2011/10/19
oleh Iwan Lemabang
NABI Musa AS adalah anak laki-laki Imran. Beliau bersaudara dengan Nabi Harun AS. Nabi Musa AS dilahirkan ketika Mesir berada di bawah pemerintahan Raja Fir’aun yang lalim. Fir’aun adalah seorang raja yang takabur, dzalim, dan bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan. Siapa saja yang tidak menuruti perintahnya, maka akan segera dihukum mati.
Suatu hari Fir’aun bermimpi. Di dalam mimpinya itu, ia mendapati negeri Mesir habis terbakar, semua rakyatnya mati kecuali orang-orang Israil saja yang tetap hidup. Segera setelah Fir’aun bangun diperintahkannya para aahli nujum untuk mentakwilkan arti mimpi itu. Dari para ahli nujum diperoleh jawaban, bahwa mimpi itu adalah isyarat akan datangnya seorang laki-laki dari Bani Israil yang akan menjatuhkan kekuasaan Fir’aun. Mendengar itu, Fir’aun segera memerintahkan seluruh tentaranya untuk memeriksa setiap rumah penduduk, dan membunuh setiap bayi laki-laki dari Bani Israil. Keputuusan raja itu diumumkan di seluruh pelosok negeri, agar rakyat mematuhi undang-undang itu.
Nabi Musa Lahir
Sesaat setelah keputusan Fir’aun diberlakukan, Nabi Musa AS dilahirkan dari salah satu keluarga Bani Israil. Allah SWT mengilhamkan kepada ibu Nabi Musa agar ia menghanyutkan bayinya itu ke Sungai Nil. Dengan Kekuasaan Allah SWT, bayi Musa AS terapung di dalam sebuah peti dan berjalan mengikuti arus Sungai Nil menuju kolam pemandian istana Fir’aun. Peti itu akhirnya ditemukan oleh istri Fir’aun, Siti ‘Asiah yang kemudian membawa bayi Musa As ke istananya. Melihat bayi di tangan istrinya, Fir’aun segera menghunus pedangnya untuk membunuhnya. Tetapi dengan cepat Siti Asiah melindungi bayi itu seraya berkata: “Bayi ini janganlah dibunuh, karena aku sayang kepadanya. Sebaiknya ia kita jadikan anak angkat. Bukankah kita tidak mempunyai anak?”
Baca tulisan ini lebih lanjut
Komentar: