta, Allah SWT hanya cukup dengan mengucapkan “KUN = jadilah!” maka terciptalah apa yang dikehendaki-Nya, tanpa bantuan siapapun. Allah SWT berfirman: “sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “jadilah” maka terjadilah ia.” (QS. Yassiin; 82).

Sehingga yang tadinya tidak ada,menjadi ada. Yang kosong dan hampa, menjadi rupa dan berbentuk. Akhirnya terciptalah alam semesta ini yang terdiri dari langit, bumi dan seisinya, yakni matahari, bulan, bintang, tumbuh-tumbuhan, gunung-gunung, lautan, sungai, hewan. Dan Allah juga menciptakan makhluk-makhluk halus seperti iblis/syaitan, malaikat dan jin serta makhluk-makhluk yang lainnya. Dengan demikian, maka setiap siang dan malam kita dapat menyaksikan itu semua, yaitu alam disekeliling kita. Maka benarlah firman Allah SWT: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.” (QS. Yunus: 3).

Oleh karena itu, marilah kita berfikir akan Keagungan, Kebesaran dan Kekuasaan Allah serta apa saja yang diciptakan oleh-Nya. Bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang, bagaimana bumi ini dibentangkan, bagaimana gunung-gunung ditegakkan dan bagaimana unta itu dijadikan. Itulah kekuasaan Allah SWT.

Selanjutnya, ada sebuah singkapan dalam satu riwayat, bahwa Allah SWT menjadikan sebuah pohon yang bercabang empat. Allah menamainya pohon Yakin. Kemudian Allah SWT menjadikan Nur Muhammad dalam hijab dari intan permata yang putih seperti burung Thawus (burung merak), dan Allah meletakkannya pada pohon Yakin itu. Maka Thawus itu bertasbih pada pohon itu selama 70.000 tahun. Lalu Allah menjadikan cermin Haya’ (malu) dan diletakkan dimuka Thawus. Setelah Thawus itu melihat bentuk rupanya dalam cermin dengan sebaik-baik dan seindah-indah bentuk dan lebih indah gerakkannya, maka ia merasa malu kepada Allah SWT sehingga ia berkeringat. Kemudian Nur Muhammad itu bersujud 5 kali. Inilah bagi kita diwajibkan bersujud pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Oleh karenanya Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW beserta para ummatnya. Selanjutnya Allah SWT memandang kepada Nur itu, karena malunya kepada Allah, maka berkeringatlah Nur Muhammad itu dan:

1. Dari keringat hidungnya Nur, Allah menjadikan para malaikat.

2. Dari keringat wajahnya, Allah menjadikan Arasy, Kursy, laut, kolam, matahari, bulan, Hijab-hijab, bintang-bintang dan apa saja yang ada dilangit.

3. Keringat dari dadanya, Allah menjadikan para Nabi, Rasul-Rasul, Ulama, Syuhada, dan Shalihin.

4. Keringat dari punggungnya, Allah menjadikan Baitul Makmur, Ka’bah, Baitul Mukadalas, dan tempat Masjid-Masjid diseluruh dunia.

5. Keringat dari kedua alisnya, Allah menjadikan umat Muhammad dari golongan Mukmin, Mukminat, Muslim, dan Muslimah.

6. Keringat dari kedua telinganya, Allah menjadikan ruh-ruh Yahudi, Nashara, majusi, dan sebangsanya serta golongan orang-orang yang sama lacut dan buas dan orang-orang munafik.

7. Dari keringat kedua kakinya, Allah menjadikannya bumi dan seisinya dari arah timur sampai arah barat.

Tinggalkan sebuah Komentar

MALAIKAT

http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif

Malaikat adalah makhluk halus yang dijadikan Allah SWT dari nur (cahaya), mereka senantiasa taat akan perintah-perintah Allah. Adapun mereka itu tidak sedikit jumlahnya, dan sama melaksanakan tugasnya masing-masing. Kalamullah dalam Al-Qur’an; “Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu diatas (kepala) mereka.” (QS. Al-Haqq: 17).

Para malaikat itu diciptakan Allah SWT tanpa perantara seorang ayah dan ibu. Mereka juga tidak laki-laki dan tidak perempuan, tidak mempunyai nafsu dan syahwat, lagipula mereka tidak makan dan minum. Namun demikian, mereka senantiasa mentaati perintah Allah SWT, tidak pernah melakukan maksiat kepada Allah SWT seperti manusia pada umumnya. Allah SWT berfirman; “Penjaga (neraka) malaikat-malaikat yang besar, yang keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).

Kita wajib mengetahui nama-nama mereka adalah:

1. Malaikat Jibril As, yang menyampaikan wahyu kepada para Rasul.

2. Malaikat Mikail, yang membagi rizki.

3. Malaikat Izrail, yang bertugas mencabut nyawa.

4. Malaikat Israfil, yang bertugas meniup terompet (sangkakala) komando pada hari kiamat.

5. Malaikat Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal-amal manusia semasa hidupnya.

6. Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas memeriksa orang-orang yang telah meninggal di alam kubur.

7. Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka.

8. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga.

Demikian itu mereka senantiasa taat dan patuh melaksanakan tugasnya masing-masing, tanpa makan dan minum, tanpa merasa lelah, serta tidak mengenal tidur dan istirahat.

Tinggalkan sebuah Komentar

TERJADINYA ALAM SEMESTA.

Berjuta-juta tahun yang telah silam,semua itu tidak ada. Tidak ada langit,tidak ada bumi,gunung-gunung,sungai,lautan,tumbuh-tumbuhan,hewan,benda-benda diangkasa (bulan,bintang,matahari) dan manusia pun belum ada. Begitu juga para malaikat,jin dan iblis pun belum ada. Lantas apa dan siapa yang ada dikala itu?. Yang ada,hanyalah Allah SWT. Kalamullah dalam Al-Qur’an menyebutkan: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir,Yang Zhahir dan Yang Bathin,dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadiid: 3).

Jelaslah menurut kalamullah diatas,bahwa Allah-lah yang mula pertama telah ada sebelum segala sesuatu ada,dan yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah. Yang Nyata adanya karena banyak bukti-buktinya,dan yang tak dapat digambarkan hikmah Dzat-nya oleh akal. Kemudian dengan Kodrat dan Iradat-Nya,Allah SWT menciptakan alam semesta ini dalam enam periode (masa). Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) diatas air,agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalannya.” (QS. Hud: 7).

Dalam menciptakan alam semesta,Allah SWT hanya cukup dengan mengucapkan “KUN= jadilah” maka terciptalah apa yang dikehendaki-Nya tanpa bantuan siapapun. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yassiin: 82).

Sehingga yang tadinya tidak ada,menjadi ada. Yang kosong dan hampa menjadi rupa dan bentuk. Akhirnya terciptalah alam semesta ini yang terdiri dari langit,bumi dan seisinya,yaitu matahari,bulan,bintang,tumbuh-tumbuhan,gunung-gunung,sungai,lautan. Dan Allag juga menciptakan makhluk-makhluk halus seperti iblis/syaitan,malaikat dan jin serta makhluk-makhluk yang lainnya. Dengan demikian,maka setiap siang dan malam kita dapat menyaksikan itu semua,yaitu alam disekeliling kita. Maka benarlah firman Allah SWT: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,kemudian Dia bersemayam diatas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.” (QS. Yunus: 3).

Oleh karena itu,marilah kita berfikir akan Keagungan,Kebesaran dan Kekuasaan Allah serta segala apa saja yang diciptakan oleh-Nya. Bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang,bagaimana bumi ini dibentangkan,bagaimana gunung-gunung ditegakkan dan bagaimana unta itu dijadikan. Itulah kekuasaan Allah SWT.

Tinggalkan sebuah Komentar